PGRI adalah Kekuatan Moral Intelektual

Posted by Admin on Berita
PGRI adalah Kekuatan Moral Intelektual

Karanganyar.  Setelah lama berjuang mewujudkan hak dan kesejahteraan guru, kini saatnya PGRI bicara mutu dan proesionalisme guru. Pilar utama untuk membangun pendidikan bermutu adalah guru profesional. Demikian diungkapkan ketua PGRI Jateng, Widadi saat memberikan sambutan pada Konkerkab PGRI Karanganyar tahun kedua MB XXI di pendopo bupati Karanganyar, Sabtu (8/04). “ PGRI adalah kekuatan moral intelektual untuk melakukan gerakan mutu sesuai tema Konferensi Kerja PGRI, Membangun Kesadaran Kolektif PGRI untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu,” tegas Widadi.

Kreatif dan Inovatif

Terkait dengan itu, Widadi mengingatkan bahwa sebagai pembentuk karakter anak seorang guru harus kreatif dan inovatif,” tegasnya. Ia tegasnya adanya 9 prinsip dasar yang harus dimiliki oleh guru profesional, diantaranya memiliki bakat, minat, panggilan jiwa dan idealisme, memiliki komitmen meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakqwaan, dan akhlak mulia, memiliki kompetensi yang dierlukan sesuai bidang tugas, memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan.  

Jaga Marwah Guru

Ketua Umum PB PGRI, Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd yang juga hadir pada kesempatan tersebut meminta para guru untuk fokus pada tugas profesionalnya. “PGRI yang akan terus memperjuangkan hak dan kesejahteraan guru,” tegas Unifah.

Unifah juga mengkritisi kebijakan pemerintah yang sering membuat guru-guru ketakutan. Diantaranya guru tidak dibayar TPG-nya karena tidak masuk dua hari, batas nilai lulus sertifikasi minimal 8, pelaksanan test (UKG) setiap tahun, guru ditakuti proses hukum. “Guru seharusnya diberi otonomi profesi agar berkhidmat melaksanakan tugas profesionalnya, mendidik dan membentuk karakter anak. Ia mendukung pernyataan Bupati Karanganyar yang tidak akan mempersulit guru untuk memperoleh haknya dan tugas administratif guru agar disederhanakan. (Pur)