Pembentukan APKS PGRI Kab/Kota

Posted by Admin on Pengumuman
Pembentukan APKS PGRI Kab/Kota

Sebagai tindak lanjut hasil keputusan Konferensi Kerja Provinsi PGRI Jawa Tengah Tahun Ketiga MB XXI yang diselenggarakan di Semarang tanggal 24 s.d 25 Februari 2017, PGRI Provinsi Jawa Tengah segera membentuk APKS PGRI Kabupaten/Kota. Demikian diungkapkan Sekretaris Umum Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, S.H, M.Hum. Dijelaskan, bahwa terkait dengan hal tersebut Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah telah mengadakan rapat bersama pengurus APKS Provinsi Jawa Tengah dan menjadwalkan pembentukan APKS PGRI Kabupaten/kota pada tanggal 10 April s.d 10 Mei 2017. Surat pemberitahuan kepada pengurus kabupaten/kota PGRI se Jawa Tengah telah dikirimkan untuk segera dilakukan koordinasi dan persiapan seperlunya. Unsur yang perlu diundang dalam pembentukan APKS PGRI Kabupaten/Kota menurut Muhdi adalah MKKS atau nama lain dari kelompok guru SMA, MA, SMK, SMP, MTs, SD, MI, TK/PAUD, RA sehingga semua jenis dan jenjang terwakili untuk mendorong guru-guru di semua jenjang aktif dalam upaya peningkatan kompetensi dan mutu profesionalisme guru. 

Program APKS

8 Program APKS PGRI Jawa Tengah meliputi 1) Memperluas wawasan dan pengetahuan guru dalam berbagai hal, seperti penyusunan dan pengembangan silabus, Rencana Program Pembelajaran (RPP), menyusun bahan ajar berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), membahas materi esensial yang sulit dipahami, strategi/ metode/ pendekatan/media pembelajaran, sumber belajar, kriteria ketuntasan minimal, pembelajaran remedial, soal tes untuk berbagai kebutuhan, menganalisis hasil belajar, menyusun program dan pengayaan, dan membahas berbagai permasalahan serta mencari alternatif solusinya; 2) Memberi kesempatan kepada guru untuk berbagi pengalaman serta saling memberikan bantuan dan umpan balik; 3) Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta mengadopsi pendekatan pembelajaran yang lebih inovatif bagi guru; 4) Memberdayakan dan membantu guru dalam melaksanakan tugas-tugas guru di sekolah dalam rangka meningkatkan pembelajaran sesuai dengan standar; 5) Mengubah budaya kerja dan mengembangkan profesionalisme guru dalam upaya menjamin mutu pendidikan; 6) Meningkatkan mutu proses pendidikan dan pembelajaran yang tercermin dari peningkatan hasil belajar peserta didik dalam rangka mewujudkan pelayanan pendidikan yang berkualitas; 7) Mengembangkan kegiatan mentoring dari guru senior kepada guru junior; dan 8) Meningkatkan kesadaran guru terhadap permasalahan pembelajaran di kelas yang selama ini tidak disadari dan tidak terdokumentasi dengan baik.

Kerjasama Dengan Telkom dan Microsoft

Sejalan dengan upaya peningkatan mutu dan profesionalisme guru, Ketua Umum PB PGRI Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan PT Telkom (Persero) dan PT Microsoft Indonesia yang merupakan anak perusahaan dari Microsoft Corporation. Kerjasama PGRI dengan PT Telkom (Persero) antara lain menyangkut Piranti Edukasi untuk Guru (Pirandu) dan Pemanfaatan Broadband Learning Center (BLC). Ruang lingkup Kerjasama PGRI dengan PT Microsoft Indonesia meliputi akses dan pemanfaatan teknologi komputasi awan (Cloud Computing Technology) bagi anggota PGRI. Ini terkait dengan layanan E-Mail, Word Processing, Data Processing, Video Conference, dan sejenisnya serta pengembangan dan pemanfaatan program yang berkaitan dengan peningkatan mutu profesi dan kapasitas anggota PGRI terhadap teknologi informasi dan komunikasi. Melalui program kerja sama dengan kedua lembaga tersebut menurut Unifah, PGRI  telah berulang kali melaksanakan program pelatihan guru dan mengirim guru-guru terpilih untuk mengikuti pelatihan di Korea dan Australia dengan biaya dari dua lembaga tersebut. Kini juga tengah disiapkan program digital learning untuk peningkatan mutu profesi dan kapasitas guru di berbagai wilayah di Indonesia. (pur)