Komitmen PGRI Jateng Bantu Perjuangan GTT dan PTT

Posted by Admin on Berita
Komitmen PGRI Jateng Bantu Perjuangan GTT dan PTT

Foto : Ketua PGRI Jawa Tengah Dr. Muhdi, SH., MHum menerima audiensi guru-guru GTT/ PTT 

Semarang-Infokom PGRI Jateng.
Jika hari Jumat lalu Pengurus PGRI Jawa Tengah menerima perwakilan GTT dan PTT yang berada di SMA/SMK se Jateng, hari ini Senin (30/12) di tempat yang sama di gedung PGRI Jawa Tengah, datang seratusan GTT dan PTT mewakili rekan-rekan mereka yang mengabdi di SD dan SMP se Jateng. Kali ini rombongan diantar oleh pembina GTT dan PTT Jateng, Sumitro. Dalam pengantarnya Sumitro menjelaskan maksud dan tujuanya datang ke Penguruas PGRI Jawa Tengah. Dikatakan, saat ini masih ada sekitar 105 ribu GTT dan 250 ribu PTT yang terus berjuang memperbaiki nasib mereka.

Sumitro yang juga Wakil Ketua PGRI Kabupaten Grobogan MB XXI ini juga menceritakan berbagai upaya yang ia lakukan bersama GTT dan PTT melalui kabupaten/kota, provinsi maupun pusat baik pejabat eksekutif maupun legislative. GTT dan PTT ini ada yang sudah lulus P3K dan ada yang belum. Sumitro meminta PGRI membantu mereka untuk bisa menjadi ASN, baik melalui CPNS maupun P3K.

Para GTT dan PTT secara bergantian menyampaikan “uneg-unegnya” kepada Ketua PGRI Jateng, Dr. Muhdi yang pada kesempatam itu didampingi para wakil Ketua, Sekretaris, Wakil Sekretaris, Bendahara dan sejumlah pengurus PGRI Jateng yang lain. 

Foto : GTT dan PTT itu mengaku sangat percaya PGRI mampu membantu mewujudkan perjuangan mereka yang selama ini merasa status dan masa depannya belum jelas, meski kewaqjiban dan tanggung jawabnya sama dengan para PNS di tempat mereka bekerja.?

Seorang guru dari Pati juga berharap anggota DPD yang berasal dari PGRI turut memperjuangkan nasib GTT dan PTT. “jangan habis manis sepah dibuang”, katanya.

R Sutopo Yuwono, dari Purworejo menyatakan bahwa GTT dan PTT adalah bagian dari PGRI yang harus diperjuangkan untuk jadi PNS maupun P3K.Marzuki dari Brebes meminta PGRI mengawal adanya PP maupun Perpres yang mengatur tentang Honorer agar peraturan itu berpihak pada GTT dan PTT. “jangan sampai kami para honorer yang lulus P3K dianaktirikan”, jelas Marzuki.

Siti Halimah, PTT dari kabupaten Magelang berharap adanya Pergub agar para PTT juga diberi SK Bupati. “Kalau GTT saja bisa di beri SK Bupati, kenapa yang PTT tidak”, jelasnya,

Kualifikasin S1
Ketua PGRI Jateng, Dr Muhdi SH MHum menanggapi aspirasi para GTT dan PTT dengan menjelaskan terlebih dahulu tentang Tujuan PGRI berdiri, salah satunya adalah membantu kesulitan guru. Muhdi kemudian mengungkapkan apa yang selama ini dilakukan PGRI Jawa Tengah untuk memenuhi kekurangan guru dan membantu para guru honorer untuk bisa menjadi PNS atau P3K serta upaya lain bagi mereka yang tidak bisa masuk ke PNS dan P3K agar kesejahterannya ditingkatkan. Bahkan Gubernur sendiri juga memerintahkan agar bupati/walikota meningkatkan kesejahtetaan guru honor minimal sesuai UMK, dan mereka yang tidak bisa melakukannya agar diberi sanksi. Dr Muhdi menyatakan bahwa PGRI berjuang dengan logika dan selalu berupaya melihat celah atau kesempatan yang ada untuk membantu para guru. “tanpa diminta para guru pun kami selalu berupaya melakukannya”, jelas Muhdi.

Muhdi juga mengungkapkan bahwa guru juga harus memiliki standar, tetapi saat ini pun masih ada ratusan ribu guru yang belum berkualifikasi S1, Terkait dengan itu UPGRIS juga membuka program RPL.

Bagi guru P3K yang sudah lulus PPG tetapi belum mendapat TPG, Muhdi meminta mereka bersabar dan menunggu karena PGRI juga sedang perjuangkan itu, “Selain berjuang melalui pemerintah dan pemerintah daerah, kami juga terus berupaya berkoordinasi dengan DPR RI dan DPRD yang membidangi pendidikan”, jelas Muhdi.

Baca juga : Forum GTT/ PTT Jateng Memohon Ketua PGRI Jateng Bersedia Menjadi Penasehat

Kepada Mendikbud Nadiem Makarim, PGRI berharap agar lebih fokus mengatasi persoalan guru. Karena mewujudkan SDM unggul untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berkarakter, kuncinya pada guru, Ia setuju dengan Menteri bahwa guru harus kapabel dan sejahtera. Krena itu gurunya yang harus diurus, “kalo tidak, ini sama saja dengan mimpi kosong (mimpi disiang bolong),” ungkapnya.

Tinggal Tunggu SK
Dr Bunyamin MPd, wakil Ketua PGRI Jateng menambahkan bahwa guru yang lolos P3K akan ada jalan keluarnya, Bunyamin yang juga Kepala Bapeda Kota Semarang ini mengungkapkan bahwa Menkeu sudah menyertakan anggaran untuk yang lulus P3K. “Akan ada SK untuk dasar pembayaran, tinggal tunggu SK. P3K juga sebagai solusi bagi mereka yang usianya sudah 35 tahun”, jelasnya.

Wakil Ketua PGRI Jawa Tengah Dr. bunyamin, M.Pd sedang membuka Pelatihan Pengelolaan Pembelajaran Digital di PGRI Jateng SLCC (16/11)

Senada dengan Dr. Bunyamin, M.Pd Wakil Ketua PGRI Jateng, Drs. Adi Prasetyo, SH., M.Pd  mengingatkan pentingnya melakukan pendekatan dan menjaga hubungan baik dengan pemkab dan pemkot untuk mencari solusi bagi para GTT dan PTT. Adi yang juga Staf Ahli Bupati di Pemkab Semarang ini juga menyatakan bahwa DAU 2020 sudah dialokasikan anggaran untuk P3K.

Sekretaris PGRI Jateng, Drs. Aris Munandar mengingatkan para GTT dan PTT untuk terus belajar dan menyiapkan diri untuk bisa lolos dalam seleksi CPNS maupun P3K. “PGRI Jateng Konsisten dan memegang komitmen memperjuangkan nasib GTT dan PTT tetapi mereka juga harus beradaptasi dengan tuntutan perubahan. Guru harus terus belajar, aktif, kreatif, inovatif, dan koordinatif,”, jelas Aris mengingatkan (Pur/wis)