PGRI Jateng Fokus Pada Pengembangan Mutu Guru

Posted by Admin on Artikel
PGRI Jateng Fokus Pada Pengembangan Mutu Guru

Semarang, Derap Guru. Ketua Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah, Widadi, S.H menyatakan saat ini pihaknya lebih fokus pada upaya peningkatan dan pengembangan mutu profesi guru.  Hal itu diungkapkan Widadi kepada Derap Guru Jateng di kantornya beberapa waktu lalu.

“Setelah lama kita berjuang keras untuk kesejahteraan dan perlindungan guru, kini PGRI lebih fokus pada upaya peningkatan dan pengembangan mutu profesi guru,” jelasnya

Dijelaskan oleh Widadi bahwa peningkatan dan pengembangan mutu profesi guru merupakan tuntutan masyarakat setelah mereka melihat kesejahteraan guru meningkat melalui program Sertifikasi dan Tunjangan Profesi Guru. Sertifikasi dan Tunjangan Profesi Guru itu lahir berkat perjuangan PGRI melalui UU Guru Dan Dosen.

Gerbang Kalam Guru

Lebih lanjut Widadi menyatakan pihaknya kini mendorong guru-guru untuk mengikuti kegiatan pelatihan penulisan dan penerbitan buku yang ia beri nama gerakan pengembangan atau “Gerbang Kalam Guru”. PGRI Jawa Tengah telah membentuk Tim yang akan membantu para guru untuk bisa menulis dan menerbitkan buku. Kepada pengurus Kabupaten/Kota PGRI Se Jawa Tengah diharapkan bisa menyelenggarakan kegiaan tersebut seperti yang sudah dilakukan di PGRI Kab. Wonogiri beberapa waktu lalu. Widadi berkeinginan menyelenggarakan festival guru menulis dan pada peringatan HUT Ke-73 PGRI dan HGN 2018 dapat di-Launching 1000 buku karya para guru. 

Ketua APKS PGRI Jawa Tengah, Drs. Agung, M.Pd mengakui saat ini pihaknya sedang menjalankan program terpadu untuk penguatan profesi guru yang di beri nama “Gerbang Kalam Guru”. Agung berpendapat bahwa menulis itu Fitrahnya manusia. Ia meyakini guru-guru itu punya potensi untuk menulis. Agung ingin membangkitkan potensi para guru melalui program terpadu yang diawali dengan kegiatan workshop, pelatihan menulis dan menerbitkan buku. Diawali dari Kabupaten Wonogiri yang diikuti oleh 276 peserta dan dari jumlah itu setelah dievaluasi ada 179 peserta yang sudah siap dengan judul buku, outline dan kata pengantar. Agung mengaku akan membantu mereka untuk bisa menulis menjadi buku dan diterbitkan dengan ISBN. Dijelaskan oleh Agung bahwa dalam kegiatan PKB buku itu bisa menjadi media publikasi ilmiah dan karya inovatif yang sangat bermanfaat bagi guru.

Pahala Terus Mengalir

Drs. Jumanto, M.Pd, praktisi pendidikan dan penulis buku saat diminta pendapatnya tentang problem apa yang sering dihadapi guru dalam penulisan buku menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada kesulitan bagi guru untuk menulis buku. Jumanto yang telah banyak menulis buku ini juga mengungkapkan potensi para guru untuk bisa menulis buku sangat besar. Ia pun meyakini, problem menulis bagi guru adalah kemauan bukan kemampuan. Untuk itu Jumanto mengaku siap membantu para guru yang mau berlatih menulis buku.

Jika teknis penerbitan dan pengurusan ISBN dianggap problem, sekarang PGRI Jawa Tengah sudah siap membantu untuk itu. Jadi tidak ada kesulitan apapun sebenarnya bagi guru.

“Ilmu yang ditulis dalam bentuk buku dan dibaca banyak orang, maka selain ilmunya bermanfaat bagi orang banyak, penulisnya juga akan mendapat pahala yang terus mengalir,” jelas Jumanto. (pur)