SLCC, Bukti PGRI Jateng adalah Organisasi Profesi

Posted by Admin on Pengumuman
SLCC, Bukti PGRI Jateng adalah Organisasi Profesi

Memperingati HUT Ke 74 PGRI dan HGN 2019,  Pengurus PGRI Jateng menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Pembelajaran Digital di Ruang Smart Learning and Character Center (PGRI Jateng SLCC), Sabtu (16/11). Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua PGRI Jateng, Dr. Bunyamin, M.Pd dan dihadiri pula oleh sejumlah Pengurus Provinsi PGRI Jateng yang lain.

Ketua Panitia Drs. Agung Purwoko, M.Pd melaporkan bahwa kegiatan ini adalah yang pertama menggunakan fasilitas digital di Ruang Smart Learning and Character Center PGRI Jawa Tengah. Untuk tahap awal (16-17 Nov) kegiatan ini diikuti 40 peserta. Agung yang juga Ketua Biro Pengembangan Profesi PGRI Jateng ini mengungkapkan pelatihan ini dimaksudkan untuk membekali kemampuan profesional para guru dengan pembelajaran berkarakter berbasis teknologi informasi. Diharapkan, ini akan terus berlanjut bukan hanya di PGRI Provinsi Jawa Tengah tetapi juga di seluruh kabupaten/kota.

SDM Unggul, Indonesia Maju

Wakil Ketua PGRI Jateng, Dr. Bunyamin, M.Pd saat membuka kegiatan tersebut mengungkapkan, PGRI Provinsi Jateng mendorong kemampuan profesional para guru melalui fasilitas digital, PGRI Jateng Smart Learning and Character Center (SLCC).

Dikatakan, menyiapkan guru professional itu harus memenuhi sejumlah kriteria dari dimensi guru profesional yang memiliki kompetensi kepribadian, profesional, kependidikan, sosial, sertifikat pendidik, program induksi, dan program pengembangan keprofesian berkelanjutan.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang ini menjelaskan, bahwa dimensi guru profesional saat ini banyak menemui kendala antara lain; harus terpenuhinya jam mengajar minimal 24 jam, sapras yang terbatas, dan tugas administrasi “sangat banyak dan memberatkan”.

Bunyamin menandaskan, persoalan itu harus dipecahkan, dan melalui pelatihan ini, para guru harus mampu menciptakan generasi penerus dengan SDM unggul untuk Indonesia maju. “Guru harus melakukan invensi dan inovasi dalam pembelajaran”. Hal ini otomatis akan memberikan nilai tambah bagi guru. Dan akhirnya guru akan memiliki nilai jual. Kata kunci dari semua itu, marilah kita semua bergerak bersama melakukan inovasi dan invensi demi menciptakan SDM unggul untuk Indonesia maju”, tegas Bunyamin.

Dr. Bunyamin Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah

Kompeten dan Berkarakter

Ditempat terpisah, saat diminta pendapat tentang kegiatan tersebut, Ketua PGRI Jateng Dr. Muhdi, S.H, M.Hum mengatakan, PGRI Jateng - Smart Learning and Character Center (SLCC) menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas dan fungsi PGRI sebagai organisasi profesi. Terlebih dengan fokusnya Mendikbud untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter, yang sangat tergantung dari gurunya.

“Untuk itu PGRI Jateng akan fokus mengembangkan keprofesian guru melalui berbagai kegiatan diantaranya adalah diklat-diklat yang dilaksanakan melalui PGRI Jateng SLCC, dengan APKS PGRI sebagai garda terdepan”, tandas Muhdi.

Sistem Pembelajaran Digital

Para peserta pelatihan nampak antusias mengikuti kegiatan di Ruang PGRI Jateng SLCC dengan Trainer berkelas nasional yang juga Wakil Sekretaris PGRI Jateng, Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd, M.Si.

Kepada Derap Guru, Dr Saptono menjelaskan, pelatihan terutama diarahkan pada teknis pengelolaan mengajar dan standar proses dengan berbagai program digital. Hasil akhir atau output pelatihan ini guru mampu menyederhanakan sistem pengelolaan pembelajaran melalui  program digitalisasi pembelajaran.

Pelatihan tanggal 16 November 2019 berakhir pukul 15.50 dan ditutup oleh Wakil Bendahara PGRI Jateng, Muslih S.Pd., M.Acc. Muslih berharap para peserta dapat memanfaatkan ilmu yang didapat dan meneruskan kepada guru-guru lain diwilayah masing-masing.

Dari hasil evaluasi para peserta hampir semuanya menyatakan sangat puas atas penyajian materi pelatihan oleh trainer. Ada juga masukan terkait pelatihan diantaranya, diadakan kembali pelatihan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan TIK dalam pembelajaran, waktunya ditambah lagi, ditambah aplikasi yang lain lagi untuk membantu guru dalam pembelajaran, materi pelatihan dimulai dari awal atau dasar sehingga materi dapat terkuasai dengan optimal, dan PGRI diharapkan sering mengadakan pelatihan uutuk peningkatan kompetensi pembelajaran. (pur)