Komitmen PGRI Jawa Tengah adalah Wujudkan SDM Unggul

Posted by Admin on Slider
Komitmen PGRI Jawa Tengah adalah Wujudkan SDM Unggul

Ketua Pengurus PGRI Jawa Tengah Dr. Muhdi, SH, MHum hadir di Kabupaten Batang untuk Seminar Nasional dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Guru PGRI Kabupaten Batang

Batang, Infokom PGRI Jateng. 

Dalam rangkaian kegiatan HUT Ke-74 dan HGN 2019, PGRI Kabupaten Batang menggelar seminar nasional dengan tema 'Peran Strategis Guru Dalam Mewujudkan SDM Unggul Untuk Indonedia Maju' yang berlangsung di Hotel Sahid Dupan Kota Pekalongan, Kamis (5/12).

Seminar Nasional yang dihadiri sekitar 700 peserta dari anggota PGRI Cabang  se Kabupaten Batang menghadirkan pembicara Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr Unifah Rosyidi MPd. dan Reza Indragiri Amriel dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) serta keynote speaker Bupati Batang Dr H Wihaji SAg MPd.

Seminar Nasional diawali laporan Ketua PGRI Kabupaten Batang Warsito SPd yang menyampaikan  terima kasih  sebesar-besarnya disertai rasa haru sekaligus rasa bangganya karena bisa dihadiri langsung oleh Ketum PB PGRI dan Ketua Provinsi PGRI Jawa Tengah serta Bupati Batang dan tak terkecuali Kepala Dinas Pendidikan serta segenap pengurus dan anggota PGRI se Kabupaten Batang.

"Sungguh momen ini sangat luar biasa. Inilah sebenarnya kiprah nyata dari komitmen dan solidaritas PGRI untuk mewujudkan SDM unggul untuk Indonesia maju," tegas Warsito. Dia juga menambahkan ucapan terima kasih kepada Bupati  yang selama ini begitu peduli terhadap PGRI dan  pendidikan di Batang, serta kepedulian terhadap guru honorer dan akan meningkatkan terus Bosda di Kabupaten Batang.

Peletakan batu pertama pembangunan gedung guru Kabupaten Batang Jawa Tengah

Selanjutnya, Ketua Provinsi PGRI Jateng Dr.H.Muhdi SH MHum yang hadir  didampingi Sekretaris Umum Drs Aris Munandar MPd. dan Infokom PGRI Jateng,  terkait dengan HUT ke 74 PGRI,  dalam sambutannya mengungkapkan, mimpi PGRI sejak awal kelahirannya adalah  mempertahankan NKRI, memajukan Pendidikan, menolong kesulitan guru, dan memuliakan guru. Dan hal ini terkait dengan dasakarsa PGRI yakni PGRI sebagai organisasi Profesi, perjuangan, dan ketenagakerjaan.

Baca juga : Dari Audiensi PGRI Jateng ke Gubernur

Muhdi menjelaskan sebagai organisasi perjuangan,  PGRI menjalankan fungsi layanan pendidikan yang berkualitas untuk anak bangsa. Hal ini selaras dg kajian pendidikan karakter, membangun komitmen, militansi, kader serta membangun kultur baru organisasi serta memperluas kerjasama. " Hal ini jelas akan terwujud manakala para guru sudah kapabel, sejahtera, dan terlindungi", tegasnya.

Muhdi juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah yang telah menetapkan hari dan tanggal kelahiran PGRI, yakni 25 November sebagai Hari Guru Nasional untuk diperingati oleh seluruh masyarakat, utamanya masyarakat guru di Indonesia.

Sementara itu, selaku Keynote Speaker, Bupati Batang Dr Wihaji  mengungkapkan tentang program GEMPIL menuju GEMAS. Maksudnya, Generasi Milenium menuju Generasi Emas. Salah satu program tersebut yakni gerakan mematikan TV dari pukul 18:00 s.d pukul 20:00 wib.

Terkait dengan guru, menurut bupati, siswa pada era sekarang tidak dipengaruhi oleh guru, tetapi justru lebih banyak dipengaruhi oleh HP (Hand Phone). Oleh karena itu guru seharusnya tidak saja bisa transfer ilmu tetapi juga harus bisa transfer value (nilai). Semangat guru yang seharusnya muncul adalah semangat pendidikan karakter, dan ini harus dimulai dengan keteladanan. "Guru jangan jadi jarkoni, bisa ngajar  tapi ora bisa nglakoni", tegas bupati.

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah memberikan ucapan selamat atas pelaksanaan Seminar Nasional dan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Guru PGRI Kabupaten Batang

Sementara itu, Seminar dengan format panel, menampilkan pembicara pertama Reza Indragiri yang menyampaikan materi tentang 'sekolah ramah anak' terutama mengenai topik perundungan ( pembulian, penganiayaan dan kekerasan terhadap anak).

Baca juga : Guru Harus Kapabel dan Sejahtera

Reza Indragiri mengungkapkan, aturan main dalam LPAI antara lain; pernyataan eksplisit bahwa tindak perundungan di lingkungan sekolah adalah terlarang "kami tidak bertoleransi kepada kekerasan/perundungan di sekolah. Perundungan di sekolah adalah musuh kita", ungkapnya tegas.

Selanjutnya Ketum PB PGRI Prof. Dr Unifah dalam ceramah materinya meminta agar guru terus belajar untuk meningkatkan profesionalisme tugasnya. "Belajar dan teruslah belajar", kata Unifah.

Ketua Umum PBPGRI Prof.Unifah Rosyidi juga mengungkapkan keseriusan dan kepedulian pemerintah selama ini terhadap PGRI dan umumnya terhadap pendidikan di Indonesia. "PGRI selama ini dan terus selalu memperjuangkan baik melalui surat maupun audiensi dg presiden dan pejabat terkait untuk meminta pemerintah memenuhi kebutuhan guru. Kesejahteraan guru negeri dan swasta harus dijamin. Tugas-tugas administrasi yang membebani guru harus disederhanakan agar guru lbh fokus pada pembelajaran.

Usai acara seminar dilanjutkan dengan acara peletakan batu pertama pembangunan gedung guru PGRI Kabupaten Batang.

Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Guru Kabupaten Batang Provinsi Jawa Tengah

Dari laporan ketua panitia pembangunan, gedung guru PGRI Kabupaten Batang menempati tanah seluas 4000 m dari bantuan bupati yang diserahkan kepada Dinas Pendidikan dan selanjutnya diserahkan kepada PGRI batang untuk dikelola. Sumber dana pembangunan dari iuran anggota guru PGRI terutama yang sudah menerima TPG (tunjangan profesi guru) sebesar 1.2 juta rupiah dan diangsur selama dua belas bulan, serta dari bantuan yang tidak mengikat. Pembangunan direncanakan bisa selesai dalam jangka waktu 4 tahun.

Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd memberikan materi pada Seminar Nasional di Kabupaten Batang

Menurut laporan, gedung guru akan dibangun 2 lantai. Lantai pertama diperuntukkan sebagai aula/audotorium dan pemanfaatanya untuk ruang rapat/pertemuan/reuni/resepsi pernikahan dan sebagainya, baik untuk PGRI maupun masyarakat Batang umumnya. Sedangkan lantai dua untuk ruang administrasi perkantoran Pengurus PGRI Kabupaten Batang.

Baca juga : SLCC, Bukti PGRI Jateng adalah Organisasi Profesi

Memberi sambutan dalam acara tersebut Ketum PB PGRI dan Bupati Batang serta dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan gedung guru Kabupaten Batang, dimulai oleh Bupati Batang, Ketum PB PGRI, Sekum PGRI Jateng, Kadisdik Batang, penasihat PGRI Batang, dan Ketua PGRI Batang.
(Wis)