Jadilah Guru Penggerak

Posted by Admin on Artikel
Jadilah Guru Penggerak

 Ketua Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi dalam sambutanya pada Konferensi XXII PGRI Kabupaten Sukoharjo mengapresiasi kinerja pengurus PGRI MB XXI dibawah pimpinan Ir. Bambang Sutrisno, MM yang mampu membangun gedung cukup megah.

"Ini menunjukkan kepemimpinan pak Bambang di Sukoharjo cukup baik dan berhasil" , katanya.
Menurut Muhdi tidak mungkin bisa membangun gedung semegah ini kalau anggotanya tidak kompak dan tidak kondusif.

Muhdi selanjutnya mengingatkan bahwa yang harus dilakukan sekarang adalah bagaimana kita bisa membangun PGRI ini dengan wajah organisasi profesi yang sesungguhnya. Untuk itu Muhdi mengajak kita semua melakukan program merdeka belajar yang telah ditetapkan Mendikbud Nadiem Makarim.

"jadikan guru-guru kita sebagai penggerak perubahan", jelasnya.

PGRI Jateng Terbaik
Muhdi menambahkan PGRI Jawa Tengah saat ini adalah yang pertama selenggarakan Konkerprov setelah Kongres XXII dan Konprov XXII. Ditambahkan, PB PGRI juga menetapkan PGRI Jateng selalu menjadi PGRI terbaik tingkat nasional.

PGRI Jateng SLCC
Berdirinya PGRI di Surakarta, 25 November 1945 merupakan kesadaran para guru untuk bersatu. Sebelumnya ada ber macam2 organisasi guru tetapi kemudian melebur menjadi satu bernama PGRI. 
Ada 4 mimpi PGRI yang hendak diwujudkan sejak kelahiranya. 4 mimpi yang juga menjadi tujuan PGRI itu adalah; Mempertahankan NKRI, memajukan Pendidikan, Memuliakan Guru, dan Membantu Kesulitan Guru.

Muhdi menegaskan PGRI berjiwa nasionalis, karena itu kalau ada calon pengurus PGRI yang tidak berjiwa nasionalis jangan dipilih. Terkait upaya memajukan pendidikan. Muhdi menjelaskan saat ini bangsa kita memiliki Bonus demografi, yaitu anak anak usia produktif yang jumlahnya cukup besar. Mereka harus mendapatkan pendidikan terbaik agar bangsa kita menjadi bangsa yang maju. Sebagaimana diungkapkan para ahli, pada tahun 2035 bangsa kita akan menjadi 7 besar negara maju di dunia, dan tahun 2045 menjadi 5 besar negara maju di dunia. 

Dijelaskan, hal itu akan terwujud jika bonus demografi itu bisa dikelola dengan baik sehingga akan tercipta SDM Indonesia unggul. Kalau tidak, maka yang terjadi adalah bonus demografi akan menjadi beban negara dan beban masyarakat. Terkait dengan itu, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim telah menyiapkan program merdeka belajar untuk mewujudkan anak anak yang kompeten dan berkarakter. Menteri mengatakan bahwa untuk itu guru harus kapabel dan sejahtera. 

Muhdi selanjutnya menjelaskan bahwa guru harus memiliki kemampuan melakukan pembelajaran yang menarik, kreatif, inovatif, dan menyenangkan untuk menggali dan mengembangkan potensi anak, sehingga tercipta anak anak yang kompeten, kapabel dan berkarakter. Muhdi menambahkan saat ini pihaknya telah memiliki PGRI Jateng SLCC dan sudah berjalan untuk menyiapkan pembelajaran yang baik bagi para guru, guna menyiapkan anak anak yang kompeten dan berkarakter. Secara daring kegiatan itu juga dilakukan dengan nama "Sekadar"

Memuliakan Guru
Dalam upaya memuliakan guru dan membantu kesulitan guru, Muhdi menjelaskan, PGRI terus berjuang bahwa Status guru harus jelas. Terutama bagi guru guru honor yang jumlahnya mencapai 1 ,5 juta. Diungkapkan, PGRI terus mendorong upaya pemenuhan kekurangan guru, dan memprioritaskan guru honor. Sebelum diangkat menjadi PNS atau P3K, PGRI meminta agar mereka diberikan honor sesuai UMR. 

Dikatakan, hal itu juga sudah menjadi komitmen Gubernur sehingga beliau mengatakan,

"malu kita mengejar perusahaan untuk memberi upah buruh sesuai UMR tetapi guru honor di sekolah negeria honornya belum sesuai UMR", jelasnya.

Muhdi menambahkan, Guru itu kalo melakukuan kesalahan sedikit semua orang menghujat tetapi kalau guru baik tidak ada yang memuji. Muhdi meminta guru harus tetap ikhlas menghadapi itu. 

Membantu Kesulitan Guru
Dalam upaya membantu kesulitan guru yang kini menjadi tersangka dalam kasus susur sungai yang menewaskan anak anak SMPN 1 Turi Sleman, Muhdi meminta agar para guru dan anggota PGRI Jawa Tengah menunjukkan empati dan solidaritas untuk membantu mereka, baik untuk guru yang sedang menghadapi tuntutan hukum maupun untuk orang tua yang anak anaknya meninggal dalam kasus tersebut.