Doa Keprihatinan Atas Musibah Susur Sungai Siswa SMPN 1 Turi, Sleman

Posted by Admin on Artikel
Doa Keprihatinan Atas Musibah Susur Sungai Siswa SMPN 1 Turi, Sleman

Foto : Sekum PGRI Jateng Drs Aris Munandar MPd membacakan narasi keprihatinan pada Konkerprov Tahun Pertama Masa Bakti XXII

Semarang, Infokom PGRI Jateng. Para guru yang tergabung dalam organisasi Profesi PGRI menyampaikan doa keprihatinan atas musibah yang menimpa sejumlah siswa SMPN 1 Turi Sleman dalam kegiatan Pramuka yang dikenal dengan musibah susur sungai beberapa waktu lalu. Ungkapan keprihatinan dan turut berduka atas musibah tersebut disampaikan Ketua PGRI Jateng, Dr. Muhdi SH MHum dalam pembukaan acara Konferensi Provinsi PGRI Jawa Tengah tahun pertama MB XXII yang digelar di Lt.6 Kampus UPGRIS Jumat (28/02). 

“Para guru sangat terpukul dan bersedih atas musibah yang menimpa para siswa. Semoga mereka  husnul khatimah dan ditempatnya di surga, dan para orang tua yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan, kesabaran dan kekuatan”, jelasnya. 

Dr. Muhdi selanjutnya menjelaskan bahwa para guru pembimbing yang saat ini  ditetapkan sebagai tersangka juga diharapkan tabah dan sabar menghadapi cobaan yang sangat berat. Muhdi meyakini bahwa para guru pembimbing itu tidak ada niat sedikitpun untuk mencelakakan siswanya. Tetapi diakui mereka lalai dalam menjalankan tugasnya sehingga berakibat terjadinya musibah tersebut. 

?

Pada sisi yang lain, Dr. Muhdi mengungkapkan bahwa PGRI kini juga harus menenangkan para guru yang menilai perlakuan penegak hukum terhadap para tersangka berlebihan dan dinilai tidak adil. 

Ketua Umum PB PGRI Prof. Dr. Unfah Rosyidi  juga mengakui telah melakukan pendampingan kepada para guru yang kini menjadi tersangka. Prof. Unifah yang menemui langsung para guru tersebut melihat betapa terpukulnya jiwa para guru yang kehilangan para siswa yang sangat mereka cintai. Diakui, mereka lalai tetapi para guru itu bukanlah pembunuh, bukan kriminal. Dan mereka sangat menyesali kejadian tersebut. Karena itu Prof. Unfah berharap polisi tidak memperlakukan guru yang sedang kena musibah itu layaknya seorang krimnal, pembunuh. Untuk itu dalam upaya pendampingan kepada para guru,  Unifah berharap mereka bisa dibebaskan dari tuntutan hukum, kalau pun harus dihukum, berilah hukuman seringan-ringanya agar mereka nanti tidak kehilangan haknya sebagai pendidik.

Prof Dr Unifah juga menyoroti kurangnya guru di Indonesia saat ini. "Bayangkan 249 anak yang melakukan kegiatan tersebut, hanya diawasi oleh 6 orang guru pembimbing, Ini sangat kurang,” katanya. 
:
Lebih lanjut Unifah :berharap kegiatan indoor dan out door bagi para siswa dalam kegiatan ekskul perlu ditata agar hal-hal yang membahayakan para siswa tidak terjadi. Karena kalau itu terjadi, yang disalahkan adalah guru. 

Turut hadir dalam acara yang diikuti perwakilan PGRI Kabupaten/Kota Se Jawa Tengah tersebut, Wagub ateng H. Taj Yasin Maemun yang membuka secara resmi Konferensi XXII PGRI Jateng yang rencananya berlangsung Jumat sd Minggu, (28 Februari sd 1 Maret 2020).