Sosialisasi PGRI kepada Anggota

Posted by Admin on Berita
Sosialisasi PGRI kepada Anggota

Dalam rangka melaksanakan hasil Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) II PGRI dan Konferensi Kerja Provinsi PGRI Jawa Tengah Tahun Pertama Masa Bakti XXI khususnya tentang program kerja organisasi serta Yayasan Dana Setiakawan Guru Jawa Tengah maka Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah akan menyelenggarakan Sosialisasi terkait hal tersebut kepada seluruh anggota di kabupaten/kota se Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut telah diinformasikan kepada pentgurus kabupaten/kota PGRI se Jawa Tengah melalui surat Nomor 90/Org/JTE/XXI/2015 tanggal 4 April 2015.  Sekretaris Umum PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, S.H, M.Hum menjelaskan, bahwa Sosialisasi hasil Konkernas II PGRI, Hasil Konferensi Kerja Provinsi PGRI Jawa Tengah Tahun Pertama Masa Bakti XXI, dan Yayasan Dana Setiakawan Guru Jawa Tengah diselenggarakan di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah  sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Peserta sosialisasi terdiri dari; Pengurus PGRI kabupaten/kota, Pengurus Cabang, Pengurus Ranting, dan kepala Sekolah dengan jumlah yang telah disepakati oleh masing-masing kabupaten/kota. Diharapkan peserta yang telah mengikuti sosialisasi dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada anggota lain di wilayahnya. 

Perjuangan PGRI

Terkait materi sosialisasi dijelaskan secara singkat oleh Muhdi diantaranya meliputi; perjuangan PGRI untuk kepentingan guru dan kemajuan pendidikan. PGRI juga berupaya agar pemerintah segera melakukan revisi terhadap PP nomor 74 tahun 2008 tentang guru. Hal yang terkait dengan usulan tersebut antara lain agar kewajiban mengajar bagi guru tidak 24 jam tetapi 18 jam. GTT dan Guru Wiyata Bakti yang selama ini tidak bisa ikut sertifikasi, melalui perubahan PP tersebut diusulkan untuk bisa ikut sertifikasi, dsb. Selain itu PGRI terus berjuang agar ada peraturan tentang penghasilan minimum bagi guru tidak tetap (GTT) dan guru wiyata bakti serta guru non PNS pada umumnya.

Terkait dengan tunjangan profesi (TPG(, PGRI terus berjuang agar  TPG dibayar melekat dengan gaji. Selain itu, diusulkan pula agar pemerintah segera mengangkat guru baru untuk memenuhi kebutuhan guru di berbagai daerah. Selanjutnya guru bantu yang tidak mungkin diangkat menjadi PNS agar tetap memperoleh jaminan kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik.

Dualisme kurikulum pendidikan yang ada saat ini juga menjadi persoalan yang diusulkan kepada pemerintah untuk segera diselesaikan karena kalau terlalu lama tentu akan menimbulkan persoalan yang kurang baik dalam upaya peningkatan mutu pendidikan secara umum.

Program Peningkatan Profesionalisme Guru melalui kemampuan menulis karya ilmiah juga menjadi bahan yang disosialisasikan pengurus PGRI kepada para anggota. Seperti diketahu, kni banyak guru pada golongan tertentu mengalami kesulitan naik pangkat karena rendahnya kemampuan menulis dan membuat karya ilmiah maka PGRI berupaya untuk membantu para guru.

Rekrutmen anggota

Untuk memenuhi ketentuan pasal 41 ayat (3) tentang kewajiban guru menjadi anggota organisasi profesi, maka diharapkan guru yang belum menjadi anggota PGRI segera mendaftar menjadi anggota PGRI. Dijelaskan oleh Muhdi, bahwa pendaftaran anggota PGRI saat ini bisa dilakukan secara on line. Selanjutnya, Sekretaris PGRI Jawa Tengah yang juga Rektor Universitas PGRI Semarang itu mengajak para guru untuk meningkatkan rasa kesetiakawanan sosial dan solidaritasnya. Karena itu anggota PGRI yang belum menjadi anggota Daspen diharapkan segera masuk menjadi anggota Daspen. 

Upaya perlindungan hukum dan perlindungan profesi bagi guru juga menjadi bahan sosialisasi. Untuk itu, diharapkan para guru dapat melaksanakan tugas profesionalnya dan melaksanakan kode etik guru sehingga terhindar dari jeratan hukum. Materi ini akan disampaikan dalam sesi penegakan kode etik oleh Dewan Kehormatan Guru dan upaya pelindungan hukum oleh LKBH PGRI.

Materi terakhir ia sampaikan, segenap pengurus PGRI dan para guru diharapkan mendukung keberhasilan BPR Guru Jateng sebagai lembaga usaha PGRI Jawa Tengah dan juga diharapkan berlangganan majalah Derap Guru Jateng sebagai media komunikasi organisasi dan media pendidikan. (d4)