Dari Audiensi PGRI Jateng ke Gubernur

Posted by Admin on Berita
Dari Audiensi PGRI Jateng ke Gubernur

GUBERNUR AJAK PGRI BERMITRA

Infokom-PGRI Jateng
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan bahwa pihaknya sangat ingin melakukan perubahan pendidikan di Jawa Tengah. Oleh karena itu, Gubernur mengajak PGRI bermitra dan meminta PGRI untuk tidak segan-segan memberi masukan dan menyampaikan apa yang mesti harus dilakukan pemerintah untuk membenahi pendidikan di Jawa Tengah menjadi lebih baik. Demikian pernyataan Gubernur Ganjar Pranowo saat menerima audiensi Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah masa bakti XXII, di rumah Dinas Gubernur, Puri Gedeh Semarang, Rabu (4/12)

Sumber : istimewa?Audiensi Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah masa bakti XXII dikomandani Ketuanya, Dr. Muhdi, SH, M.Hum didampingi Sekretaris Umum, Aris Munandar dan dua orang Wakil Ketua, H. Sakbani, S.Pd., M.H dan Dr. Bunyamin, M.Pd serta dua orang wakil sekretaris Dr. Sapto Budoyo SH MH dan Dr. Saptono Nugrohadi M.Pd. M.Si serta segenap pengurus pleno lainnya.

Mengawali acara audiensi, Dr. Muhdi melaporkan hasil Konferensi Provinsi PGRI Jawa Tengah masa bakti XXII dan memperkenalkan pengurus baru, serta
sejumlah kegiatan yang dilakukan PGRI Jawa Tengah dalam rangka peringatan HUT ke-74 PGRI dan HGN 2019 dan sejumlah agenda yang hendak dilakukan PGRI Jateng.

Terkait dengan program peningkatan dan pengembangan kompetensi guru, Dr. Muhdi melaporkan bahwa PGRI Jawa Tengah telah memiliki fasilitas pelatihan yang disebut “Smart Learning and Character Center” atau SLCC. “Tempat pelatihan ini telah digunakan untuk melatih guru-guru, dan akan terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan para guru dalam bidang pembelajaran dan penggunaan teknologi serta pengembangan karakter.

Dr. Muhdi juga menyampaikan terima kasih kepada gubernur yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap nasib guru dan berharap gubernur terus mendorong agar semua daerah di Jawa Tengah memberikan kesejahteraan memadai kepada para GTT dan guru honor, minimal sesuai UMK.

Terkait dengan puncak acara HUT Ke-74 PGRI dan HGN 2019 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang akan diselenggarakan di Balairung Universitas PGRI Semarang pada hari Sabtu (7/12), Dr. Muhdi memohon kehadiran gubernur Ganjar Pranowo.
“Syukur jika bapak gubernur berkenan hadir bersama ibu,” kata Muhdi.

Menanggapi laporan dan permohonan ketua PGRI Jateng tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo mengawali dengan cerita saat berkomunikasi lewat medsos dengan guru honor di Pemalang yang menyatakan “mogok mengajar”. Ia mengaku prihatin dengan kualitas dan kompetensi guru yang dinilainya masih rendah tetapi juga sedih mendengar cerita guru-guru honor yang kesejahteraannya masih sangat rendah.

?Gubernur selanjutnya mengungkapkan sejumlah persoalan guru dan pendidikan yang menurutnya sangat penting dan mendesak untuk dicarikan solusinya. Ia mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat dan bangsa kita yang saat ini masih banyak dipeuhi oleh tindakan 'ketidak jujuran'. Terkait dengan ini gubernur menyatakan selain meningkatkan kualitas dan kompetensi para guru juga harus dibenahi pendidikan karakter bagi anak-anak kita.

Gubernur mengaku sangat ingin melakukan perubahan pendidikan di Jawa Tengah kearah yang lebih baik. Ia menyinggung keinginannya agar anak-anak lulusan SMA/SMK memiliki kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan lancar (fluently). SMK – SMK juga diharapkan memiliki cara untuk bermitra dengan perusahaan-perusahaan di luar negeri seperti Jerman, Jepang, dan negara industri yang lain untuk bisa menyerap ilmu dan teknologi mereka.

Untuk membenahi berbagai persoalan guru dan pendidikan di Jawa Tengah, Gubernur sekali lagi mengajak PGRI bermitra dan tidak segan-segan memberikan masukan dan menyampaikan kepadanya tentang apa yang harus dilakukan untuk membenahi pendidikan di Jawa Tengah menjadi lebih baik. (Wis/ Pur)