PGRI Banjarnegara Peduli Bencana Longsor

Posted by Admin on Slider
PGRI Banjarnegara Peduli Bencana Longsor

Dalam rangka membantu korban bencana alam di Desa Clapar, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara yang tanahnya longsor, Satuan Tugas (Satgas) dan Tim SAR PGRI Kabupaten Banjarnegara mengadakan Gerakan Solidaritas. Dipimpin langsung oleh Ketua Kabupaten PGRI Banjarnegara Drs. Sukirman, M.Pd., M.Si,. M.M. dan Ketua Satgas dan Tim SAR PGRI Kabupaten Banjarnegara, Tapsirun, S.Pd. mengadakan kegiatan bakti sosial peduli longsor berupa membuat jalan darurat untuk membuka akses dan memberi jalan kepada masyarakat dan para guru yang akan bertugas di Kecamatan Pagentan. Satgas dan Tim SAR berjumlah 120 orang ditambah simpatisan Anggota PGRI Kabupaten Banjarnegara mengadakan pembuatan jalan darurat atau jalan alternatif agar warga sekitar dapat melewati daerah tersebut.

Kegiatan dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 10 April 2016 mulai pukul 08:00 - 16:00 di Dusun Clapar, Desa Clapar, Kecamatan Madukara. Kegiatan pembuatan jalan alternatif dilaksanakan oleh Satgas dan Tim SAR laki-laki bekerja sama dengan Anggota TNI dari Kodim 0704 Banjarnegara.Sedangkan Satgas Perempuan bertugas menyediakan konsumsi melalui dapur umum yang dibuka di Posko Bencana PGRI Kabupaten Banjarnegara. Para Satgas dan Tim SAR yang bertugas membuat jalan darurat atau jalan alternatif agar setidaknya kendaraan roda dua atau motor dapat melintas sehingga para guru yang akan bertugas dan harus melewati daerah tersebut dapat melewatinya.

Diketahui bahwa pada hari Jumat, 25 Maret 2016 di Dusun Clapar, Desa Clapar terjadi tanah longsor sehingga jalan utama jalur Madukara ke arah Pagentan atau sebaliknya terputus total. Dengan terputusnya jalan tersebut semua kendaraan, baik motor maupun mobil tidak dapat lewat jalan tersebut. Sementara sebelum dibuatkan jalan darurat maka warga masyarakat yang akan bepergian dari arah Madukara ke Pagentan atau sebaiknya harus melewati jalur alternatif yang sangat sulit termasuk para guru yang akan bertugas ke sekolahnya juga mengalami kesulitan dan harus memutar melewati jalur Wonosobo lewat Desa Worawari yang jalannya juga sulit karena harus menyeberang sungai Tulis yang airnya cukup deras. Itupun hanya bisa dilewati jika tidak hujan dan tidak banjir.

Longsoran tanah merobohkan setidaknya 19 rumah warga dan lebih dari 250 jiwa harus mengungsi ke sanak keluarga atau di desa terdekat, yaitu Desa Aribaya Kecamatan Pagentan. Lebih dari 8 hektar tanah warga yang ditanami hasil perkebunan seperti salak pondoh hanyut longsor dan rusak berat, dan tidak dapat lagi digunakan sebagai lahan pertanian karena masuk area berbahaya. Cerita menarik dari kegiatan tersebut adalah ketika ada dua orang warga desa tersebut yang akan melahirkan dan harus dibawa ke Puskesmas Madukara, maka Tim SAR PGRI harus membawa dengan cara ditandu atau dipapah untuk melewati jalan darurat tersebut dengan hati-hati dan tergesa-gesa untuk menuju kendaraan yang jauh dari area pemukiman untuk membawa orang yang hendak melahirkan tersebut.(Eko Wahyono, S.Pd., M.M. Sekbid Infokom PGRI Kabupaten Banjarnegara)