Guru Harus Mampu Menyiapkan Diri Untuk Berubah

Posted by Admin on Slider
Guru Harus Mampu Menyiapkan Diri Untuk Berubah

Dari Talkshow Ketua Asosiasi Profesi Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Jateng di TVRI Semarang.

Semarang, Infokom PGRI Jateng. Ketua APKS-PGRI Jateng Drs. Agung Purwoko, M.Pd. menyatakan, misi APKS yang utama sebenarnya untuk mempertajam visi pengembangan keprofesian guru. Oleh larena itu, Dia menegaskan, guru harus mampu menyiapkan dirinya untuk berubah. Karena guru mendidik siswa yang tidak diketahui jenis pekerjaan setelah lulus. Kemampuan berkolaborasi, berpikir kritis dan kreatif harus dilatihkan secara terus-menerus kepada siswa.

Drs. Agung Purwoko, M.Pd membuka Pelatihan Digitalisasi Pengelolaan Pembelajaran

Demikian penegasan Drs. Agung Purwoko MPd yang juga selaku Ketua Biro Pengembangan Profesi PGRI Provinsi Jateng saat acara dialog interaktif yang disiarkan langsung dari studio TVRI Semarang, Senin (18/11).

Selanjutnya Agung Purwoko menerangkan, teknologi digital sudah menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat kita, khususnya di bidang pendidikan. Secara umum keberadaan tablet, smartphone, netbook, dan PC bukanlah hal baru lagi bagi guru.

Baca juga : PGRI Jateng SLCC Siap Bantu Guru Tingkatkan Kompetensi

Peserta pelatihan peningkatan kompetensi pembelajaran sangat antusias menerima materi digitalisasi pengelolaan pembelajaran

Ditandaskan, menghadapi ragam keadaan tersebut, perlu disiapkan pengelolaan pembelajaran yg mampu mengakomodir laju perkembangan era globalisasi ini dg memperhatikan muatan karakter, kearifan lokal, kecakapan soft skill, dan perkembangan teknologi digital.

'PGRI Jateng sebagai organisasi profesi dengan _Smart Learning and Character Center (SLCC)_, mendorong dan melatih guru untuk melek dalam literasi digital', demikian tandas Agung.

Menurut Agung, PGRI Jateng SLCC dikembangkan untuk mendorong digitalisasi pengelolaan pembelajaran dan penguatan pendidikan karakter. Pengelolaan pembelajaran berbasis teknologi informasi, harus disertai dengan pengutamaan pendidikan karakter.

Hal ini dimaksudkan agar peserta didik tidak saja menguasai pengetahuan dan keterampilan tetapi berkarakter sebagai manusia yang utuh.

"Pendidikan karakter harus menjadi tiang utama upaya digitalisasi pembelajaran", tandasnya.

Oleh karena itu, Agung menambahkan, guru harus dilatih untuk memanfaatkan IT dalam pembelajaran, dan tentunya orangtua siswa juga berperan membantu siswa memanfaatkan IT sesuai norma-norma kearifan keluarga. (Wis)