Guru Jangan “Njagakne” Guru Kelas Lain

Posted by Admin on Berita
Guru Jangan “Njagakne” Guru Kelas Lain

Karanganyar, Derap Guru. Dalam upaya meningkatkan mutu profesi dan kemampuan para guru PGRI Kabupaten Karanganyar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar dan MMI menggelar kegiatan Pemantapan Kompetensi Mata Pelajaran Matematika di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar, (8-9 Maret 2017). Kegiatan yang diikuti para guru kelas 5-6 SD/MI tersebut menghadirkan nara sumber “Master Matematika Indonesia”, Ir. Prakosa, M.Si. Angkatan pertama, (8/03) diikuti 297 peserta dan angkatan kedua, (9/03) diikuti 310 peserta. Demikian diungkapkan Ketua PGRI Kabupaten Karanganyar, Drs. Aris Munandar, M.Pd. Dipilihnya guru kelas tersebut karena mereka memiliki peranan strategis dalam upaya meningaktkan orientasi belajar anak, terlebih menghadapi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Drs. Tarsa, M.Pd.

Dalam sambutannya, Drs. Tarsa, M.Pd menyatakan pentingnya peran guru dalam pendidikan, karena itu para guru harus senantiasa meningkatkan kompetensi dan mutu profesionalitasnya.  

“Kompetensi dan profesionalitas guru sangat penting untuk suksesnya pendidikan,” tegasnya

Tarsa pun mengingatkan agar jangan ada guru yang hanya “njagakne” guru kelas lain. Ia contohkan guru kelas I yang harus menitikberatkan pelajaran Membaca, Menulis dan Berhitung atau “Calistung”. Tarsa meminta agar guru kelas 1 benar-benar mengajar dan membimbing anak yang tidak bisa membaca sampai bisa membaca. Jangan sampai “njagakne” guru kelas 2, kemudian guru kelas 2 tidak bisa mengajar membaca “njagakne” guru kelas 3 dan seterusnya. Dan terakhir guru kelas 6 yang menjadi puncak kelas masih ada anak yang tidak bisa membaca atau membacanya kurang lancar.

Selanjutnya, Bupati Karanganyar, Drs Yuliyatmono, MM saat memberi sambutan pada acara tersebut menyampaikan terima kasih kepada para guru, khususnya guru kelas 6 yang bersemangat dalam rangka mencerdaskan anak bangsa di Kabupaten Karanganyar. Sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan dan guru, bupati mengungkapkan bahwa guru-guru di Kabupaten Karanganyar semuanya akan dibuat mudah, seperti halnya kenaikan pangkat dan pembuatan karya tulis ilmiah.

Menurut  bupati, guru-guru saat ini sering dibuat repot oleh berbagai persyaratan untuk kenaikan pangkat, syarat sertifikasi dan lain lain sehingga guru jam mengajarnya berkurang untuk membuat persyaratan ini itu. Ia pun mengingatkan bahwa tugas guru itu sangat mulia jika dalam melaksanakan tugasnya didasari dengan Iklas, tidak mengherankan jika ternyata anak anak guru itu pandai-pandai karena orang tuanya juga memintarkan anaknya orang banyak secara Iklas,” jelasnya.

Jika tahun 2016 anak anak SD yang mendapat nilai 100 sebanyak 600 siswa diberi hadiah masing-masing Rp 100.000, dari uang Pribadi Bupati, maka di tahun 2017 ini bupati mentargetkan anak yang mendapat nilai 100 bisa mencapai 1.500 siswa dan hadiahnya sudah dianggarkan lewat APBD. Karena itu bupati meminta para guru untuk berlomba membawa siswa siswinya berprestasi dan bisa menjadi pemimpin dimasa mendatang. (pur)