Pertaruhan Kapabilitas dan Kesejahteraan Guru dengan Tujuan Pendidikan Nasional

Posted by Admin on Artikel
Pertaruhan Kapabilitas dan Kesejahteraan Guru dengan Tujuan Pendidikan Nasional

Pertaruhan Kapabilitas dan Kesejahteraan Guru dengan Tujuan Pendidikan Nasional
            Oleh
Dr H Muhdi SH MHum
Ketua PGRI Jawa Tengah
(#1 s.d. #10)

                 #2
Tahun Pertaruhan Pendidikan Indonesia

Semarang, Infokom PGRI Jateng. Ketua Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah Dr Muhdi SH MHum mengungkapkan, pada 2019 masalah yang paling mengemuka di bidang pendidikan yang juga selalu terulang setiap tahun adalah UN dan USBN, PPDB, kekurangan guru dan pemenuhannya, guru honorer/ GTTdan PTT, disamping sarpras terutama robohnya beberapa gedung sekolah dll, hingga yang terbaru peringkat pendidikan Indonesia dalam penialaian PISA merosot hingga di posisi 6 dari bawah. 

"Namun paling tidak terdapat dua hal yang menjadi catatan penting pada 2019 yaitu pembelajaran dan guru terutama kapabilitas guru dan kesejahteraan guru", jelas Muhdi.

Dikatakan, pembelajaran menjadi faktor penting bagaimana sebuah pendidikan dapat mencapai tujuan pendidikan nasional, sebagaimana ditegaskan dalam pasal 3 UU Sisdiknas bahwa tujuan pendidikan nasional yaitu

”Berkembangnya potensi peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”, tegas Muhdi.

Pesan mas Menteri Nadiem Anwar  Makarim kepada guru menuju Indonesia Unggul

Dr Muhdi menjelaskan, tujuan pendidikan tersebut sebenarnya tidak berbeda dengan apa yang disampaikan Mendikbud bahwa untuk menghasilkan SDM Unggul yang dapat menghadapi tantangan zaman adalah kompeten dan berkarakter. Namun mengapa hasilnya hingga saat ini masih jauh dari harapan, bahkan dalam peringkat PISA semakin menurun, hal itu menurut Dr Muhdi diantaranya karena terdapat kekurangsesuaian antara tujuan dengan cara mencapainya.