PGRI Bedah Rumah Tak Layak Huni

Posted by Admin on Agenda
PGRI Bedah Rumah Tak Layak Huni

Banjarnegara. Dalam Rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2017, PGRI Kabupaten Banjarnegara mengadakan kegiatan bakti sosial bedah rumah tak layak huni. Pada saat Launching tanggal 3 Mei 2017 dilakukan bedah rumah satu unit dan dilanjutkan tanggal 9  Mei 2017 sebanyak 27 unit. Demikian diungkapkan Ketua Kabupaten PGRI Banjarnegara, Drs. Sukirman, MM kepada Derap Guru, Kamis (4/05).

“Dalam rangka Hardiknas tahun 2017 ini kami akan bedah 28 rumah tak layak huni dan dalam satu tahun target kami membedah 200 rumah. Untuk menentukan rumah sasaran kami survey terlebih dahulu dengan berkeliling ke ujung-ujung kampong,” ungkap Sukirman.

Menurut Sukirman, kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kecerdasan sosial para guru. Dijelaskan, PGRI bukan hanya mendorong guru-guru meningkatkan mutu professionalitasnya dalam mendidik siswa tetapi juga memiliki kecerdasan sosial, emosional, dan spiritual untuk membantu masyarakat.

Kegiatan bedah rumah dipimpin oleh Komandan Satgas PGRI Banjarnegara, Tapsirun. Ketua DKGI yang juga Wakil Bupati Banjarnegara terpilih, Drs. H. Syamsudin, M.Pd aktif juga dalam kegiatan ini. Anggaran yang dibutuhkan untuk membedah 200 rumah menurut Sukirman sebesar 2 M. Selain menghimpun sumbangan sukarela para guru, Sukirman menjalin kerja sama dengan Yayasan Srikandi dan akan melibatkan UPT, komite sekolah dan pihak lain yang peduli. Ketua Yayasan Srikandi, Budhi Sarwono yang juga bupati Banjarnegara terpilih menyatakan simpati dan memberikan bantuan untuk kegiatan tersebut.  

Sasaran utama bedah rumah adalah untuk siswa berprestasi yang tinggal di rumah tidak layak huni dan berikutnya untuk masyarakat umum. “Guru harus menyatu dengan masyarakat dan PGRI selain organisasi profesi juga organisasi perjuangan dan organisasi ketenagakerjaan.  Untuk itu PGRI berperan melakukan pengabdian kepada masyarakat,” tegas Sukirman. (Pur)