Yessy Gusman dari Dunia Artis, Melompat ke Pendidikan

Posted by Admin on Artikel
Yessy Gusman dari Dunia Artis, Melompat ke Pendidikan

Wajahnya lembut, masih mengguratkan kecantikan yang dimilikinya lebih dari 30 tahun lalu. Tutur katanya lembut, menunjukkan kematangan pribadinya yang sarat dengan kearifan dalam berkomunikasi. Dan yang jelas, ratusan pasang mata menatap dengan penuh decak seolah tak percaya bisa melihat langsung sosok yang tahun 80-an malang melintang di layar lebar perfilman remaja Indonesia.

Itulah Dr Hj Yasmine Yessy Gusman, SH, MBA, atau yang lebih akrab disapa Yessy Gusman oleh pecintanya melalui film Romi dan Yuli, Gita Cinta dari SMA, Puspa Indah Taman Hati, Buah Terlarang dan sebagainya, dengan pasangan utamanya Rano Karno.

Selepas dari gemerlapnya dunia artis, Yessy Gusman merintis jalur lain. Ia menekuni dunia pendidikan. Berbagai gelar kesarjanaan menempel di depan dan belakang namanya. Tahun 1985, ia meraih gelar BA dari University of San Fransisco, dilanjut tahun 1987 meraih gelar MBA dari Golden Gate University of San Fransisco. Belum puas dengan gelar itu, tahun 1998 ia kembali meraih gelar Sarjana Hukum (SH) dari Universitas Pancasila. Sedangkan bukti kehausan akan ilmu ia tunjukkan lagi dengan diraihnya gelar akademik tertinggi, yaitu Doktor bidang Pendidikan Anak Usia Dini dari Universitas Negeri Jakarta tahun 2015. Semua gelar yang diraih berpredikat Cum Laude.

Kini Yessy Gusman hadir ke berbagai wilayah Indonesia bukan lagi melalui layar lebar, tetapi langsung menyapa para praktisi pendidikan dan guru Indonesia, khususnya guru jenjang PAUD dan penggiat taman bacaan. Yessy Gusman kini adalah Doktor Pendidikan Anak Usia Dini yang memiliki yayasan pendidikan dan taman bacaan anak. Di samping itu, ia juga sedang mengemban kepercayaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi anggota Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Non Formal. Tugas itu sudah dijalaninya selama dua periode. Pada posisi inilah ia pernah bersama satu tim dengan mantan Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr Subagyo Brotosedjati.

Wanita kelahiran Jakarta, 21 Juli 1962 ini, sekarang memang begitu mencintai pendidikan anak usia dini dan dunia literasi anak. Karenanya ia mendirikan Yayasan Bunda Yessy yang bergerak pada aktivitas Taman Bacaan Anak dan Sanggar Kreativitas Anak. Taman bacaan yang dikelolanya, bermitra dengan lebih dari 300 taman bacaan di seluruh Indonesia.

Dunia yang digelutinya di luar keartisan ini dilandasi semangat mengabdi untuk Indonesia yang lebih baik. Ia yakin, melalui pendidikan anak usia dini, yang nota bene saat anak berada pada usia emas, kelak akan mampu membawa kesuksesan anak dan membangun sumber daya yang dimiliki. Anak usia dini, menurut Bunda Yessy, memiliki kecerdasan jamak yang semua harus dikembangkan untuk kehidupan masa depannya.

“Apabila ingin membangun masa depan Indonesia, mulailah dari pendidikan anak usia dini”, tegasnya di hadapan 600-an guru PAUD di Purbalingga akhir April lalu.

Kerja Yessy Gusman di berbagai aktivitasnya, nampak dijalaninya dengan serius. Di samping prestasi akademiknya yang bersinar, banyak pihak juga mengakui kinerja dan pengabdiannya dengan menganugerahkan berbagai penghargaan.

Pada 2003, Yessy menerima dua penghargaan masing-masing dari Penerbit Mizan atas kepeduliannya menyediakan taman bacaan bagi masyarakat, serta penghargaan dari Menteri Pendidikan Nasional , Prof Malik Fadjar, atas prestasinya meningkatkan minat baca masyarakat melalui Yayasan Bunda Yessy.

Tahun 2005, Yessy penghargaan kembali diterima, dari Menteri Pemuda dan Olah Raga, Adyaksa Dault, sebagai tokoh yang mencurahkan segenap pikiran, tenaga, dan waktunya untuk mengembangkan minat baca generasi muda. Di samping itu tahun tersebut diterima pula penghargaan Anugerah Jasadarma Pustaloka dari Perpustakaan Nasional.

Penghargaan masih diterima tahun 2006 dari Dirjen Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud, atas jasanya meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan non formal. Adapaun penghargaan dari Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) diterimanya tahun 2008 atas prestasinya dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

Kini, Yessy Gusman telah melupakan dunia yang penuh gemerlap, dunia artis, yang terkadang melalaikan siapapun yang berada di dalamnya. Ia justru total menyerahkan dirinya untuk menjadikan Indonesia yang lebih gemerlap dengan membaca dan pendidikan.

Ayo terus berjuang, Bunda Yessy! (Sarjono)