Fasilitasi PKB Guru, PGRI Jateng Gandeng Suara Merdeka

Posted by Admin on Slider
Fasilitasi PKB Guru, PGRI Jateng Gandeng Suara Merdeka

Segenap Pengurus Provinsi PGRI Jateng yg dikomandani Ketuanya Dr.H Muhdi SH M.Hum melakukan anjangsana bersilaturahmi ke Kantor Redaksi Suara Merdeka di Jl. Kawi Semarang, Selasa (12/11).

Silaturahmi diawali dengan memperkenalkan segenap Pengurus Provinsi PGRI Jateng masa bhakti XXII. Selanjutnya Ketua Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah Dr.H.Muhdi SH M.Hum mengungkapkan, dengan jumlah anggotamya sekitar 250 ribu guru pada kepengurusan masa bakti XXII ini menyatakan lebih fokus pada upaya pengembangan mutu profesi para guru. 

Muhdi menjelaskan, salah satu upaya untuk mewujudkannya adalah dengan membangun Smart Learning and Character Center (SLCC) yang saat ini baru dimiliki oleh PGRI Jawa Tengah dan PB PGRI.

Muhdi menambahkan, melalui APKS PGRI, SLCC ini diharapkan mampu mengembangkan mutu profesi para guru dan sekaligus juga membantu para guru bagaimana membangun karakter siswa sesuai tuntutan perkembangan zaman. "Di era milenial ini membangun karakter anak itu tidak mudah, apalagi  jika orang tua dan masyarakat tidak mendukung untuk itu. Bahkan guru yang melakukan tindakan dengan tujuan yang baik untuk mendisiplinkan anak pun bisa dipersoalkan jika tidak didukung orang tua", jelasnya. 

Mengutip pendapat Mendikbud Nadim Makarim, Muhdi yg juga Rektor  UPGRIS menyatakan bahwa teknologi tidak akan menggantikan peran guru dalam mendidik anak-anak, utamanya dalam membangun karakter anak. Generasi Unggul hanya bisa disiapkan oleh guru yang capable dan sejahtera. Karena itu peran utamanya tetap berada pada kemampuan para guru. 

Muhdi selanjutnya megungkapkan bahwa persoalan pendidikan bukan hanya tanggung jawab para guru tetapi juga orang tua dan masyarakat. Terkait dengan itu Muhdi berharap Suara Merdeka turut membantu menyuarakan pentingnya peran orang tua dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan bermutu dan didalamnya termasuk membangun karakter anak. Muhdi juga berharap Suara Merdeka bersinergi dan bekerja sama dengan PGRI dalam bidang publikasi tulisan para guru. 

Sementara itu, wakil Ketua PGRI Jateng, Dr. Bunyamin, M.Pd mengungkapkan bahwa mendidik anak-anak saat ini berbeda denagan 2 tahun yang lalu saat dirinya menjadi guru SMK. Dikatakan saat itu guru lebih leluasa dalam mendisiplinkan siswa tetapi guru saat ini tidak bisa seperti dulu. Karena itu Suara Merdeka diharapkan turut menyuarakan pentingnya perlindungan terhadap guru dalam menjalankan profesinya sebagai pendidik. 

Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Gunawan Permadi didampingi dua wakil pemimpin Redaksi Triyanto Triwikromo dan Agus Toto Widyatmoko mengaku sangat bahagia menerima kehadiran Pengurus PGRI Jawa Tengah. Apalagi dalam rombongan itu ada juga gurunya saat di SMAN 3 Semarang, Drs. Sarju Maheri yang diingatnya cukup keras dalam mendisiplinkan para siswa. Mas Gun, begitu pak Muhdi memanggilnya merasa tersanjung didatangi para guru yang tergabung dalam Pengurus PGRI Jawa Tengah. Karena itu Mas Gun mengaku siap menjalankan apa yang "diperintahkan" PGRI.

 Triyanto secara spontan sangat terinspirasi dengan kehadiran pengurus PGRI tersebut dan mengaku dalam waktu dekat akan segera menulis tiga buku terkait kehidupan para guru. Selanjutnya merespon perminntaan wakil Ketua PGRI Jateng Adi Prasetyo agar Suara Merdeka memberikan ruang khusus bagi guru dan memuat tulisan guru dalam rubrik Wacana Nasional, Gunawan dan Triyanto mengusulkan adanya kegiatan workshop untuk menyiapkan guru-guru yang akan mengisi tulisan di Suara Merdeka. 
Sekum PGRI Jateng, Aris Munandar berharap kerja sama PGRI dengan Suara Merdeka ini nantinya bisa menjangkau dan memberi manfaat bagi guru-guru anggota PGRI yang ada di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.  Aspirasi lain juga disampaikan oleh Fahrurrazi dan Budi Santoso. (Pur/ Wis)