Hapus Ujian Nasional, Fokus Saja Penuhi Kekurangan Guru

Posted by Admin on Slider
Hapus Ujian Nasional, Fokus Saja Penuhi Kekurangan Guru

Ujian Nasional untuk siswa pada tahun 2020 ada kemungkinan yang menjadi terakhir. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan merencanakan penghapusan model pengujian yang membebani siswa itu, dan menggantinya dengan model Baru.

Menanggapi tentang wacana penghapusan Ujian Nasional ( UN), Ketua PGRI Jateng menyatakan setuju jika Mendikbud Nadiem Makarim benar benar mau menghapus UN, Mengapa? Menurut Muhdi, meski UN sudah tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa tetapi faktanya sekolah, dinas, dan pemerintah masih mengangap UN sebagai indikator kesuksesan siswa dan sekolah. Akibatnya, lanjut Muhdi, sekolah dan guru tetap saja menjadikan mapel yang di-UN-kan sebagai mapel yang lebih diistimewakan, meski tensinya lebih rendah, tidak seperti dulu.

Padahal, Muhdi menandaskan, para guru juga tahu bahwa bakat dan potensi anak ber beda-beda. Kalo hanya untuk pemetaan kenapa mesti dengan UN yang menghabiskan biaya tidak sedikit itu? Pemetaan mutu mestinya bisa saja dg instrumen lain, tdk harus dengan Ujian Nasional. "Kalau pemerintah menganggap UN tidak ada manfaatnya dan mau menghentikan UN, hentikan saja, segera keluarkan aturan," tegas Muhdi.

Semestinya, Muhdi menandaskan, pemerintah lebih baik fokus pada upaya untuk memenuhi kebutuhan guru, dari sisi jumlah maupun kualitas. Muhdi menambahkan, jumlah guru di sekolah negeri saja saat ini sangat kurang, dan kekurangan itu diisi oleh guru honor dengan gaji yg rendah. Padahal, untuk menjadikan guru yg kapabel maka kesejahteraan dan hak-hak para guru harus dijamin untuk dipenuhi, tandas Muhdi. (Wis)