Bencana Sebuah Bangsa JIka Guru Salah Mendidik

Posted by Admin on Slider
Bencana Sebuah Bangsa JIka Guru Salah Mendidik

Infokom PGRI Jateng.

"Membentuk karakter dan kreativitas siswa harus dimulai dari guru. Andai para guru salah mendidik, potensi bencana akan terjadi pada suatu bangsa".

Demikian dikatakan Ketua Pengurus Provinsi PGRI Jateng Dr Muhdi SH MHum selaku Rektor UPGRIS dihadapan kurang lebih 2.500 peserta saat memberikan sambutan pembukaan pada Seminar Pendidikan Abad 21 yang diselenggarakan oleh Pengurus Wilayah Himpaudi Jateng bekerja sama dengan FIP UPGRIS, di Gedung Balairung, Senin (2/12). Hadir dalam seminar ini, Prof.Carmen Dalli, dari Victoria University, New Zealand, dan Dr.Yulianti Siantajani, M.Pd, pemilik Sinau dan Sekolah Bukit Aksara Semarang.

Baca juga : Dari Audiensi PGRI Jateng ke Gubernur

Selanjutnya Dr Muhdi menandaskan, Pemerintah harus mampu mewujudkan PAUD sebagai arena bermain untuk menanamkan karakter, bukan mengejar ilmu seperti mengajarkan menghitung dan membaca. Guru juga perlu mengasah kemampuan mendongengnya, karena cara itu efektif diterapkan dalam pendidikan anak usia dini.

Baca juga : Guru Harus Kapabel dan Sejahtera

“Guru-guru PAUD harus sering mendongeng, karena lewat dongeng bisa merangsang imajinasi anak. Lewat dongeng itulah nilai-nilai pendidikan karakter masuk dan lekat di ingatan anak,” ungkap Muhdi

Hal senada juga disepakati oleh oleh Ketua Himpaudi Jateng Dedy Andriyant0, S.Sos. “Dalam risalah pelbagai kitab suci, pesan-pesan ajaran agama sering disampaikan dalam bentuk cerita. Itu artinya cerita memang cara paling tepat untuk menyampaikan nilai-nilai karakter,” ungkapnya. Dedy juga menambahkan, guru PAUD hari ini harus sadar bahwa anak-anak yang mereka didik adalah pemilik generasi masa depan. “Jangan mengajari mereka menggunakan nilai-nilai lama, karena anak itu akan hidup di masa depan".

Baca juga : SLCC, Bukti PGRI Jateng adalah Organisasi Profesi

Sementara itu, Dekan FIP Muniroh, S.Pd, M.Pd, menyebut, guru PAUD harus memiliki kesadaran untuk menstimulus kemampuan anak dalam menjalin komunikasi yang baik serta berkolaborasi dengan orang lain. Cara terbaik untuk menyalurkan nilai-nilai itu salah satunya lewat dongeng. “Guru mau tidak mau harus mengikut tuntutan zaman. Guru PAUD tak boleh calistung saja, tapi juga mendongeng,” tegasnya. (Pur/Hjr/Wis)