Kegiatan Ranting-Cabang-Kabupten/Kota, dan PGRI Provinsi Jadi Inspiring Agenda PGRI Nasional

Posted by Admin on Slider
Kegiatan Ranting-Cabang-Kabupten/Kota, dan PGRI Provinsi Jadi Inspiring Agenda PGRI Nasional

Foto : Ketua PGRI Jawa Tengah Dr. Muhdi, S.H., M.Hum sedang memberikan sambutan pengarahan pada Konferensi Kabupaten XXII PGRI Pekalongan.

*Kue Tart untuk BUPATI Pekalongan'*

*Kegiatan Ranting-Cabang-Kabupten/Kota, dan PGRI Provinsi Jadi Inspiring Agenda PGRI Nasional*

Kajen-Pekalongang-Infokom PGRI Jateng. Secara mengejutkan, Bupati Kabupaten Pekalongan Asip Kolbihi SH MSi mendapat kado untuk HUT nya berupa Kue Tart dari PGRI Kab. Pekalongan sesaat Pihaknya membuka Konferensi Kabupaten PGRI Pekalongan yang selanjutnya Kue dipotong dan diserahkan kepada Ketua PGRI Jateng, Kepala Dinas Pendidikan, dan Ketua Kabupaten PGRI Pekalongan XXI Rejo Herbeno.

Konferensi dibingkai melalui tema 'Peran PGRI Mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul untuk Indonesia Maju", Konferensi PGRI Kabupaten Pekalongan Masa Bakti XXII berlangsung meriah dengan dihadiri bupati, kepala dinas pendidikan Sumarwati SPd MAp, wk kemenag, dewan pendidikan Kab.Pekalongan, pengurus provinsi, dan sekitar 400 peserta konferensi dari 22 cabang dan 312 utusan ranting PGRI se Kab Pekalongan, yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Mars PGRI dan Dirgahayu Guru serta pembacaan Ikrar Guru Indonesia, yang berlangsung di Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab Pekalongan Sabtu (1/2).

Ketua PGRI Kab Pekalongan periode XXI Rejo Herbeno MSi dalam sambutanya melaporkan, kepengurusan PGRI Kab Pekalongan XXI merupakan kinerja kepengurusan yang kolektif-kolegial dengan mempertajam Profesionalisme Organisasi, disamping peningkatan kesejahteraan anggota, peningkatan komunikasi organisasi, perlindungan, dan menejemen keuangan dengan cara menabung Rejo Herbeno juga melaporkan bahwa pengelolaan keuangan PGRI Purworejo XXI tidak ada daftar hutang yang ada di PGRI Provinsi, baik terkait iuran anggota, daspen, Derap guru, kecuali Kalender PGRI th 2020 yang memang belum menarik ke anggota.

Selanjutnya, Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH M.Hum dalam sambutan pembukaanya sangat mengapresiasi konferensi ini. Menurutnya PGRI Pekalongan jelas diurus dg baik. Segenap kegiatan dan program kerja dari Kabupaten Pekalongan selama ini berjalan dengan baik " Ketua PGRI Pekalongan itu orangnya tidak banyak bicara, tetapi kerjanya sangat nyata', ujar Dr Muhdi. Diungkapkan, PGRI Jateng selama ini dinilai terbaik secara nasional. Terbaik dan terbesar bukan saja karena anggotanya banyak dan berkualitas, tetapi juga terbaik secara administrasi, keanggotaan, keuangan dan bahkan semua lomba dan kejuaraan bisa menenanginya. Diungkapkan, yang lebih penting lagi selama ini Kegiatan ranting, cabang, kabupaten, dan PGRI Provinsi pada akhirnya menjadi agenda kegiatan PGRI secara Nasional.

Dr. Muhdi juga mengingatkan 4 program merdeka belajar. Oleh karena itu, PGRI disetiap tingkatan harus menjadi mintra pemerintah uk meningkatkan pendidikan. Untuk itu ditandaskan, terkait dengan konfernsi inilah maka Dr Muhdi mengingatkan adanya 4 (empat) tujuan pgri yang lahir pada tgl 25 November 1945 ; yakni yang pertama adalah mempertahankan NKRI, artinya komitmen PGRI adalah nasionalisme, maka jangan ragukan komitmen nasionalismenya PGRI, untuk itu dalam konfetensi ini, pilihlah pengurus yg sudah jelas komitmen nasionalismenya. Mimpi berikutnya adalah memajukan pendidikan,, terkait hal ini, selaras dengan kebijakan Mendikbud yang akan benahi pembelajaran dan guru dalam upaya mewujudkan visi SDM Unggul Indonesia maju, Muhdi menyatakan bahwa kuncinya ada pada guru. Yakni guru yang kapabel, sejahtera , dan terlindungi.

Dikatakan, untuk menjadikan guru kapabel guru harus terus belajar dan berlatih serta beradaptasi dengan perubahan. Terkait dg itu PGRI Jateng telah memiliki sarana dan fasilitas pelatihan yg disebut PGRI Jateng SLCC. Dr Muhdi berharap, PGRI bisa menjadi pilar dan pendorong kebijakan guru penggerak. Untuk itu pengurus PGRI Pekalongan harus menyiapkan guru aggotanya untuk bisa melakukan perubahan dan menjadi guru penggerak di setiap tingkatan tempat tugasnya demi terwujudnya SDM Unggul Indonesia Maju. Ditengah perubahan dan kemajuan yg pesat ini guru juga harus bisa menjadi konselor agar anak anak tidak salah arah dalam menyikapi perubahan dan perkembangan dengan kemampuan memanfaatkan teknologi yg ada. Terkait dengan memuliakan guru dan menolong kesulitan guru, sesuai pernyataan Mendikbud, lanjut Dr Muhdi, bahwa guru adalah profesi termulia tetapi juga tersulit maka guru harus diberi status yang pasti, kesejahteraan yang layak, dan tentunya terlindungi dalam nenjalankan tugas profesinya.

Konferensi Kabupaten PGRI Pekalongan XXII dibuka oleh Bupati dan selanjutnya dalam sambutannya, Bupati Asip Kolbihi mengharapkan, konferensi PGRI Kab.Pekalongan bisa berjalan lancar, sukses melalui musyawarah untuk mencapai kemufakatan yang sejuk dan demokratis, sehingga PGRI Kab Pekalongan kedepan menjadi lebih baik. Bupati Asip menyatakan, maju mundurnya masyarakat kab pekalongan tidak bisa tidak melalui afirmasi dan fasilitasi bidang pendidikan. Dikatakan oleh bupati, afirmasi dan fasilitasi thdp perguruan tinggi di pekalongan yg sdh ada yakni ada 6 perguruan tinggi.

Kemudian afirmasi dan fasilitasi juga terhadap kesejahteraan Guru WB dan guru2 swasta serta tranportasi untuk guru2 Negeri 'wilayah atas', juga bos daerah. Itulah Bentuk komitmen pemerintah Kab Pekalongan thdp pendidikan, tegas Bupati. "PGRI punya peran penting mejadi leading sektor bidang pendidikan. Karena itu melalui konferensi ini kami berharap bisa melahirkan program-progam yang bermafaat untuk mendukung kemajuan dan kualitas pendidikan di Kab Pekalongan", ujar bupati. Konferensi berlanjut dengan agenda berikutnya. Hadir mendampingi Ketua PGRI Jateng, Wk Ketua Drs.Rismono MPd, Ketua Biro Kesejahteraan dan Ketenagakerjaan Robby Agustiono SPd dan Infokom Agus Wis.