Kunci Sukses: Beri Yang Terbaik

Posted by Admin on Artikel
Kunci Sukses: Beri Yang Terbaik

Patung Liberty di New York bisa dilihat keindahannya lewat detail-detail pahatannya dengan menggunakan helikopter. Rambutnya yang dipahat helai demi helai, jubah dan badan patung dipahat dengan begitu rinci, indah dan sempurna. Patung itu berada 100 meter di atas permukaan laut. Patung yang dihadiahkan Perancis kepada Amerika diserahkan pada tahun 1886. Waktu itu belum ada pesawat terbang, jadi tidak mungkin orang akan melihat dan memperhatikan detail-detail keindahan dan kesempurnaannya itu dari udara. Namun meskipun demikian  Bartholdi, sang pemahat, megerjakan patung sesempurna mungkin. Dan patung Libertypun menjadi penanda fenomenal bagi kota terbesar di dunia, New York.

Bartholdi adalah contoh seniman yang berkarakter kuat, memiliki kebanggaan diri yang kuat mempersembahkan karya seindah mungkin, meski dari jarak jauh, pada tahun 1886, tidak bisa dilihat dengan jelas. Apalagi karya tersebut representasi hadiah negaranya untuk negara lain. Karakter adalah kebanggaan jatidiri seseorang maupun institusi/organisasi/perusahaan. PGRI bisa berkembang apabila memiliki kebanggaan terhadap dirinya maupun apa yang dilakukannya.

Perumusan karakter merupakan pencarian jatidiri terhadap apa yang ingin dicapai dan bagaimana cara meraihnya dengan cerdas, berkomitmen, dan bermartabat. Seseorang atau institusi yang berkarakter akan tetap memberikan yang terbaik meskipun tidak ada seorangpun yang melihat. Terus melakukan kebaikan meski tidak ada seorangpun yang mengapresiasi. Tetap bahagia meski tidak ada yang mendukung. Tetap memperoleh kepercayaan ketika berbuat khilaf. Karakter membuat bangunan hubungan saling percaya antara individu/organisasi dengan khalayak.

Karakter berkaitan dengan sustainable growth, kata Hermawan Kertajaya. Karakter adalah ciri khas yang diingat oleh orang lain tentang kita, menentukan suka dan tidak sukanya mereka terhadap kita. Karakter memungkinkan PGRI, juga kita, untuk mencapai perkembangan yang berkesinambungan, karena karakter memberikan konsistensi, integritas dan energi. Dengan karakter yang kuat PGRI akan memiliki momentum untuk mencapai tujuan.

Karakter yang kuat juga memiliki karisma, yaitu daya tarik dan kemampuan menimbulkan rasa percaya. Dengan karisma, PGRI mampu meluaskan lingkaran pengaruh, internal dan eksternal. Oleh karena itu PGRI perlu memiliki ciri-ciri perilaku yang ekselen, profesional dan etis untuk membangun diri menjadi organisasi yang berwibawa, yaitu dicintai anggota, disegani mitra dan didukung masyarakat.

Orang/organisasi yang memiliki karakter kuat bukan hanya mampu kerja keras, juga cerdas dan ikhlas. Ikhlas adalah kualitas mental yang sepi ing pamrih rame ing gawe, jauh dari sarat kepentingan (vested interest) dalam segala aktivitasnya, jauh dari kecenderungan egoisme. (Widadi, Ketua Pengurus PGRI Jawa Tengah).