Pita Hitam di Konferensi Kerja Provinsi PGRI Jawa Tengah Tahun Pertama Masa Bakti XXII

Posted by Admin on Artikel
Pita Hitam di  Konferensi Kerja Provinsi PGRI Jawa Tengah Tahun Pertama Masa Bakti XXII

Foto : Peserta Konferensi Kerja Provinsi PGRI Jawa Tengah Tahun Pertama Masa Bakti XXII kenakan pita hitam dilengan kanan sebagai wujud keprihatinan.

PGRI kenakan pita hitam dan narasi atas peristiwa susur sungai Sempor, Sleman yang menewaskan 10 siswa SMPN 1 Turi. PGRI berpendapat kejadian pada Jumat (21/2) itu semata-mata kecelakaan dalam menjalankan tugas negara mendidik bangsa. PGRI menyampaikan rasa berduka cita yang mendalam kepada orang tua para siswa yang menjadi korban susur sungai dan berdoa semoga korban luka juga supaya diberikan kesembuhan.

Foto : Ketua Pengurus PGRI Jawa Tengah bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah dan Ketum PB PGRI pada  Konferensi Kerja Provinsi PGRI Jawa Tengah Tahun Pertama Masa Bakti XXII

Seperti diberitakan tiga pembina atau pendidik Pramuka ditetapkan jadi tersangka dan ditahan atas kejadian itu.

"Kami semua menyadari dan meyakini tidak ada satu noktah niat dan kesengajaan dari guru siapa pun orangnya. Peristiwa ini mengajarkan kami selaku pejuang pendidikan di garda terdepan untuk berani, tapi cukup perhitungan," kata Sekretaris Umum PGRI Jateng Drs Aris Munandar MPd saat membacakan pernyataan sikap dalam Konferensi Kerja PGRI Jateng Masa Bakti XXII di kampus IV Universitas PGRI Semarang (UPGRIS), Jumat (28/2).

PGRI juga menyoroti kejadian yang patut disesalkan atas penanganan perkara ketiga sahabatnya tersebut. Organisasi menghormati proses hukum yang sedang berjalan sesuai peraturan berlaku, tapi tiba-tiba dikejutkan peristiwa yang viral di media sosial. Kondisi demikian, menjadi gelombang protes anggota PGRI yang menggema di seantero negeri. Sebagaimana diketahui, tiga tersangka peristiwa susur sungai itu tampil gundul saat ekspos perkara.

Meski demikian, PGRI dinilai mampu menahan diri sekaligus mantap memekikkan salam satu komando. Dalam konferensi yang dibuka Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, seluruh peserta konferensi mengenakan pita hitam di lengan baju PGRI sebagai simbol rasa berduka. Hadir dalam konferensi itu, Ketua Umum PGRI Prof Dr Unifah Rosyidi MPd. Di sisi lain, Ketua PGRI Jateng Dr Muhdi MHum berharap, tiga temannya yang jadi tersangka itu mendapatkan perlakuan baik. Mereka itu mendidik siswa sekolah, tapi mengalami musibah.

"Harus dipahami, bahwa ini bukan kejahatan atau perbuatan yang disengaja. Kami mohon aparat kepolisian, kejaksaan, dan pengadilan mampu membuat keputusan seadil-adilnya, supaya tidak menimbulkan trauma kepada pembina atau pendidik pramuka," ungkapnya.

Bahwa, Pramuka ini salah satu model pembinaan sangat penting dalam dunia pendidikan. Mengenai konferensi kerja, ini menyusun program PGRI tahun 2020, sekaligus mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya.

Sementara itu, Unifah berharap, konferensi ini juga dimanfaatkan memperbaharui isu terkini serta membahas kebijakan yang belum sempat diputuskan. Tantangan kedepan harus direspon, seperti menyikapi peran guru di era digital, bagaimana menyesuaikan merdeka belajar.