Guru Pebelajar atau Guru Kurikulum?

Posted by Admin on Berita
Guru Pebelajar atau Guru Kurikulum?

Di era digital sekarang ini dibutuhkan pribadi yang adaptif  tidak sekedar memenuhi tuntutan kurikulum. Jika seorang guru maka guru yang siap menjadi pembimbing, pelita dan pencerah bangsa. Adapun perubahan dimulai dari perubahan cara atau pola pikir, perubahan mental. Perubahan fundamental adalah perubahan dari mental pemalas menjadi disiplin kerja keras dan belajar agar cerdas. Perubahan dari mental egois menjadi altruis, kesediaan memberi dan berkorban untuk kemuliaan hidup. Dari mental “nrimo” menjadi penumpang/penonton/penikmat menjadi mental driver/penentu/pencipta/produsen, mental pemenang. Dan semua ini dimulai dari guru yang senantiasa mau belajar. Berikut ini adalah materi pilihan dari internet sebagai sumber belajar guru, kepala sekolah dan pengawas

PKB guru dikdas

PKB guru dikmen

PKB kepala sekolah

PKB pengawas

Materinya ada tinggal kita mau belajar, mau berpikir atau tidak. Sastrawan dan filosof George Bernard Shaw mengatakan hanya 2 % manusia yang berpikir, 3 % berpikir bahwa mereka berpikir, dan 95 % lebih baik mati dari pada berpikir. Mengomentari kata-kata George Bernard Shaw tersebut pakar manajemen perubahan, Rhenald Kasali, mengatakan, hanya 2% dari seluruh guru yang benar-benar menjadi pendidik, yaitu guru yang kreatif yang membentuk manusia. Sekitar 3% sibuk menjadi administrator, dan selebihnya adalah “guru kurikulum” yang hanya menjalankan perintah dengan menyelesaikan kurikulum yang diwajibkan. Apa isi buku, itu yang diberikan.