Bupati Kendal Cinta PGRI: Ijinkan Guru Berseragam PGRI, Jika Perlu 3 Hari Berturut-turut

Posted by Admin on Artikel
Bupati Kendal Cinta PGRI:  Ijinkan Guru Berseragam PGRI, Jika Perlu 3 Hari Berturut-turut

Foto : Bupati Kendal dr. MIRNA ANNISA, M.Si membrikan sambutan pengarahan pada Konferensi Kabupaten PGRI Kendal Masa Bakti XXII

BANDUNGAN - Infokom PGRI Jateng. Konferensi Kabupaten PGRI Kendal masa bakti XXII diselenggarakan di Hotel Kusuma Bandungan, Jumat - Sabtu, (14-15 Februari 2020). Forum tertinggi PGRI Kendal lima tahunan ini dibuka oleh Bupati Kendal dr. Hj. Mirna Anisa, M.Si dan dihadiri oleh Ketua PGRI Jateng, Dr. Muhdi SH MHum, Wakil Ketua H Sakbani SPd MH. Kadinas Pendidikan Kab Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi, wakil Kemenag Kendal, dan seluruh peserta Konferensi dari PGRI Ranting, Cabang, dan Kabupaten Kendal.

Ketua Kabupaten PGRI Kendal XXI Wahadi dalam laporanya mengaku bangga memiliki bupati yang peduli pada guru dan PGRI. Kepedulian itu antara lain ditunjukan dengan dipenuhinya permohonan agar para guru diperkenankan memakai seragam PGRI, bahkan Bupati menyatakan jika perlu guru guru memakai seragam PGRI 3 hari berturut- turut, hari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Wahadi merasa "dilulu" (bhs jawa). Karena itu dirinya meminta tiap hari Sabtu saja guru guru agar berseragam PGRI. Wahadi selanjutnya nenyampaikan berbagai program yang telah berhasil dilaksanakan. Salah satunya mampu membangun gedung PGRI Kab Kendal senilai 4 M.

Ketua PGRI Jateng, Dr. Muhdi SH MHum saat memberikan sambutan mengaku turut bangga PGRI Kendal memiliki bupati yang masih muda, cantik, dan sangat baik hati, sayang pada guru dan cinta PGRI.

"Guru diijinkan memakai seragam PGRI selama tiga hari berturut- turut kalau tidak sayang guru dan cinta PGRI, tidak mungkin", katanya.

Muhdi selanjutnya mengungkapkan tentang 4 mimpi yang menjadi tujuan PGRI yang lahir 25 November 1945, yakni mempertahankan NKRI, memajukan pendidikan, memuliakan guru, dan menolong kesulitan guru. PGRI mewadahi seluruh guru yang sebelumnya terdiri dari berbagai organisasi guru melebur menjadi satu wadah PGRI. Dr Muhdi selanjutnya juga mengungkapkan apa yang telah dilakukan PGRI terkait program pemerintah yang akan nembenahi pembelajaran dan guru untuk menghasilkan anak anak yang kompeten dan berkarakter. Menurut Dr Muhdi hal itu hanya bisa dilakukan oleh guru yang kapabel dan sejahtera. Terkait dengan itu, Dr Muhdi menjelaskan bahwa sebelum Presiden Jokowi menunjuk mas Nadiem Makarim sebagai Mendikbud, PGRI sudah memiliki lembaga pelatihan guru bernama "Smart Learning and Character Center" untuk melatih para guru agar mampu menghasilkan anak anak yang kompeten dan berkarakter.

Bupati Kendal, dr hj. Mirna Anisa, M.Si dalam sambutanya menyatakan juga terima kasih kepada PGRI yang telah membantu dalam memikirkan persoalan guru dan pendidikan. Selanjutnya dikatakan mengapa guru perlu berseragam PGRI? Karena apa yang dipakai itu akan menggambarkan pribadi orang yang memakainya.

"Kalau ada pemkab yang tidak mengijinkan guru pakai seragam PGRI itu berarti dolane kurang adoh",, begitu kata Bupati Mirna.

Bupati juga mengaku pernah didatangi organisasi guru lain diluar PGRI. Terkait dengan itu bupati meminta PGRI untuk mengajaknya supaya bersatu saja dengan PGRI. Kalau tidak mau dirinya akan meminta Kadinas pendidikan untuk menerbitkan peraturan agar guru wajib menjadi anggota PGRI. Kepada para guru, bupati meminta untuk terus belajar meningkatkan kompetensi dan mutu profesinya.

"Seorang ibu pun harus belajar untuk mendidik anak, apalagi guru", katanya.

"Pak de, bude untuk wujudkan SDM unggul, Indonesia Maju harus terus belajar ya", begitu ia menyebut para guru yang usianya lebih tua dari dirinya.

Konferensi berlanjut dengan agenda berikutnya...