Gubernur Minta PGRI dan Dinas Pendidikan Siapkan Perubahan

Posted by Admin on Pengumuman
Gubernur Minta PGRI dan Dinas Pendidikan Siapkan Perubahan

Semarang, Derap Guru. Gelar Peringatan HUT Ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional Tahun 2018 PGRI Jawa Tengah telah berakhir dengan puncak acara di Balairung Universitas PGRI Semarang, 8 Desember 2018. Bersamaan dengan berakhirnya tahun 2018 kita segera menyongsong tahun baru 2019. Apa yang telah kita kerjakan di tahun 2018 menjadi catatan dan referensi perubahan program tahun 2019.

Guru Penggerak Perubahan

Ketua PGRI Jawa Tengah Widadi mengatakan, pihaknya kini telah melakukan gerakan guru-guru di Jawa Tengah untuk menulis buku dan melakukan inovasi pembelajaran. Gerakan itu ia namakan “Gerbang Kalam Guru”. Terkait dengan itu, pada momentum peringatan HUT Ke-73 PGRI dan Hari Guru Nasional tahun 2018 PGRI Provinsi Jawa Tengah juga mengadakan lomba guru menulis dan inovasi pembelajaran (Inobel) dan pada puncak peringatan HUT ke-73 PGRI di Jawa Tengah dilakukan Launching dan Pameran Buku Karya Guru. Dalam gelar lomba yang sama di tingkat nasional delegasai PGRI Jawa Tengah juga menorehkan prestasi membanggakan. Juara tingkat provinsi berhasil meraih juara di tingkat nasional.

Sesuai tema HUT ke–73 PGRI dan HGN 2018, “Wujudkan Guru Sebagai Penggerak Perubahan Menuju Indonesia Cerdas Berkualitas Dalam Refolusi Industri 4.0”, Widadi mengaku PGRI Jawa Tengah terus berupaya menggerakkan para guru untuk belajar, berkreasi, berinovasi, dan beradaptasi supaya mereka bisa menjadi penggerak perubahan. Mantan kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah ini mengakui itu bukan hal yang mudah tetapi harus dilakukan. Dijelaskan, guru adalah pekerjaan yang sulit dan berat. Guru saat ini adalah produk pendidikan masa lalu, mendidik anak zaman ini yang harus siap hidup di masa depan. “Inovasi merupakan hal mutlak yang harus dilakukan guru terlebih untuk menyiapkan generasi yang siap menjalani hidup di masa revolusi industri 4.0”.

Gubernur Gandeng PGRI

Terkait dengan program pemerintah provinsi Jawa Tengah khususnya dalam bidang pendidikan, gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta PGRI Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk menyiapkan perubahan yang revolutif menghadapi revolusi industri 4.0. Gubernur mengaku ingin all out mengurus pendidikan di provinsi Jawa Tengah yang ia pimpin. Demikian diungkapkan gubernur saat berbicara penuh semangat di depan para guru yang hadir pada puncak acara peringatan HUT Ke-73 PGRI dan HGN 2018 PGRI Jawa Tengah di Balairung Upgris, Sabtu (8/12).

"Saya minta PGRI Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah untuk menyiapkan perubahan yang revolutif menghadapi revolusi industri 4.0. Saya ingin gila-gilaan mengurus pendidikan. Makin hari makin bisa kita perbaiki kondisi pendidikan kita. Kita dorong SDM kita terus berkembang," kata Ganjar. 

Pada periode kepemimpinan kedua ini Ganjar yang berpasangan dengan Taj Yasin Maimoen menyatakan ingin menggencarkan program pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan sektor pendidikan sebagai fokusnya. Hal tersebut menurut Ganjar sejalan dengan program yang diusung Presiden Jokowi saat ini. Untuk itu gubernur minta Pengurus PGRI Jawa Tengah memberikan masukan apa saja yang harus dilakukan untuk membenahi persoalan pendidikan di provinsi ini. 

Gubernur Ganjar Pranowo yang baru saja menengok para siswa yang magang di Jepang, Jerman, dan sejumlah Negara mengaku mendapat banyak masukan tentang apa yang harus dilakukan untuk menyiapkan pendidikan yang bisa menjawab tantangan dan sesuai kebutuhan. Untuk itu anak-anak harus diarahkan sesuai dengan potensinya mau melanjutkan kemana, SMA atau SMK. Kalau mau lulus langsung bekerja masuklah ke SMK, karena itu SMK harus benar dalam menyiapkan lulusannya untuk masuk ke dunia kerja. Gubernur mengungkapkan anak-anak kita yang magang diluar negeri itu sesungguhnya tidak kalah dengan anak dari Negara lain.

"Maka kurikulum mesti dibicarakan, cara mengajar harus lebih menarik, fasilitas harus ada. Tugas kita sekarang ayo konsentrasi. Saya senang PGRI Jawa Tengah telah menyelenggarakan lomba-lomba guru menulis dan inovasi pembelajaran (Inobel) dan sekarang sudah jadi buku," katanya. 

Buku kumpulan inovasi pembelajaran dari guru-guru di Jawa Tengah itulah, kata Ganjar jadi modal awal merevolusi sistem pendidikan yang lebih menyenangkan. Selain juga bakal menjadi harta bagi dunia pendidikan sebagai literatur inspiratif. Berbekal buku itu menurut Ganjar bakal bisa dirumuskan satu sistem perbaikan pendidikan. 

"Saya istilahkan merevolusi sistem pendidikan. Selain itu akan ada semacam laboratorium pusat pendidikan dan pelatihan yang akan kita bangun. Nanti kita carikan yang dibutuhkan fasilitasnya apa, mereka kawan-kawan guru ini sudah punya metodenya," katanya. Yang di Jakarta kemarin, kata Ganjar, sudah ada metode pembelajaran dengan melakukan video conference dengan banyak negara di Eropa. Gurunya ngomong muridnya juga ikut belajar termasuk robotik yang dibuat di sana.  "Ini cara yang sangat menarik, saya ingin di Jawa Tengah dibuat itu," katanya. (pur)