Pengembangan Keprofesian Guru Bukan Sekedar Untuk Kenaikan Pangkat

Posted by Admin on Berita
Pengembangan Keprofesian Guru  Bukan Sekedar Untuk Kenaikan Pangkat

Pada bulan Mei dan Juni 2015, Tim Sosialisasi Hasil Konkernas II PGRI, Konkerprov I, LKBH, dan Daspen PGRI Provinsi Jawa Tengah telah berkeliling ke 35 Kabupaten/kota se Jawa Tengah. Bertemu dengan jajaran Pengurus PGRI Kabupaten/kota, Cabang dan Ranting serta anggota dalam sebuah forum organisasi merupakan kesempatan berharga. Bukan saja biaya yang dikeluarkan organisasi cukup besar untuk terselenggaranya forum tersebut tetapi juga dibutuhkan waktu, tenaga, dan pikiran dari seluruh pengurus dan anggota PGRI, terlebih lagi bagi tim sosialisasi yang berkeliling ke kabupaten/kota.

Sekretaris Umum Pengurus PGRI Provinsi Jawa Tengah, Dr. Muhdi, S.H, M.Hum yang juga berkeliling ke sejumlah kabupaten/kota mengungkapkan, selain untuk mensosialisasikan  hasil Konkernas II PGRI, Konkerprov I, LKBH, dan Daspen, sosialisasi juga dimanfaatkan untuk menampung aspirasi anggota. Muhdi mencatat ada sejumlah persoalan yang dikemukakan anggota dalam kegiatan tersebut, antara lain; masalah kartu tanda anggota (KTA) PGRI, pendaftaran on line yang belum sepenuhnya bisa dilaksanakan oleh anggota, belum semua guru jadi anggota PGRI, kendala kenaikan pangkat, kasus kekerasan terhadap peserta didik, dan kendala pengembangan keprofesian guru.

Menurut Muhdi, berbagai persoalan itu tidak mungkin bisa diselesaikan sendiri oleh pengurus tetapi harus ada kerja sama antara pihak-pihak terkait. Persoalan KTA misalnya; ada anggota yang belum punya, ada yang datanya keliru, ada yang sudah habis masa berlakunya. Selain butuh kepedulian pengurus untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut juga diperlukan keaktifan anggota. Hal sama juga diperlukan untuk membantu calon anggota dalam pendaftaran secara on line sesuai kebijakan PB PGRI tentang sistem informasi keanggotaan (SIK). Pengurus kab/kota dan cabang serta para peserta sosialisasi diharapkan meneruskan hasil sosialisasi kepada anggota lain di wilayah masing-masing. Banyaknya guru yang belum menjadi anggota PGRI diharapkan juga menjadi perhatian sungguh-sungguh segenap pengurus untuk melakukan rekrutmen calon anggota baik untuk PGRI maupun Daspen.

Adanya kendala kenaikan pangkat bagi sejumlah guru yang umumnya disebabkan karena kurang siapnya para guru melakukan kegiatan pengembangan diri, penelitian dan penulisan karya ilmiah perlu dicarikan solusi. Hal tersebut dapat dipahami karena para guru memang sejak awal tidak disiapkan kemampuannya untuk melakukan kegiatan tersebut. Pada sisi yang lain perlu kita sadari bahwa peningkatan mutu kompetensi dan profesionalitas guru merupakan tuntutan terwujudnya mutu pendidikan. Karena itu pengurus PGRI diharapkan mampu membantu para guru dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang relevan dan dibutuhkan untuk peningkatan mutu profesi dan kompetensi para guru. Jika diperlukan kerja sama dengan Universitas PGRI untuk menghadirkan nara sumber, Muhdi menyatakan PGRI Jawa Tengah akan membantu. Sedangkan kebutuhan dana dapat dilakukan swadaya oleh para guru sendiri.

Perlu kita sadari juga, bahwa PGRI telah berjuang keras memberikan perlindungan kepada para guru dan berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan anggota melalui UU Guru dan
Dosen. Setelah dilakukan sertifikasi dan pemberian tunjangan profesi kepada para guru, kini para guru dituntut menunjukkan kinerja terbaik dan meningkatkan mutu profesi. “Karena itu harus kita sadari bahwa pengembangan keprofesian bagi guru bukan sekedar untuk kenaikan pangkat tetapi sebagai kebutuhan dalam upaya peningkatan mutu pendidikan”, jelas Muhdi.. (d4)