APKS PGRI Jawa Tengah: Pengembangan Diri Sebagai Kebutuhan Guru Profesional

Posted by Admin on Agenda
APKS PGRI Jawa Tengah: Pengembangan Diri Sebagai Kebutuhan Guru Profesional

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dalam buku Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (2010), menyatakan  bahwa “Guru adalah pendidik profesional yang mempunyai tugas, fungsi, dan peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa”. Oleh karenanya  profesi guru perlu dikembangkan secara terus menerus dan proporsional sesuai jabatan fungsionalnya. Demikian diungkapkan Ketua APKS Provinsi PGRI Jawa Tengah, Drs. Agung Purwoko, M.Pd dalam release kepada Derap Guru Jateng, Rabu (20/09). Dijelaskan lebih lanjut oleh Agung, bahwa berangkat dari kerangka berpikir tersebut, guru harus mengembangkan profesinya secara terus menerus supaya bisa melaksanakan tugas, fungsi, dan perannya secara profesional. Strategi dan metode baru yang bisa dikembangkan dalam profesi guru, bisa diperoleh sejalan dengan pengembangan profesi guru secara terus menerus. Pengembangan semacam itu menjadi sangat strategis mengingat tuntutan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru sebagaimana telah diubah dengan PP nomor 19 tahun 2017, menjelaskan bahwa “Guru wajib memiliki Kualifikasi Akademik, kompetensi, Sertifikat Pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kompetensi Guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Terkait dengan hal tersebut, salah satu kompetensi kepribadian guru adalah  mengembangkan diri secara mandiri dan berkelanjutan”, tegas Agung.

Peserta Dan Nara Sumber

Selanjutnya Agung Purwoko menjelaskan, bahwa Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) melalui Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) sebagai organisasi profesi secara aktif dan proaktif mendorong dan mengupayakan peningkatan keprofesian guru melalui berbagai kegiatan. Sebagai perwujudan komitmen untuk mengembangkan keprofesian guru, dalam rangka memperingati Hari Lahir PGRI ke-72 dan Hari Guru Nasional Tahun 2017, Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah melalui APKS PGRI Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Diklat Fungsional Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Kegiatan dalam bentuk diklat Fungsional ini diikuti Pengurus APKS PGRI Provinsi Jawa Tengah dan pengurus APKS PGRI kabupaten/kota se-Jawa Tengah masing-masing 3 orang (Ketua, Sekretaris, anggota), jadi seluruhnya 116 orang.

Adapun tujuan kegiatan ini menurut Agung adalah; 1) Membekali peserta untuk dapat merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi program pengembangan kompetensi professional guru, 2) Menyiapkan peserta untuk memiliki kompetensi mengelola kegiatan pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovasi guru, dan 3) Menyusun rencana tindak lanjut pengembangan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan pada tingkat Kabupaten/Kota dan satuan pendidikan.

Kegiatan Diklat di wisma P4G kampus II Upgris Jl. Sriwijaya Semarang, 22 – 23 September 2017 dilaksanakan dengan sesi paparan. workshop, simulasi, diskusi dan evaluasi, dengan durasi 32 Jam Diklat. Fasilitator kegiatan ini adalah; 1) Ketua Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah, 2) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, 3) Ketua APKS PGRI Provinsi Jawa Tengah, 4) Prof.Dr.Tri Marhaeni,M.Pd. (UNNES), 5) Dr.Syafii,M.Pd. (UNNES)

Struktur Program

Guna mewujudkan tujuan diklat sebagaimana tersebut diatas, telah disusun struktur program sebagai berikut; 1) Kebijakan Pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, 2) Keorganisasian APKS PGRI, 3) Penilaian dan Manajemen Pengembangan Diri, 4) Penilaian dan Manajemen Publikasi Ilmiah, 5) Penilaian dan Manajemen Karya Inovasi, 6) Penulisan Artikel dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah, 7) Rencana Kerja Tindak Lanjut. Jumlah seluruhnya 30 jp. Adapun anggaran kegiatan Diklat Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini menurut Agung berasal dari kontribusi peserta dan APBO PGRI Provinsi Jawa Tengah. (Pur)