Komitmen PGRI : Wujudkan Guru Profesional dan Terlindungi

Posted by Admin on Artikel
Komitmen PGRI : Wujudkan Guru Profesional dan Terlindungi

Semarang. Dalam upaya mewujudkan guru yang professional, sejahtera, bermartabat dan terlindungi, PGRI Kota Semarang gencar menyelenggarakan berbagai kegiatan. Selain terus memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru, PGRI Kota Semarang menggelar kegiatan sosialisasi DKGI, LKBH dan penegakan kode etik guru berkerja sama dengan Polrestabes Semarang. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Aula SMAN 2 Semarang, Sabtu (6/05). Ketua PGRI Kota Semarang, Bunyamin dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar  kegiatan tersebut bisa meningkatkan kesadaran hukum anggota dan secara preventive melindungi guru dari persoalan hukum. Dengan pemahaman hukum yang baik guru akan mengedepankan professionalitasnya dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.

Kegiatan yang diikuti 105 guru dan kepala sekolah dari seluruh cabang tersebut menghadirkan nara sumber dari Polrestabes Semarang dan Tim LKBH PGRI Kota Semarang, Zamroni, S.H, M.Pd dan Dr. Agus Supriyanto, S.H.

Sekretaris PGRI Kota Semarang Nur Khoiri, S.Pd, MT menambahakan adanya kesepahaman antara PGRI dan Polrestabes bahwa jika ada laporan terkait tindakan guru dalam menjalankan profesinya akan mengedepankan penyelesaian secara mediasi.

Pada bagian yang lain, Nurkhoiri menjelaskan bahwa pihaknya juga membentuk pengurus APKS PGRI dalam upaya meningkatkan mutu profesi para guru di kota Semarang. Pembentukan APKS PGRI tersebut dilakukan di SMKN 6 Semarang, Jumat (13/05). Sekbid Organisasi dan Kaderisasi PGRI Provinsi Jawa Tengah, sarju Maheri menjelaskan pentingnya APKS PGRI sebagai alat kelengkapan organisasi yang harus banyak berperan meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru. Nampak hadir pula Ketua APKS PGRI Provinsi Jawa Tengah, Agung Purwoko dan ketua PGRI Kota Semarang, Bunyamin. (Pur)