PGRI Konsisten Berjuang Untuk Guru

Posted by Admin on Pengumuman
PGRI Konsisten Berjuang Untuk Guru

Semarang, Derap Guru. Konferensi Kerja Provinsi PGRI Jawa Tengah Tahun Ketiga Masa Bakti XXI yang diselenggarakan di Semarang tanggal 24 – 25 Februari 2017 telah menghasilkan beberapa kesepakatan dan program yang harus dijalankan. Pembukaan Konferensi Kerja, Jumat (24/02) di Gp-7 Upgris diikuti sekitar 250 peserta dan dihadiri Ketua Umum PB PGRI, Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Drs. Gatot Bambang Hastowo, M.Pd serta undangan yang lain. Acara dilanjutkan dengan sidang sidang pleno dan sidang komisi di Wisma P4G Upgris, Sabtu (25/02) untuk mendiskusikan laporan kegiatan PGRI Provinsi tahun 2016 dan program kerja tahun 2017.

Hasil rumusan sidang-sidang komisi dilaporkan dalam sidang pleno untuk mendapatkan masukan dan persetujuan seluruh peserta. Secara umum laporan pertanggung jawaban Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah tahun 2016 dapat diterima oleh seluruh peserta Konkerprov.

Program Kerja

Program Kerja Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah sebagaimana dilaporkan oleh Komisi A, bidang Organisasi dan Kaderisasi, pemberdayaan Perempuan, Pengembangan Kesenian dan Olah Raga, Pembinaan Mental dan Spiritual, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Pendidikan dan Pelatihan yang dipimpin oleh Sarjono, S.Pd (Kab. Purbalingga) menyusun 41 program. Komisi B, bidang Kerjasama dan Pengembangan Usaha, Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan, Advokasi dan Perlindungan Hukum, Penegakan Kode Etik, Pengembangan Karier dan Profesi, dan Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) yang dipimpin ketuanya Nur Khoiri, S.Pd, M.T (PGRI Kota Semarang) merekomendasikan 42 program. Komisi C, bidang Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) sebagai alat kelengkapan organisasi PGRI yang dipimpin ketua, Drs. Agung Purwoko, M.Pd (SMAN 16 Semarang) mengajukan 5 program. Komisi D, bidang Keuangan Organisasi, Anak Lembaga, dan Badan Khusus dipimpin oleh ketuanya H. Mudiono, S.Pd (Kab. Pemalang) menghasilkan 42 program. Komisi E, bidang Pernyataan Konferensi Kerja Provinsi, Infokom merekomendasikan 7 program dan 17 butir pernyataan Konferensi Kerja.

Pandangan Umum

Setelah mendengar laporan hasil kerja masing-masing komisi dalam sidang pleno dilanjutkan dengan Pandangan Umum peserta Konferensi Kerja Provinsi PGRI Jawa Tengah.  Ahmad Saryono (Kab. Temanggung) menyatakan pentingnya proses pengawalan oleh PGRI terhadap janji pemerintah provinsi yang akan memeberikan hak dan kesejahteraan kepada GTT dan PTT. Diungkapkan juga tentang banyaknya persoalan guru yang hingga kini belum ada  solusi dan perlu terus diperjuangkan agar hak-hak guru terpenuhi demi terwujudnya pendidikan bermutu.

“Janji Kepala Dinas Pendidikan Provinsi untuk memberikan honor sesuai UMK plus 10% bagi guru GTT dan PTT itu harus didukung adanya Pergub, sementara Pergub untuk itu sekarang belum ada,“ kata Saryono memberikan contoh janji yang harus dikawal oleh PGRI Provinisi.

Hal lain juga diungkapkan Saryono bahwa statemen pemerintah yang selalu mengatakan jumlah guru sudah cukup karena guru honor dan GTT juga dihitung.

“Kalau semua guru dihitung memang sudah cukup, yang kurang itu jumlah guru PNS, “sambungnya.

Tarsono Henry Hermanto, (Ketua  Kab. Brebes) menambahkan, bahwa di wilayahnya ada SD yang hanya memiliki satu guru dan satu kepala Sekolah berstatus PNS, yang lain adalah guru honor. (pur)