BPR Guru Jateng Resmi Beroperasi

Posted by Admin on Berita
BPR Guru Jateng Resmi Beroperasi

Perjuangan panjang Pengurus PGRI Jawa Tengah dan segenap jajarannya dalam upaya mendirikan Bank Perkreditran Rakyat (BPR) Guru Jateng akhirnya  terwujud.  Berdasarkan surat Bank Indonesia nomor 15/328/DPIP tanggal 17 Desember 2013 tentang persetujuan prinsip pendirian PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Guru Jateng dan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan dalam surat nomor 20/KDK.03/2014 tanggal 30 Oktober 2014 tentang Pemberian Izin Usaha PT Bank Perkreditan Rakyat Guru Jateng maka secara legal PT Bank Perkreditan Rakyat Guru Jateng dapat segera beroperasi menjalankan kegiatan usahanya. Demikian diungkapkan Komisaris Utama BPR Guru Jateng, H. Sakbani, S.Pd, M.H.

Sakbani yang juga Bendahara PGRI Jawa Tengah selanjutnya menjelaskan, bahwa Grand Opening yang menandai beroperasinya Bank tersebut dilakukan pada hari Kamis, 18 Desember 2014 di kantor Pusat BPR Guru Jateng, Jl. Lontar nomor 1 (Sidodadi Timur) Semarang. Setelah beroperasinya Bank tersebut diharapkan para pengurus PGRI Jawa Tengah, pengurus PGRI Kabupaten/kota, Cabang dan  Ranting beserta seluruh anggota, para guru, karyawan pendidikan, dan masyarakat umum diharapkan segera menjadi nasabah dengan memanfaatkan program tabungan dan deposito ataupun jasa pelayanan kredit.

Jenis Layanan

Dijelaskan oleh Sakbani, bahwa selain membuka program deposito dan tabungan, BPR Guru Jateng memberikan layanan kredit usaha mikro, kecil dan menengah. Berapa jumlah pinjaman yang bisa dilayani? "Sampai ratusan juta pun bisa, sepanjang memenuhi persyaratan dan kemampuan untuk mengangsur", jelasnya. Saat ditanya berapa bunga atau jasa pinjamannya? Kepada masyarakat umum akan diberlakukan minimal sama dengan BPR lain dan khusus kredit untuk guru sebagai mitra usaha akan diberikan bunga seperti bank umum. Tentang besarannya berapa dikatakan oleh Sakbani akan ditentukan melalui rapat pemegang saham, segera setelah Grand Opening.   

Modal Usaha

Modal awal berdirinya BPR Guru Jateng adalah uang sebesar 10 M yang 90% berasal dari "Daspen PGRI" sebagai pemegang saham pengendali (PSP) dan YPLP PT PGRI sebesar 10%. Dengan modal awal sebesar itu menurut Sakbani, BPR Guru Jateng tidak akan kesulitan untuk melayani nasabah. Dan diharapkan nasabahnya akan semakin besar sehingga pertumbuhan dan perkembangan BPR Guru Jateng makin pesat untuk memperkokoh keberadaan PGRI sebagai organisasi profesi, organisasi perjuangan dan organisasi ketenaga kerjaan para guru. Sakbani mentargetkan dalam waktu 1,5 tahun BPR Guru Jateng akan mencapai BEP dari biaya pra pendirian sebesar 1,3 M.

Komisaris dan Direksi

BPR Guru Jateng saat ini diurus atau dikelola oleh Komisaris Utama (H. Sakbani, S.Pd, M.H), Komisaris (Achmadi), Direksi Utama (Risyanto Taslani, S.E), dan Direksi (Bondan Doyo Kanigoro). Semua komisaris dan direksi telah memiliki Certificate of Rule Bank Director (CRBD) sebagai salah satu persyaratan penting untuk bisa mengelola Bank. Selain itu juga telah memiliki 11 orang karyawan/karyawati yang telah lolos seleksi dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada para nasabah.

Diungkapkan oleh Sakbani, saat ini banyak daerah sudah menyatakan berminat membuka cabang. Karena itu ia meminta pengurus kabupaten/kota yang hendak membuka cabang untuk bersabar sementara waktu karena sesuai ketentuan setelah beroperasi Bank harus dinilai kesehatannya oleh BI dan jika memenuhi persyaratan paling cepat tahun 2016 baru bisa membuka cabang. 

Yang terpenting saat ini menurut Sakbani adalah bersama-sama kita dukung dan kita tumbuh kembangkan BPR Guru Jateng untuk kepentingan para guru/anggota PGRI dan organisasi PGRI. Mari kita sosialisasikan moto, "SEJAHTERA BERSAMA BPR GURU JATENG". "Semoga bantuan dan partisipasi saudara semuanya dapat menambah catatan amal baik dan memperoleh balasan dari Allah Swt," jelasnya. (d4)