Volume 4 Nomor 1 Mei 2015....

PENINGKATAN DAYA KRITIS SISWA KELAS IX-A PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN MELALUI PORTOFOLIO BASED LEARNING DI SMP NEGERI 4 SINGOROJO SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2014/2015


Kabul Aris Surono

Abstrak

Model pembelajaran portofolio merupakan model pembelajaran yang dirancang agar peserta didik dapat memahami teori secara meluas melalui pengalaman belajar praktik empirik dengan mengaitkan konsep materi yang dipelajari. Dalam model pembelajaran portofolio siswa aktif mencari data secara langsung mulai dari identifikasi masalah sampai pelaksanaan gelar kasus (show case), sehingga siswa lebih paham dan dekat dengan objek yang dipelajari. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah penggunaan model pembelajaran portofolio dapat meningkatkan daya kritis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan obyek penelitian siswa kelas IX-A SMP Negeri 4 Singorojo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran portofolio pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan siswa kelas IX-A SMP Negeri 4 Singorojo dapat meningkatkan daya kritis siswa. Peneliti mengukur kekritisan siswa melalui lembar pengamatan daya kritis siswa dengan cara mengamati indikator-indikator daya kritis siswa meliputi : (1) kemampuan membedakan antara fakta, non fakta dan pendapat, (2) kemampuan membedakan kesimpulan definitif dan kesimpulan sementara, (3) kemampuan menguji tingkat kepercayaan sumber informasi, (4) kemampuan membuat keputusan, (5) kemampuan mengidentifikasi sebab dan akibat, (6) kemampuan memecahkan masalah, serta (7) kemampuan mempertimbangkan wawasan lain. Peningkatan daya kritis siswa tidak hanya dilihat dari meningkatnya daya kritis siswa secara individu, tetapi juga dari meningkatnya prosentase siswa yang memiliki daya kritis tinggi. Sebelum penggunaan model pembelajaran portofolio siswa yang memiliki Daya Kritis Tinggi hanya 19,05%, namun setelah penggunaan model pembelajaran portofolio menjadi 61,90%. Siswa yang memiliki Daya Kritis Sedang yang semula 33,33% tinggal 28,57 %. Siswa yang memiliki Daya Kritis Rendah semula 47,62% setelah penggunaan model pembelajaran portofolio tinggal 9,52 % saja. Minat siswa terhadap pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah menggunakan pembelajaran model portofolio yang semula 22,86 % menjadi 49,52%.  Keaktifan siswa yang semula 12,70% menjadi 55,56 %, Kerjasama Kelompok yang semula 19,05% menjadi 59,52 %

 

Kata kunci : daya kritis siswa, pendidikan kewarganegaraan, portofolio based learning

Informasi: 0
Total Halaman : 1 Halaman
Penulis : Kabul Aris Surono








PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS-KREATIF MATERI EKOSISTEM MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BERMAKNA DENGAN LEMBAR KERJA SISWA DIVERGEN DI SMA 1 KUDUS


Abstrak:

Penelitian Tindakan Kelas untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis-kreatif materi ekosistem di SMA 1 Kudus, melalui model pembelajaran bermakna dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) divergen. Penelitian dilaksanakan 2 siklus pada bulan Februari-Apri...

Oleh : Triastuti Evawani
Vol : Volume 1 Nomor 1 November 2012
Dilihat : 2693 Kali
Jumlah Halaman : 140