PROGRAM SEKOLAH 5 HARI PS5H

Posted by Admin on Slider
PROGRAM SEKOLAH 5 HARI PS5H

PS5H sudah dilaksanakan dari 18 Juli 2015 sampai dengan 16 Agustus 2015. Survei ini menunjukkan penilaian publik terhadap pelaksanaan PS5H atau program sekolah 5 hari tersebut. Proporsi responden survei yang memberi apresiasi positif 50 persen. Artinya pelaksanaan program sekolah 5 hari (PS5H) adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kepuasan stake holder sekolah. Wacana PS5H ini berkembang dari keinginan untuk mewujudkan tercapainya keseimbangan emosi, intelektual, dan kerohanian siswa. Melalui PS5H, hari Sabtu libur, siswa diharapkan mempunyai satu hari luang untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan lain, yang bersifat mandiri. Persepsi responden bahwa pelaksanaan PS5H cenderung hanya memindahkan alokasi waktu belajar terlihat pada grafik berikut ini.

PS5H tidak muncul begitu saja akan tetapi terdapat dua acuan yang melandasinya. Acuan pertama pendidikan adalah sebuah program pembelajaran yang merupakan elemen dasar perubahan perilaku (pendidikan) dan berlangsung baik didalam maupun diluar kelas sebagai interaksi antara pebelajar dan pengajar dalam lingkungan tertentu. Mereka bisa berinteraksi lebih banyak dengan keluarga, teman-teman di luar sekolah, atau mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan. Waktu belajar yang tinggal lima hari juga akan membantu siswa, guru, dan manajemen sekolah meningkatkan efektivitas kegiatan belajar dan mengajar. Acuan yang kedua adalah landasan yuridis dalam bentuk Surat Edaran gubernur Jawa Tengah nomor 420/ 006752/ 2015 tentang penyelenggaraan kegiatan pendidikan pada satuan pendidikan di provinsi Jawa Tengah.

Sorotan tajam justru pada empat isu PS5H lainnya, yaitu kelelahan dan kejenuhan siswa, banyaknya PR dari guru, keterbatasan daya tampung masjid dan kantin sekolah serta pentingnya kreativitas guru mengajar didalam kelas. Di keempat isu tersebut rata-rata proporsi yang merespons positif masih di bawah 35 persen.

Penilaian miring tentang PS5H memang masih ada didalam benak publik. Akan tetapi, melihat gebrakan yang dilakukan pemerintah ini, ada sedikit harapan dibenak mereka. Mereka percaya bahwa PS5H adalah cara untuk mewujudkan pendidikan seutuhnya. Yaitu pendidikan yang tidak mencabut akar budaya yang membuat siswa merasa terasing dengan realitasnya. Inilah modal kepercayaan bagi pemerintah.