Guru Honorer Penyelamat Sekolah

Posted by Admin on Artikel
Guru Honorer Penyelamat Sekolah

Brebes-Infokom PGRI Jateng. Dibingkai melalui tema 'Peran PGRI Mewujudkan Sumber Daya Manusia Unggul untuk Indonesia Maju", Konferensi PGRI Kabupaten brebes Masa Bakti XXII berlangsung khidmat dengan dihadiri yang mewakili bupati, kepala dinas pendidikan pemuda dan olahraga Kab Brebes, kemenag, Ketua Dewan Pendidikan Kab Brebes, Ketua Dewan Pakar, Anak Lembaga PGRI, pengurus provinsi, dan kurang lebih 400 peserta konferensi dari Ketua Ranting dan 2 orang wakil seluruh cabang PGRI se Kab.Brebes, pengurus Kab Brebes, yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dilanjutkan dengan Mars PGRI serta pembacaan Ikrar Guru Indonesia, yang diikuti oleh seluruh hadirin. Konferensi berlangsung di Gedung Guru PGRI Brebes, Selasa (25/2).

Ketua PGRI Brebes periode XXI Tarsono dalam sambutanya menyatakan bahwa Konferensi Kabupaten adalah forum tertinggi kepengurusan PGRI Brebes yang bermaksud untuk menilai dan mengoreksi yang positif terhadap capaian kinerja pengurus selama 5 tahun lalu, menetapkan program 5 tahun mendatang, dalam hal ini perlu program yang jelas untuk bisa berjalan dengan baik. Dikatakan, konferensi ini, juga dimaksudkan untuk menetapkan rencana anggaran 5 tahun mendatang dan perlu adanya inovasi untuk mendapatkan sumber pembiayaan. Dan selanjutnya konferensi juga akan melaksanakan reorganisasi atau pemilihan pengurus.

Diungkapkan oleh Tarsono, permasalahan mendasar yang segera ditangani adalah jumlah anggota yang menurun dari sekitar 8 ribu sekarang jadi 7 ribuan anggota. Hal ini akibat memang Brebes masih kekurangan guru. Banyak sekolah yang guru PNS nya hanya satu dan selebihnya diisi oleh guru honorer. Selain juga permasalahan peningkatan mutu guru dan dab belum punya hak immunitas guru.

Selanjutnya, Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi SH M.Hum dalam sambutannya, menanggapi sambutan Ketua PGRI Brebes, Dr Muhdi menegaskan bahwa saat ini harus diakui bahwa Indonesia memang masih kekurangan guru. Kekurangan guru tersebut selama ini dipenuhi dari guru honorer.

Seperti diketahu, Dr Muhdi mengungkapkan, masih banyak sekolah yang guru PNS nya hanya satu atau dua, dan selebihnya dipenuhi oleh guru honorer. Artinya apa, tanya Dr Muhdi menegaskan, bahwa selama ini guru honorer telah menjadi penyelamat sekolah. Untuk itu Guru Honorer harus terus diperjuangkan. Misalnya formasi PPPK Memang diprioritaskan untuk guru honorer yang berusia di atas 35 tahun dan memperjuangkan untuk memudahkan penerimaan CPNS dengan menyelenggarakan pelatihan /Try Out Test CPNS dan seterusnya.

Dalam kesrmpatan itu Dr Muhdi juga mengingatkan PGRI lahir dari Kongres Guru Indonesia yang terlaksana pada 25 November 1945 di Surakarta, yakni 100 hari setelah kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu, saat ini Hari Guru Indonesia diperingati sesuai tanggal hari kelahiran PGRI. Jadi dalam upacara Hari Guru tersebut guru-guru akan memakai seragam batik PGRI, untuk itu kami mohon pemerintah tidak melarang Guru berseragam Batik PGRI saat upacara peringatan HGN dan saat upacara-upacara lainnya.

Selanjutnya ditandaskan, terkait dengan konfernsi inilah maka Dr Muhdi mengingatkan adanya 4 (empat) tujuan PGRI yang lahir pada tgl 25 November 1945 ; yakni yang pertama adalah mempertahankan NKRI, artinya komitmen PGRI adalah nasionalisme, maka jangan ragukan komitmen nasionalismenya PGRI, untuk itu dalam konfetensi ini, pilihlah pengurus yg sudah jelas komitmen nasionalismenya.

Mimpi berikutnya adalah memajukan pendidikan,, terkait hal ini, selaras dengan kebijakan Mendikbud yang akan benahi pembelajaran dan guru dalam upaya mewujudkan visi SDM Unggul Indonesia maju, Muhdi menyatakan bahwa kuncinya ada pada guru. Yakni guru yang kapabel, sejahtera , dan terlindungi.

Dikatakan, untuk menjadikan guru kapabel guru harus terus belajar dan berlatih serta beradaptasi dengan perubahan. Untuk itu, Dr Muhdi berharap, PGRI bisa menjadi pilar dan pendorong kebijakan guru penggerak. Untuk itu pengurus PGRI Brebes harus menyiapkan guru aggotanya untuk bisa melakukan perubahan dan menjadi guru penggerak di setiap tingkatan tempat tugasnya. " Minimal setiap Pengurus PGRI adalah guru penggerak", tegas Dr Muhdi

Terkait dengan memuliakan guru dan menolong kesulitan guru, sesuai pernyataan Mendikbud, lanjut Dr Muhdi, bahwa guru adalah profesi termulia tetapi juga tersulit maka guru harus diberi status yang pasti, kesejahteraan yang layak, dan tentunya terlindungi dalam nenjalankan tugas profesinya, ujar Dr Muhdi mengakhiri sambutannya.

Konferensi Kabupaten PGRI Brebes XXII dibuka oleh Bupati yang diwakili Dr Angkatno MPd Kepala Badan Pengelola Pendapatan Keuangan dan Asset Daerah Kabupaten Brebes. Dalam sambutan yang dibacakan Dr Angkatno, Bupati brebes mengharapkan, terkait dengan konferensi PGRI Brebes bisa berjalan lancar dan sukses. Dikatakan, untuk bisa mengelola organisasi dibutuhkan inovasi dan ketegasan untuk melaksanakan kebijakan yang santun.

Bupati juga mengapresiasi bahwa PGRI Brebes selama ini sudah banyak capaian-capaian yang telah diraih dalam kemitraannya dengan pemerintah Brebes. Utuk itu bupati meminta perhatiannya kepada PGRI untuk terus fokus dan mewaspadai terhadap permasalahan-permasalahan di Kabupaten Brebes, utamanya tentang ideologi/faham radikalisme yang terjadi pada peserta didik sekolah.

Dr Angkatno juga menyampaikan kalau Brebes yang akan datang adalah brebes yang sexi.. yakni brebes akan jadi Kawasan Industri Brebes(KIB) dan sudah ada 40 investor asing yang siap berinvestasi di KIB tersebut. Dan sebentar lagi akan terhubung juga TOL Brebes-Cilacap.

Akhirnya Bupati Brebes berharap dalam konferensi ini PGRI bisa menjelaskan program-programnya secara konperhensip, sehingga tidak ada isu-isu yang negatif baik untuk PGRI maupun pemerintah Brebes.

Konferensi berlanjut dengan agenda berikutnya. Hadir mendampingi Ketua PGRI Jateng, Wk Ketua Drs Rismono MPd dan Infokom PGRI Jateng Agus Wis.