Puncak Peringatan HUT ke-70 PGRI

Posted by Admin on Berita
Puncak Peringatan HUT ke-70 PGRI

Jakarta, Derap Guru. Suasana berbeda dalam peringatan HUT ke-70 PGRI tingkat nasional tahun ini. Meski suasana tetap meriah dan gegap gempita dengan kehadiran sekitar 125.000 guru di GBK Senayan Jakarta, Minggu (13/12)  peringatan Hari Kelahiran PGRI yang juga ditetapkan sebagai Hari Guru Nasional berakhir dengan kekecewaan para guru karena ketidak hadiran presiden  Jokowi yang sebelumnya diberitakan akan hadir dalam acara tersebut. Menteri PMK Puan Maharani yang hadir mewakili presiden terpaksa menerima kekecewaan para guru saat membacakan sambutan presiden. Para guru yang hadir dari seluruh penjuru tanah air guna menyambut kehadiran presiden bertepuk sebelah tangan.

Pada kesempatan itu Ketua Umum PB PGRI, Dr. H. Sulistiyo, M.Pd berharap tidak ada pihak yang mengingkari perjuangan guru untuk kepentingan dan ambisinya, sehingga mencederai semangat perjuangan guru untuk mengabdi kepada bangsa dan negara. Pada kesempatan itu, Sulistiyo menyampaikan beberapa hal, antara lain : a) PGRI menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih karena Bapak Presiden sudah memastikan tidak akan mengurangi kesejahteraan guru, bahkan jika kemampuan memungkinkan akan menambahnya; b) PGRI sangat memahami perlunya peningkatan kinerja dan profesionalitas guru. Oleh karena itu, untuk meningkatkan profesionalitas dan kompetensi guru, pemerintah supaya melaksanakan pelatihan kepada seluruh guru; c) Untuk meningkatkan kesejahteraan guru, tunjangan profesi guru diharapkan segera dapat diterima oleh seluruh guru dengan tepat waktu dan tepat jumlah, serta dibayarkan bersama gaji. Diungkapkan, pembayaran tunjangan profesi guru tahun ini tidak lebih baik dari tahun lalu; d) menyelesaikan kekurangan guru, terutama guru SD, yang terjadi pada kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Saat ini kekurangan guru SD jumlahnya sangat besar, mencapai 500.000 orang. Saat ini kekurangan itu diisi oleh tenaga honorer; e) guru-guru honorer K2 agar segera diangkat untuk memenuhi kekurangan guru; f) agar ada ketentuan penghasilan minimum bagi guru non PNS.

Peringatan HUT ke-70 PGRI dengan tema “Memantapkan Soliditas dan Solidaritas untuk Mewujudkan PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru Indonesia yang Kuat dan Bermartabat”, ini mengingatkan kita semua pentingnya soliditas dan solidaritas di kalangan PGRI, sebagai organisasi profesi guru Indonesia. Diungkapkan, saat ini disinyalir ada pihak yang ingin memecah belah guru. “Bahkan untuk hadir dalam hari ulang tahun ini saja, para guru anggota PGRI penuh dinamika. Ada himbauan, ada larangan, ada ancaman, ada tekanan. Alhamdulillah, hari ini 100.000 lebih guru dari berbagai penjuru tanah air hadir menunjukkan soliditas dan solidaritas PGRI sebagai organisasi profesi guru Indonesia”, tegas Sulistiyo.  

Turut hadir dan memberikan sambutan pada acara tersebut, Menko PMK, Puan Maharani mewakili presiden dan Ketua DPD RI, Irman Gusman. (d4)