Mampu Menciptakan Guru Milenial yang Kapabel

Posted by Admin on Slider
Mampu Menciptakan Guru Milenial yang Kapabel

Dari Pelatihan Digitalisasi Pengelolaan Pembelajaran di PGRI Jateng SLCC

Semarang, Infokom PGRI Jateng. PGRI JAWA TENGAH saat ini telah memiliki fasilitas pelatihan bagi guru yang disebut PGRI Jateng SLCC (Smart Learning and Character Center). Yakni laboratorium sebagai ajang untuk pelatihan pengelolaan pembelajaran yang mampu mengakomodir laju perkembangan era milenial dengan memperhatikan muatan karakter, kearifan lokal, kecakapan soft skill, dan perkembangan teknologi digital. Program kegiatan PGRI Jateng SLCC sebagai ajang pelatihan untuk membekali guru dengan literasi digital yaitu kemampuan profesional para guru dengan pembelajaran berbasis teknologi informasi telah dan akan terus melaksanakan kiprahnya.

Literasi Digital

Literasi digital adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan media digital, alat-alat komunikasi, atau jaringan dalam menemukan, mengevaluasi, menggunakan, membuat informasi, dan memanfaatkannya secara sehat, bijak, cerdas, cermat, tepat, dan patuh hukum dalam rangka membina komunikasi dan interaksi dalam kehidupan sehari-hari.

Kepada peserta pelatihan Digitalisasi Pengelolaan Pembelajaran di PGRI Jateng SLCC ditanyakan Apa saja hal penting yang bisa diperoleh dari program pelatihan ini? Peserta pelatihan Digitalisasi Pengelolaan Pembelajaran di PGRI Jateng SLCC, Sabtu (14/12) Ekawati Yudi Nurjanah SD Negeri 1 Banjarparakan, Kec. Rawalo, Kab. Banyumas Prov. Jawa Tengah menjelaskan bahwa digitalisasi pengelolaan pembelajaran diperlukan guru 

"Pembelajaran berbasis digital mempermudah guru merencanakan sebuah proses pembelajaran dan pengadministrasian sebagai unsur utama ketercapaian tujuan pembelajaran" jawab Ekawati.

Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd., M.Si., sedang menerangkan cara membuat dan bagaimana menggunakan barcode untuk pengelolaan pembelajaran

Senada dengan Ekawati, Ika Mery Widharningsih SD Negeri 2 Gintungan Purworejo menambahkan tambahan wawasan pemanfaat Google Aplikasi untuk pembelajaran

"Menambah wawasan mengenai pemanfaatan Google untuk pengelolaan pembelajaran" tandasnya.

Kemampuan IT 

Tidak dapat dipungkiri bahwa di era sekarang ini, guru harus memiliki kemampuan memanfaatkan IT untuk pengelolaan pembelajaran. Agus Susilo peserta Pelatihan Digitalisasi dari SMP Negeri 3 Pemalang menerangkan adanya peningkatan kemampuan IT yang dimilikinya.

"pelatihan PGRI Jateng SLCC memberi peningkatan kompentensi IT ", katanya.

Sama seperti peserta pelatihan lainnya Dr. Siti Yulaeha, S.Pd., M.Si dari SMP Negeri 9 Kota Magelang mengaku senang dapat mengelola perangkat mengajarnya berbasis website

"dengan mengikuti pelatihan di PGRI Jateng SLCC saya mampu membuat Website untuk pengelolaan pembelajaran" terangnya.

Seperti telah diberitakan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah sangat mengapresisasi PGRI Jawa Tengah yang konsisten fasilitasi guru melaksanakan PKB.

Kadinas Pendidikan Jawa Tengah, Jumeri, STP, MSi sedang memberi sambutan pengarahan dan membuka Seminar Nasional di PGRI Jawa Tengah pada hari Minggu (24/12) 

Pengalaman mampu menyederhanakan Administrasi Pembelajaran juga diceritakan oleh Suhardi peserta Pelatihan PGRI Jateng SLCC tentang Digitalisasi Pengelolaan Pembelajaran dari SD Negeri Sambiroto 03 Semarang;

"Mampu menyederhanakan administrasi perangkat pembelajaran" aku Agus.

Digitalisasi Pembelajaran

Nara Sumber PGRI Jateng SLCC, Dr. Saptono Nugrohadi, M.Pd, M.Si. menjelaskan, Pelatihan Digitalisasi Pengelolaan Pembelajran terutama diarahkan pada teknis pengelolaan perangkat mengajar dan  standar proses dengan berbagai program digital, seperti;  pengenalan gafe, membuat akun geogle, membuat soal online, penyajian perangkat pembelajaran berbasis digital. Dipilihnya GAFE atau Google Aplikasi for Education sebagai salah satu basis penyajian perangkat mengajar bagi semua guru pada semua jenjang adalah pilihan yang tepat. Selain aplikasi gratis juga mudah dipelajari. Hal ini disampaikan oleh Lusia Sri Hartati, S.Pd guru TK Kemala Bayangkari 30 Semarang

"Mampu membuat Gmail, hangout, barcode, google site untuk pengelolaan pembelajaran" kata Lusia.

Milenial Bukan Umur Semata

GAFE adalah aplikasi integratif dari banyak aplikasi. Asalkan guru memiliki akun maka dapat manfaatkan aplikasi GAFE demikian dijelaskan oleh Hary Pangesti,S.Pd dan Roh Budiyati S.Pd dari SD Sambiroto 03 Semarang;

"Cara membuat akun email, menggunakan hangout, barcode, google site" terang mereka.

Meski demikian peserta pelatihan tidak hanya belajar tentang GAFE dan pemanfaatannya untuk pembelajaran, Noorlanyati  SMP Negeri 42 Semarang dan Fitria Rachmawati SD Negeri 3 Balun Cepu Kabupaten Blora menerangkan bahwa peserta juga mendapatkan pelatihan tentang memanfaatkan QR code untuk pembelajaran.

"Selain membuat website, akun email, hangout peserta juga dilatih memanfaatkan QR Code untuk pembelajaran". jelas mereka.

Baca juga : Kadinas Apresiasi PGRI

Sebagaimana pernah diberitakan pada seminar nasional sebelumnya, pengguna internet 10 tahun terakhir sebesar 600%. PGRI Jawa Tengah melibatkan Prof. Dr. F. Ridwan Sanjaya, S.E., S. Kom., MS.IEC, Pakar Teknologi Informasi (Rektor Unika Semarang) dan H. Widadi, S.H, pegiat pendidikan karakter (Ketua PGRI Jateng masa bakti XXI) mencatat bahwa prosentase pengguna teknologi saat ini Generasi X 25%, Genearasi Y 60 ?n Generasi Z sebesar 88%. 

Prof. Dr. F. Ridwan Sanjaya, S.E., S. Kom., MS.IEC, Pakar Teknologi Informasi (Rektor Unika Semarang) dan H. Widadi, S.H, pegiat pendidikan karakter (Ketua PGRI Jateng masa bakti XXI) menyampaikan pemikirannya dalam Seminar Nasional yang lalu di PGRI Jateng.

Pada akhirnya, Dr Saptono yang juga Wakil Sekretaris Umum PGRI Jateng menandaskan bahwa guru harus terus belajar agar mampu mengajar siswa yang merupakan generasi Milenial (Generasi Y). Pelatihan PGRI Jateng SLCC adalah upaya PGRI Jawa Tengah mengenalkan guru tentang cara milenial mengelola pembelajaran.

"Milenial bukan masalah umur semata tetapi yang terpenting adalah kompetensi", kata Saptono

Dr.Saptono menambahkan bahwa program pelatihan yang diselenggarakan oleh PGRI Jateng SLCC terbukti mampu efektif menciptakan guru dengan kompetensi milenial yang dibutuhkan oleh generasi milenial yaitu Guru Milenial yang Kapabel. (Wis)