PGRI Jawa Tengah Paling Memenuhi Standar Organisasi Profesi

Posted by Admin on Slider
PGRI Jawa Tengah Paling Memenuhi Standar Organisasi Profesi

Dari Konferensi PGRI Kabupaten Grobogan Masa Bakti XII Tahun 2019 - 2024

Grobogan, Infokom PGRI Jateng. Ketua Pengurus PGRI Jateng, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum. mengungkapkan, Konferensi adalah ajang pertanggungjawaban pengurus, menyusun program dan kepada siapa akan diamanatkan.

"Ciri anggota PGRI adalah terpelajar bahkan minimal S1 oleh karena itu konferensi harus berjalan lancar dan sukses," tandas Muhdi.

Ketua PGRI Jawa Tengah sedang menyampaikan pidato pengarahan kepada seluruh peserta Konferensi Kabupaten Grobogan Masa Bakti XXII

Tujuan PGRI sejak lahir adalah memajukan pendidikan, mempertahankan NKRI dan memuliakan guru serta menolong kesulitan guru.

"Jati diri PGRI adalah organisasi profesi, perjuangan dan ketenagakerjaan", tandas Muhdi.

Kalau ada yang jealous pada tanggal 25 mengenakan batik PGRI, Muhdi menjelaskan, filosofi misi-visi dan tujuan PGRI lahir dari kongres Guru Indonesia yang terlaksana pada 25 November 1945 di Surakarta. Dari kongres tersebut, dibentuklah organisasi PGRI untuk mewadahi semua guru di Indonesia. Hari Guru di Indonesia ditetapkan melalui Kepres No 78 tahun 1994 yang menetapkan tanggal 25 November yakni hari kelahiran PGRI sebagai Hari Guru Nasional.

Ketua dan Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah bersama Ketua PGRI Kabupaten Grobogan Masa Bakti XXI Drs. Karsono, M.Pd

Selebihnya Muhdi juga mengingatkan kalau menjadi pengurus PGRI harus siap melayani anggota. Itulah sebabnya pengurus provinsi Jawa Tengah hadir pada pemakaman Basyuni Soeryamiharja. Selanjutnya Muhdi memimpin bacaan Alfatihah untuk almarhum.

Baca juga : Kinerja PGRI Jateng Adalah Barometer Keberhasilan PGRI Secara Nasional

Melengkapi sambutannya Muhdi mengutip pidato Mas Menteri bahwa tugas Mendikbud hanya dua yaitu mberesi guru dan mberesi pembelajaran supaya siswa kompeten dan berkarakter. Tugas guru mulia dan tersulit. Muhdi menegaskan tiga hal status guru harus jelas, UMK dan terlindungi pada saat kerja terlindungi dari sikap orang tua. Menteri menjelaskan bahwa industri mencatat hari ini sdm kita lack of kompetensi, tidak menghargai waktu dan tidak dapat bekerja sama bahkan tidak adaptif. UN dihapuskan, penyederhanakan administrasi pembelajaran. Merdekalah kita dalam mengajar dan merdeka belajar. Guru bergerak Indonesia maju.

Demikian catatan sambutan Ketua Provinsi PGRI Jateng dalam pembukaan Konferensi PGRI Kabupaten Grobogan masa bakti XXII yang berlangsung di gedung PGRI Grobogan, Kamis (12/12).