Menghasilkan SDM Unggul untuk Indonesia Maju, Kuncinya Guru

Posted by Admin on Slider
Menghasilkan SDM Unggul untuk Indonesia Maju, Kuncinya Guru

Gubernur Jawa Tengah dan Ketua PGRI Jawa Tengah befoto bersama guru juara lomba peringatan HUT Ke-74 PGRI Jawa Tengah di Balairung UPGRIS 

Semarang, Infokom PGRI Jateng. Puncak Peringatan HUT Ke-74 PGRI dan HGN 2019 Tingkat Provinsi Jawa Tengah dengan membingkai tema 'Guru Penggerak, Indonesia Maju' digelar di Gedung Balairung Universitas PGRI Semarang, Sabtu (7/12). Kegiatan itu dihadiri Gubernur Jateng H. Ganjar Pranowo, S.H, MIP, Ketua dan Wakil Sekretaris PB PGRI, segenap Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah, para pengurus PGRI Kabupaten/kota, pengurus YPLP, APKS PGRI dan sekitar 1.200 undangan yang memenuhi Gedung Balairung UPGRIS.

Ketua Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, S.H, M.Hum dalam sambutan laporanya menyampaikan beberapa hal diataranya adalah sejumlah kegiatan dalam rangka HUT Ke-74 PGRI dan HGN 2019 yang diselenggarakan PGRI Provinsi Jawa Tengah, PGRI Kab/Kota, PGRI Cabang/cabang khusus, dan PGRI ranting yang melibatkan seluruh anggota.

Gubernur Jawa Tengah H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP. memberikan sambutan pengarahan kepada guru dalam acara Puncak Peringatan HUT Ke-74 PGRI

Dilaporkan bahwa dalam kegiatan lomba yang diselenggarakan PB PGRI, para guru dari Jawa Tengah berhasil memenangi 3 dari 4 jenis lomba, yaitu

Juara 1 Penulisan Buku Non Fiksi a.n. Daryanto, S.Pd. (SMP Negeri 2 Maos Cilacap), Penghargaan Anugerah Guru Inspiratif: Tkt. SMP/MTS, a.n. Eka Setya Budi Nugroho, S.Pd. (SMP Negeri 2 Purbalingga), Tkt SD/MI a.n. Hj. Lilik Fatkhu Diniyah, S.Pd.I (MI Al –Iman Kota Magelang); Lomba Guru Bertutur Pajak : Juara II Tkt SD/MI, a.n. M. Arief Rohman, S.Pd., M.Si. (SD Negeri Ponowareng 01 Batang ), Juara II Tkt. SMP/MTs. a.n. Erwan Rachmat, SPd,M.Pd. (SMP Negeri 10 Kota Semarang); Juara III Tkt SMA/SMK/MA, a.n. Yuliati Eko Atmojo (SMA Negeri 3 Kota Salatiga).

Selanjutnya Penghargaan Dwija Praja juga diberikan kepada Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, SE., M.M. Penghargaan kepada mereka diberikan pada Puncak peringatan HUT PGRI ke 74 dan HGN 2019 di Bekasi, yang dihadiri oleh 35.000 guru diantaranya 1.780 dari Jawa tengah. Penghargaan diserahkan oleh Mendikbud Nadiem Makarim yang saat itu hadir bersama isteri.

Baca juga : PGRI Jateng SLCC Siap Bantu Guru Tingkatkan Kompetensi

Selanjutnya Dr Muhdi juga mengungkapkan bahwa Mendikbud dalam sambutannya saat itu menyatakan "Solusi jangka panjang bagi persoalan sebuah negara adalah generasi mendatang. Namun tantangan pendidikan sangat besar, karena skala pendidikan Indonesia sangat besar. Untuk itu pendidikan harus berbasis kompetensi dan Karakter. dan kata Mendikbud semua itu tergantung dari kapabilitas guru dan kesejahteraan guru. Karena Murid pada hakekatnya hanya bisa sebaik gurunya". Untuk itu Mendikbud juga mengatakan bahwa tugas saya dari presiden adalah mberesin pembelajaran dan guru. Nampaknya hal tersebut yang selanjutnya dalam awal Pidato Mendikbud pada Upacara HGN menyatakan “Tugas guru adalah yang termulia sekaligus yang tersulit”.

Muhdi selanjutnya mengungkapkan, bahwa PGRI Jawa Tengah dan para Guru siap bergerak meningkatkan kapabilitasnya melalui berbagai kegiatan pengembangan keprofesian, seperti diklat, workshop, dan kegiatan yang lain untuk meningkatkan kapabilats guru dalam pembelajaran sesuai dengan tuntutan jaman. Untuk itu dalam konggres dan konprov telah dibentuk lembaga/perangkat organisasi baru yang fokus memberikan pelatihan pembelajaran dan karakter sesuai perkembangan jaman yaitu Smart Learning and Character Centre (SLCC) dan PB PGRI serta PGRI Jawa Tengan telah memiliki laboratorium/sarana pelatihan dengan teknologi baru, untuk selanjutnya diharapkan di setiap kabupaten/kota memiliki.

Gubernur H. Ganjar Pranowo, S.H., M.IP. berfoto bersama siswa anggota paduan suara pengisi acara Puncak Peringatan HUT Ke-74 PGRI Jawa Tengah di Semarang

Namun, Dr Muhdi menambahkan, jumlah guru yang begitu besar, tersebar di berbagai daerah, maka perlu regulasi dan fasilitasi dari pemerintah, untuk mengakselerasi agar semua guru dapat mendapatkan pelatihan secara berkelanjutan sehingga memiliki kapabilitas yang cukup. Karena apapun kurikulumnya, apapun kebijakannya untuk meningkatkan mutu pendidikan, maka akan tergantung pada gurunya.

Dikatakan, untuk dapat memberikan pelatihan secara masal, pemanfaatan teknologi adalah jawabannya, Mas Menteri adalah ahlinya, yaitu melaksanakan diklat guru secara massal, menggunakan teknologi informasi, misalnya melalui daring. Apalagi sebagaimana keyakinan pak menteri, mendidik anak terlebih karakter tidak cukup hanya guru, tetapi juga orang tua dan masyarakat. Maka melatih orang tua juga mungkin dilakukan dengan sarana teknologi. "PGRI melalui SLCC kedepan disamping akan melakukan pelatihan melalui tatap muka, juga akan mengembangkan melalui daring", demikian Dr Muhdi mengakhiri sambutan laporannya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam sambutanya mengungkapkan, upaya Pemprov Jateng memperbaiki tata kelola pendidikan di Jawa Tengah terus dilakukan, salah satunya adalah melalui kerja sama Pemprov Jateng dengan PGRI. Gubernur berharap Dinas Pendidikan dan PGRI bekerja sama membuat peta pendidikan atau "Education Out look". Dengan begitu kita bisa melihat bgmn kondisi sekolah, guru, siswa, sarana prasarana, dan berbagai persoalan pendidikan untuk kita selesaikan bersama.

"Ketika Mentrinya progresif dg persoalan pendidikan, ini sebenarnya momentum untuk me-review pendidikan kita", kata Ganjar.

Melalui pendidikan Jateng " out look" yg dibuat setiap tahun kita dpt melihat bgmn kondisi sekolah di jateng, bgmn infra strukturnya, guru-gurunya, muridnya, dan persoalan lain yg hrs kita benahi bersama.

Selanjutnya Gubernur juga berharap, dengan adanya pendidikan Jateng Out look ini politik anggaran juga dapat dipersiapkan dengan baik sehingga bagamana menangani guru2 honor dpt dilakukan dg baik. Mereka yang tidak mungkin diangkat jadi PNS ya kita naikan penghasilannya, minimal sesuai UMK. Harus ada upaya dari Pemkab/ Pemkot untuk menangani ini.

"Guru-guru inikan ada di sekolah negeri ada yg di swasta. Semua hrs kita pikirkan", jelas Ganjar. (Pur/ Wis)