Semua Guru Anggota PGRI Harus Siap Jadi Guru Penggerak

Posted by Admin on Slider
Semua Guru Anggota PGRI Harus Siap Jadi Guru Penggerak

Dari Konferensi Kabupaten XXII PGRI Blora.

Blora-Infokom PGRI Jateng. Dibingkai melalui tema 'Menjadi Organisasi Profesi yang Kuat dan Bermartabat untuk Menuju Indonesia Maju", Konferensi PGRI Kabupaten Blora Masa Bakti XXII berlangsung khidmat dengan dihadiri bupati, kepala dinas pendidikan, kemenag, pengurus provinsi, dan undangan lain yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Mars PGRi serta segenap peserta Konferensi dari cabang dan ranting PGRI se Kabupate Blora yang memenuhi gedung SKB Kabupaten Blora, Sabtu (18/1).

Ketua PGRI Blora periode XXI Sukarja melaporkan tentang dasar, tujuan, agenda, dan peserta konferensi sejumlah 346 peserta terdiri dari 90 pengurus cabang dan 256 pengurus ranting se Kabupaten Blora. Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi dalam sambutan pembukaanya mengingatkan bahwa konferensi merupakan agenda terpenting dari organisasi PGRI yang subtansinya untuk evaluasi kepengurusan periode 5 tahun lalu, menetapkan program kerja dan pemilihan pengurus baru.

Untuk itu ditandaskan, terkait dengan konfernsi inilah maka Dr Muhdi mengingatkan adanya 4 (empat) tujuan pgri yang lahir pada tgl 25 November 1945 ; yakni yang pertama adalah mempertahankan NKRI, artinya komitmen PGRI adalah nasionalisme, maka jangan ragukan komitmen nasionalismenya PGRI, untuk itu dalam konfetensi ini, pilihlah pengurus yg sudah jelas komitmen nasionalismenya. Mimpi berikutnya adalah memajukan pendidikan,, terkait hal ini, selaras dengan kebijakan Mendikbud yang akan benahi pembelajaran dan guru dalam upaya mewujudkan visi SDM Unggul Indonesia maju, Muhdi menyatakan bahwa kuncinya ada pada guru. Yakni guru yang kapabel, sejahtera , dan terlindungi. Dikatakan, untuk menjadikan guru kapabel guru harus terus belajar dan berlatih serta beradaptasi dengan perubahan.

Terkait dg itu PGRI Jateng telah memiliki sarana dan fasilitas pelatihan yg disebut PGRI Jateng SLCC. Dr Muhdi berharap guru di Blora harus siapkan diri untuk melakukan perubahan dan menjadi guru penggerak bagi terwujudnya SDM Unggul Indonesia Maju. Ditengah perubahan dan kemajuan yg pesat ini guru juga hrs bisa menjadi konselor agar anak anak tdk salah arah dlm menyikapi perubahan dan perkembangan dg kemampuan memanfaatkan teknologi yg ada. Terkait dengan memuliakan guru dan menolong kesulitan guru, sesuai pernyataan Mendikbud, lanjut Dr Muhdi, bahwa guru adalah profesi termulia tetapi juga tersulit maka guru harus diberi kesejahteraan.

Birokrat pendidikan juga harus ubah paradigma, bukan hanya jadi regulator dan mengawasi tapi hrs melayani para guru. Pengurus PGRI kedepan harus memiliki visi ini, tegas Dr. Muhdi. Terkait pemilihan pengurus, Dr Muhdi mengaku dirinyai hadir bukan untuk menjadi pengawas tetapi menjadi wasit.

"Pilihlah yang terbaik, kami akan lantik siapa pun yg terpilih nanti", tegasnya.

Selanjutnya pada kesempatan tersebut, Bupati Blora H Joko Nugroho mengungkapkan pokok-pokok pikiran yang terkait dengan konferensi, yakni dengan mengevaluasi rumah sendiri, yakni rumah PGRI. Bagaimana menjadikan lebih baik dan lebih berkarakter.

"PGRI adalah rumah para pendidik bukan rumah para politik. maka jadikanlah PGRI sebagai rumah yang demokratis, bukan rumah politik yang mementingkan kepentingan pengurus masing-masing", tegas bupati.

?Untuk itu, lanjutnya menegaskan, kalau ada politik uang di rumah ini, maka harus tinggalkan politik uang tersebut.

"PGRI punya peran penting mewarnai pendidikan. Karena itu melalui konferensi ini kami berharap bisa melahirkan program-progam yang bermafaat untuk mendukung kemajuan dan kualitas pendidikan di Blora", ujar bupati.

Konferensi berlanjut dengan agenda berikutnya. Hadir mendampingi Ketua PGRI Jateng, Sekum Aris Munandar dan Infokom Agus Wis.