Jangan Pernah Ragukan Komitmen PGRI Jateng

Posted by Admin on Slider
Jangan Pernah Ragukan Komitmen PGRI Jateng

Dari Konferensi Kabupaten XXII PGRI Purworejo.

Purworejo-Infokom PGRI Jateng. Dibingkai melalui tema 'Peran PGRI Mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul untuk Indonesia Maju", Konferensi PGRI Kabupaten Purworejo Masa Bakti XXII berlangsung khidmat dengan dihadiri wakil bupati, kepala dinas pendidikan, kemenag, pengurus provinsi, dan 271 peserta konferensi dari wakil seluruh cabang PGRI se Purworejo, yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Mars PGRI dan Himne Guru serta pembacaan Ikrar Guru Indonesia, yang berlangsung di Gedung PGRI Purworejo, Minggu (26/1).

Ketua PGRI Purworejo periode XXI Drs Urip Raharjo, MPd dalam sambutanya melaporkan, kepengurusan PGRI Purworejo XXI merupakan  kinerja kepengurusan yg kolektif-kolegial meliputi peningkatan mutu profesi dan kesejahteraan anggota, peningkatan komunikasi organisasi, perlindungan, perekrutan anggota baru serta tertib keuangan. 

Urip Raharjo juga melaporkan bahwa pengelolaan keuangan PGRI Purworejo XXI tidak pernah tertulis dalam daftar hutang yang ada di PGRI Profinsi, baik terkait iuran anggota, daspen, kalender maupun yang lain. Dalam kaitannya dengan konferensi, Drs Urip Raharjo menyatakan tidak mencalonkan untuk kepengurusan PGRI Purworejo masa bakti XXII. Dia berharap konferensi ini bisa berjalan dengan lancar dan tertib serta menghasilkan kepengurusan yang lebih baik dari periode sebelumnya.

Foto : Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH M.Hum mengingatkan bahwa melalui Purworejo, UU Guru khususnya tentang pasal batas usia pensiun 60 tahun merupakan sejarah yang tidak mungkin dilupakan.

Selanjutnya, Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH M.Hum dalam sambutan pembukaanya mengingatkan bahwa melalui Purworejo, UU Guru khususnya tentang pasal batas usia pensiun 60 tahun merupakan sejarah yang tidak mungkin dilupakan. Oleh karena itu pihaknya sangat mengapresiasi perjuangan PGRI dan pemerintah Purworejo sehingga menjadi landasan kebermanfaatan bagi guru Indonesia tentang hal  tersebut.  

Menurut Dr Muhdi, konferensi merupakan agenda terpenting dari organisasi PGRI yang subtansinya untuk evaluasi kepengurusan periode 5 tahun lalu,  menetapkan program kerja dan pemilihan pengurus baru.

Untuk itu  ditandaskan, terkait dengan konfernsi inilah maka Dr Muhdi mengingatkan adanya 4 (empat) tujuan pgri yang lahir pada tgl 25 November 1945 ; yakni yang pertama adalah mempertahankan NKRI, artinya komitmen PGRI adalah nasionalisme, maka jangan ragukan komitmen nasionalismenya PGRI, untuk itu dalam konfetensi ini, pilihlah pengurus yg sudah jelas komitmen nasionalismenya.

Mimpi berikutnya adalah memajukan pendidikan,, terkait hal ini, selaras dengan kebijakan Mendikbud yang akan benahi pembelajaran dan guru dalam upaya mewujudkan visi SDM Unggul Indonesia maju, Muhdi menyatakan bahwa kuncinya ada pada guru. Yakni guru yang kapabel, sejahtera , dan terlindungi.

Baca juga : PGRI Jateng SLCC Siap Jadikan Guru Kapabel dan Berkarakter

Dikatakan, untuk menjadikan guru kapabel guru harus terus belajar dan berlatih serta beradaptasi dengan perubahan. Terkait dg itu PGRI Jateng telah memiliki sarana dan fasilitas pelatihan yg disebut PGRI Jateng SLCC. 

Dr Muhdi berharap, PGRI bisa menjadi pilar dan pendorong kebijakan guru penggerak. Untuk itu pengurus PGRI Purworejo harus menyiapkan guru aggotanya untuk bisa melakukan perubahan dan menjadi guru penggerak  di setiap tingkatan tempat tugasnya demi terwujudnya SDM Unggul Indonesia Maju.
Ditengah perubahan dan kemajuan yg pesat ini guru juga harus bisa menjadi konselor agar anak anak tidak salah arah dalam menyikapi perubahan dan perkembangan dengan kemampuan memanfaatkan teknologi yg ada.

Terkait dengan memuliakan guru dan menolong kesulitan guru, sesuai pernyataan Mendikbud, lanjut Dr Muhdi,  bahwa guru adalah profesi termulia tetapi juga tersulit maka guru harus diberi status yang pasti, kesejahteraan yang layak, dan tentunya terlindungi dalam nenjalankan tugas profesinya. 

Foto :  Ketua PGRI Purworejo periode XXI Drs Urip Raharjo, MPd dalam sambutanya melaporkan, kepengurusan PGRI Purworejo XXI merupakan kinerja kepengurusan yg kolektif-kolegial meliputi peningkatan mutu profesi dan kesejahteraan anggota, peningkatan komunikasi organisasi, perlindungan, perekrutan anggota baru serta tertib keuangan.

Menanggapi kebijakan pemerintah tentang dihapusnya guru honorer, Dr Muhdi menyatakan setuju, sepanjang kekurangan guru saat ini bisa diisi oleh ASN atau PPPK yang berasal dari pengangkatan guru honorer tersebut. Namun, melihat jumlah guru honorer saat ini ada kurang lebih 998 ribuan jelas tidak mungkin dalam tahun ini bisa terangkat semuanya, mestilah harus secara bertahap. Maka, istilah 'Menghapus' ini yang harus diluruskan, dan kalau tidak begitu akan terjadi 'kelumpuhan' karena masih banyak sekolah yang guru negerinya hanya ada dua atau tiga, selebihnya diisi oleh guru honorer, ujar Dr Muhdi.

Terkait pemilihan pengurus, Dr Muhdi mengaku dirinyai hadir bukan untuk menjadi pengawas tetapi menjadi wasit. 

"Pilihlah yang terbaik, kami akan lantik siapa pun yg terpilih nanti", tegasnya.

Konferensi Kabupaten PGRI Purworejo XXII dibuka oleh Wk Bupati dan selanjutnya dalam sambutannya, Wk Bupati Purworejo Hj Yuli Hastuti SH mengharapkan, konferensi PGRI Purworejo bisa berjalan lancar, sukses melalui musyawarah untuk mencapai kemufakatan yang sejuk dan demokratis, sehingga PGRI Purworejo kedepan  menjadi lebih baik dan lebih berkarakter.

"PGRI punya peran penting mejadi leading sektor bidang pendidikan. Karena itu melalui konferensi ini kami berharap bisa melahirkan program-progam yang bermafaat untuk mendukung kemajuan dan kualitas pendidikan di Purworejo", ujar wk.bupati.

Konferensi berlanjut dengan agenda berikutnya. Hadir mendampingi Ketua PGRI Jateng, Wk Bendahara Muslich M.Acc  dan Infokom Agus Wis.