PGRI Jawa Tengah Memenuhi Syarat Sebagai Organisasi Profesi

Posted by Admin on Artikel
PGRI Jawa Tengah Memenuhi Syarat Sebagai Organisasi Profesi

Dari Konferensi XXII PGRI Kabupaten Grobogan

PGRI JAWA TENGAH PALING MEMENUHI STANDAR ORGANISASI

Grobogan, Infokom PGRI Jateng.
Ketua Pengurus PGRI Jateng, Dr. H. Muhdi, S.H., M.Hum. mengungkapkan, Konferensi adalah ajang pertanggungjawaban pengurus, menyusun program dan kepada siapa akan diamanatkan.

"Ciri anggota PGRI adalah terpelajar bahkan minimal S1 oleh karena itu konferensi harus berjalan lancar dan sukses," tandas Muhdi.

Tujuan PGRI sejak lahir adalah memajukan pendidikan, mempertahankan NKRI dan memuliakan guru serta menolong kesulitan guru.

"Jati diri PGRI adalah organisasi profesi, perjuangan dan ketenagakerjaan", tandas Muhdi.

Kalau ada yang jealous pada tanggal 25 mengenakan batik PGRI, itu karena memang PGRI dihormati. Muhdi menjelaskan, filosofi misi-visi dan tujuan PGRI lahir dari kongres Guru Indonesia yang terlaksana pada 25 November 1945 di Surakarta. Dari kongres tersebut, dibentuklah organisasi PGRI untuk mewadahi semua guru di Indonesia. Hari Guru di Indonesia ditetapkan melalui Kepres No 78 tahun 1994 yang menetapkan tanggal 25 November yakni hari kelahiran PGRI sebagai Hari Guru Nasional.

Selebihnya Muhdi juga mengingatkan kalau menjadi pengurus PGRI harus siap melayani anggota. Itulah sebabnya pengurus provinsi Jawa Tengah hadir pada pemakaman Basyuni Soeryamiharja. Selanjutnya Muhdi memimpin bacaan Alfatihah untuk almarhum.

Melengkapi sambutannya Muhdi mengutip pidato Mas Menteri bahwa tugas Mendikbud hanya dua yaitu mberesi guru dan mberesi pembelajaran supaya siswa kompeten dan berkarakter. Tugas guru mulia dan tersulit. Terkait guru honorer, Muhdi menegaskan tiga hal yaitu status guru harus jelas, UMK dan terlindungi pada saat kerja dan terlindungi dari sikap orang tua.

Muhdi kemudian menyampaikan pesan Mas Menteri yang menjelaskan bahwa industri mencatat hari ini sdm kita lack of kompetensi, tidak menghargai waktu dan tidak dapat bekerja sama bahkan tidak adaptif. PGRI Jateng menyambut baik tentang UN yang dihapuskan, penyederhanakan administrasi pembelajaran.

"Merdekalah kita dalam mengajar dan merdeka belajar. Guru bergerak Indonesia maju", pungkas Muhdi.

Demikian poin view sambutan Ketua Provinsi PGRI Jateng dalam pembukaan Konferensi PGRI Kabupaten Grobogan masa bakti XXII yang berlangsung di gedung PGRI Grobogan, Kamis (12/12).