Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Kendal Tahun IV

Posted by Admin on Berita
Konferensi Kerja PGRI Kabupaten Kendal Tahun IV

Kendal, Derap Guru. Salah satu agenda penting organisasi PGRI adalah menyampaikan laporan pelaksanaan program kerja selama satu tahun dan menyusun program kerja untuk satu tahun berikutnya. Mekanisme penyampaian laporan dan penyusunan program kerja itu secara organisatoris disampaikan dalam Konferensi Kerja. Ini adalah mekanisme pertanggung jawaban pengurus kepada anggota yang dilakukan secara berjenjang. Demikian diungkapkan Ketua Kabupaten PGRI Kendal, Wahadi, M.Pd dalam Konferensi Kerja Kabupaten PGRI Kendal tahun keempat MB XXI di gedung PGRI setempat, Sabtu  (29/09). Sehubungan dengan hal tersebut, Wahadi meminta semua cabang di wilayah kabupaten Kendal juga menggelar Konferensi Kerja Cabang sesuai ketentuan organisasi.

Tahun Politik

Wahadi selanjutnya mengingatkan agar di tahun politik ini kita berhati-hati karena berdasar pengalaman masa lalu ada guru di kendal yang terkena persoalan hukum karena dinilai melanggar peraturan perundangan yang ada. Guna menjaga dan meningkatkan soliditas organisasi Wahadi mengungkapkan keinginannya agar para guru/anggota PGRI se Kabupaten Kendal memakai seragam PGRI setiap hari Sabtu. 

Widadi, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya mengungkapkan adanya keputusan Konkernas PGRI tentang pengunduran waktu pelaksanaan Kongres XXII yang semestinya tahun 2018 diundur menjadi tahun 2019. Dengan demikian pelaksanaan Konferensi Provinsi, Konferensi kabupaten/kota juga diundur. Setelah diharapkan pelaksanaan forum organisasi dan program kerja dapat berjalan tertib sesuai AD/ART PGRI.

Perlindungan Guru 

Pada kesempatan itu Widadi mengungkapkan bahwa dalam upaya memberikan perlindungan kepada para guru telah diselenggarakan FGD tentang Penyusunan RPP Perlindungan Guru dan Dosen. FGD bertempat di Grand Candi Hotel Semarang, 20 September 2018 terselenggara berkat kerja sama PGRI, UNDIP dan UPGRIS. Kegiatan yang dibiayai sepenuhnya oleh UNDIP itu menghadirkan banyak pihak seperti Komnas HAM, Komnas Perlindungan Anak, Kemendikbud, Kejaksaan, Kepolisian, PGRI, perwakilan para guru dan dosen.

Widadi selanjutnya mengingatkan para pengurus tentang tujuan dibentuknya PGRI dan mengapa kita harus ber PGRI. Alasan kita bergabung dalam PGRI tak ubahnya sebuah Proposal yang harus ditindak lanjuti dengan usaha untuk menjadikan PGRI kita semakin maju dan bermanfaat bagi anggota.

Kebersamaan 

Kepala Dinas Pendidikan dab Kebudayaan Kabupaten Kendal, Agus Rifa’i, M.Pd dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya hidup guyub, rukun dan menjaga kebersamaan. Ia berharap semua bekerja dengan ikhlas dan rela atau dengan semboyan AIR (aku iklhas, dan rela). Diungkapkan juga oleh Agus Rif’i bahwa PGRI adalah alat perjuangan bagi guru. Karena itu diharapkan para guru memanfaatkan PGRI sebagai wadah/alat untuk menyampaikan berbagai aspirasi guru.

?Cabang Terbaik

Konferensi Kerja diikuti oleh 90 orang terdiri dari pengurus provinsi, pengurus kabupaten dan perwakilan dari seluruh cabang PGRI se kabupaten Kendal masing-masing 3 orang. Nampak hadir juga Waka Kemenag, Muslikhan. Pada kesempata itu diserahkan juga hadiah kepada 3 orang ketua Cabang yang dinyatakan sebagai pengelola cabang terbaik tahun 2017. Secara berurutan sebagai cabang terbaik 1, 2 dan 3 adalah; 1) Kaliwungu (Abdul hayyi), 2) Patean (Muridi), 3) Plantungan (Adi Siswanto). Menurut Bendahara PGRI Kabupaten Kendal, Nur Hidayat, S.IP, MA penilaian terbaik itu berdasarkan kriteria tertib administrasi dan keuangan selama tahun 2017. (pur)

Kendal, Derap Guru. Salah satu agenda penting organisasi PGRI adalah menyampaikan laporan pelaksanaan program kerja selama satu tahun dan menyusun program kerja untuk satu tahun berikutnya. Mekanisme penyampaian laporan dan penyusunan program kerja itu secara organisatoris disampaikan dalam Konferensi Kerja. Ini adalah mekanisme pertanggung jawaban pengurus kepada anggota yang dilakukan secara berjenjang. Demikian diungkapkan Ketua Kabupaten PGRI Kendal, Wahadi, M.Pd dalam Konferensi Kerja Kabupaten PGRI Kendal tahun keempat MB XXI di gedung PGRI setempat, Sabtu  (29/09). Sehubungan dengan hal tersebut, Wahadi meminta semua cabang di wilayah kabupaten Kendal juga menggelar Konferensi Kerja Cabang sesuai ketentuan organisasi.

Tahun Politik

Wahadi selanjutnya mengingatkan agar di tahun politik ini kita berhati-hati karena berdasar pengalaman masa lalu ada guru di kendal yang terkena persoalan hukum karena dinilai melanggar peraturan perundangan yang ada. Guna menjaga dan meningkatkan soliditas organisasi Wahadi mengungkapkan keinginannya agar para guru/anggota PGRI se Kabupaten Kendal memakai seragam PGRI setiap hari Sabtu. 

Widadi, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya mengungkapkan adanya keputusan Konkernas PGRI tentang pengunduran waktu pelaksanaan Kongres XXII yang semestinya tahun 2018 diundur menjadi tahun 2019. Dengan demikian pelaksanaan Konferensi Provinsi, Konferensi kabupaten/kota juga diundur. Setelah diharapkan pelaksanaan forum organisasi dan program kerja dapat berjalan tertib sesuai AD/ART PGRI.

Perlindungan Guru 

Pada kesempatan itu Widadi mengungkapkan bahwa dalam upaya memberikan perlindungan kepada para guru telah diselenggarakan FGD tentang Penyusunan RPP Perlindungan Guru dan Dosen. FGD bertempat di Grand Candi Hotel Semarang, 20 September 2018 terselenggara berkat kerja sama PGRI, UNDIP dan UPGRIS. Kegiatan yang dibiayai sepenuhnya oleh UNDIP itu menghadirkan banyak pihak seperti Komnas HAM, Komnas Perlindungan Anak, Kemendikbud, Kejaksaan, Kepolisian, PGRI, perwakilan para guru dan dosen. Widadi selanjutnya mengingatkan para pengurus tentang tujuan dibentuknya PGRI dan mengapa kita harus ber PGRI. Alasan kita bergabung dalam PGRI tak ubahnya sebuah Proposal yang harus ditindak lanjuti dengan usaha untuk menjadikan PGRI kita semakin maju dan bermanfaat bagi anggota.

Kebersamaan 

Kepala Dinas Pendidikan dab Kebudayaan Kabupaten Kendal, Agus Rifa’i, M.Pd dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya hidup guyub, rukun dan menjaga kebersamaan. Ia berharap semua bekerja dengan ikhlas dan rela atau dengan semboyan AIR (aku iklhas, dan rela). Diungkapkan juga oleh Agus Rif’i bahwa PGRI adalah alat perjuangan bagi guru. Karena itu diharapkan para guru memanfaatkan PGRI sebagai wadah/alat untuk menyampaikan berbagai aspirasi guru.

Cabang Terbaik

Konferensi Kerja diikuti oleh 90 orang terdiri dari pengurus provinsi, pengurus kabupaten dan perwakilan dari seluruh cabang PGRI se kabupaten Kendal masing-masing 3 orang. Nampak hadir juga Waka Kemenag, Muslikhan. Pada kesempata itu diserahkan juga hadiah kepada 3 orang ketua Cabang yang dinyatakan sebagai pengelola cabang terbaik tahun 2017. Secara berurutan sebagai cabang terbaik 1, 2 dan 3 adalah; 1) Kaliwungu (Abdul hayyi), 2) Patean (Muridi), 3) Plantungan (Adi Siswanto). Menurut Bendahara PGRI Kabupaten Kendal, Nur Hidayat, S.IP, MA penilaian terbaik itu berdasarkan kriteria tertib administrasi dan keuangan selama tahun 2017. (pur)