PPG Prajabatan Bersubsidi Mulai Juni 2017

Posted by Admin on Agenda
PPG Prajabatan Bersubsidi Mulai Juni 2017

Semarang. Keberadaan guru profesional merupakan tuntutan dan kebutuhan yang harus diwujudkan. Terkait dengan hal tersebut, pemerintah segera menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Reguler. Demikian diungkapkan Rektor Universitas PGRI Semarang, Dr. Muhdi, S.H, M.Hum kepada Derap guru, Selasa (11/05). Dijelaskan bahwa PPG Prajabatan Reguler dibagi menjadi 2 macam, yakni PPG Prajabatan Reguler Bersubsidi dan PPG Prajabatan Reguler Mandiri.

Untuk PPG Prajabatan Reguler Bersbsidi akan memperoleh subsidi dari pemerintah sebesar Rp. 7,5 juta per semester dengan ketentuan 1,5 juta / semester untuk biaya seleksi dan pendidikan karakter. Sedangkan untuk biaya studi sebesar Rp. 6 juta/semester. Pendaftaran PPG Prajabatan Reguler Bersubsidi tahun ini mulai 8 s.d. 15 Mei, seleksi administrasi/verifikasi 12 s.d 19 Mei, Pengumuman hasil seleksi 20 Mei, Ujian Online tanggal 21 s.d 24 Mei, pengumuman hasil test online 25 Mei, seleksi minat, bakat dan kepribadian 29 s.d 30 Mei, pengumuman final 1 Juni, dan awal perkuliahan akan dimulai 5 Juni 2017.

Persyaratan

Persyaratan calon peserta PPG dijelaskan oleh Muhdi ; 1) Lulusan S1/D4 dari perguruan tinggi dengan Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) minimal B dan dari program studi terakreditasi minimal B; 2). Berusia setinggi-tingginya 28 tahun dihitung sampai dengan tanggal 31 Desember tahun pendaftaran; 3). Program studi S1/D4 linier dengan bidang studi pada program PPG; 4). Calon mahasiswa terdaftar pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI); 5). IPK minimal 3,00; 6). Bebas Napza, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari BNN atau yang berwenang; 7). Sehat jasmani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah; 8). Sehat rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit pemerintah; 9). Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan surat keterangan dari kepolisian; dan 10). Belum menikah dan bersedia tidak menikah selama mengikuti program PPG, yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai Rp 6.000,00 dan disyahkan oleh Lurah/Kepala Desa.

Selanjutnya untuk PPG Prajabatan Reguler Non Subsidi akan dilakukan pada bulan September s.d Oktober 2017 dengan persyaratan yang tidak persis sama, terutama pada batasan usia, IP dan akreditasi program studi. Dengan demikian menurut Muhdi calon peserta yang tidak diterima pada PPG Prajabatan Reguler Bersubsidi masih bisa mendaftar pada program PPG Prajabatan Reguler Non Subsidi/Mandiri. (Pur)