Komitmen PGRI Dampingi Permasalahan Guru

Posted by Admin on Slider
Komitmen PGRI Dampingi Permasalahan Guru

KOMITMEN PGRI DAMPINGI PERMASALAHAN GURU

Masih ingat peristiwa Susur Sungai SMP Turi Yogyakarta? 

Semarang, Infokom PGRI Jateng. Dalam kiprahnya, PGRI Jateng kemarin (4/7) menyerahkan Uang Duka kepada Korban dan Guru Pembimbing  Susur Sungai SMP Negeri 1 Turi Kabupaten Sleman Provinsi DI Yogyakarta sebanyak Rp 90 juta.  

Tak hanya itu, advokasi PGRI juga telah diberikan sejak kasusnya bergulir ke ranah hukum. Sejumlah advokat disiapkan oleh PGRI. Semoga PGRI makin amanah untuk tetap berkomitmen mendampingi para guru anggota PGRI menghadapi berbagai tantangan dan persoalan.

Inilah berita selengkapnya
Tragedi susur sungai Sempor yang menewaskan 10 siswa/siswi SMPN 1 Turi, Sleman, DIY telah terjadi pada Jumat, (21/02) masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan para guru.

Selain menewaskan 10 siswa, kasus tersebut juga menjadikan 3 orang guru pembina pramuka ditetapkan sebagai tersangka dan kini prosesnya masih terus berlangsung. 

Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah saat itu juga telah menyatakan turut berduka dan prihatin atas terjadinya musibah yang tidak seorang pun menginginkannya. 

Melalui pengurus PGRI Kabupaten/kota, Cabang dan Ranting, Pengurus Provinsi Jawa Tengah segera melakukan aksi keprihatinan dan memberikan dukungan moral kepada para guru agar tetap tabah menghadapi musibah tersebut. 

Demikian diungkapkan Ketua PGR Jateng, Dr. Muhdi, H, M.Hum kepada infokom PGRI Jateng, sebelum acara pemberian santunan duka kepada keluarga korban dan bantuan bagi 3 orang guru yang menjadi terdakwa dalam kasus tersebut yang dilakukan pada hari Sabtu, (4/07).
 
Muhdi menjelaskan bahwa Pengurus PGRI Jawa Tengah sebenarnya telah merencanakan untuk menyampaikan rasa duka dan bantuan solidaritas anggota secara langsung, tetapi karena banyaknya agenda kegiatan dan disusul adanya pandemi covid-19 maka penyerahan bantuan tersebut tertuda. Karena pandemi covid-19 juga belum jelas kapan berakhir maka diputuskan meminta bantuan Pengurus PGRI Provinsi DIY dan PGRI Kabupaten Sleman untuk menyerahkan santunan duka kepada keluarga korban dan bantuan solidaritas kepada keluarga 3 orang guru yang menjadi terdakwa dalam kasus tersebut.
 
“Atas nama Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah, Ketua Pengurus Provinsi PGRI DIY, Drs. Kadarmanto Aji menyerahkan secara langsung kepada perwakilan keluarga korban dan bantuan solidaritas kepada 3 orang guru yang ditetapkan sebagai terdakwa serta bantuan bagi LKBH PGRI yang terus mendampingi para guru dalam kasus tersebut.

Penyerahan bantuan dilakukan dilakukan di SMPN 1 Turi, Sleman, DIY dan kami Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah  bersama para Ketua PGRI Kabupaten/kota mengikuti acara secara live melalui aplikasi zoom.,” jelas Muhdi.   
 
Dalam proses serah terima melalui aplikasi Zoom, Muhdi menyampaikan turut berbela sungkawa dan rasa duka mendalam kepada Keluarga Korban teriring doa, semoga arwah mereka diterima oleh Allah SWT di ditempatkan di Surga serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa tabah, sabar dan ikhlas.
 
Kepada para guru yang sedang menghadapi proses hukum, Muhdi juga berdoa agar tetap tabah dan sabar menjalani proses yang sedang berjalan dan berharap kasusnya segera selesai dengan keadilan yang bisa diterima oleh semuanya.
  
Ucapan terima kasih tidak lupa disampaikan kepada Ketua Pengurus Provinsi PGRI DIY, Drs. Kadarmanto Aji yang telah membantu menyampaikan secara langsung dana solidaritas PGRI Jawa Tengah kepada perwakilan keluarga korban serta keluarga 3 orang guru yang menjadi terdakwa dan juga bantuan untuk LKBH PGRI yang terus mendampingi para guru dalam kasus tersebut. 

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua PGRI Kabupaten Sleman, Kepala Sekolah dan guru SMPN 1 Turi, para Pengurus PGRI Kabupaten/kota PGRI se Jawa Tengah yang turut menyaksikan acara penyerahan bantuan ini.
 
“Dengan rasa duka dan keprihatinan yang mendalam, tidak ada yang menginginkan kasus seperti itu terjadi. Tiga guru pembimbing harus mempertanggung jawabkan meski mereka dengan niat ingin mendidik anak-anak kita. Karena itu kami menyatakan ikut prihatin kepada tiga guru yang yang kini menjadi terdakwa dan kami berikan bantuan solidaritas yang hari ini diwakili keluarga. Dan kepada LKBH PGRI Provinsi DIY dan Kabupaten Sleman yang terus mendampingi, PGRI Provinsi Jawa Tengah dan PGRI Kabupaten/kota se Jateng juga memberikan bantuan, meski jumlahnya tidak seberapa”, jelas Muhdi dalam acara virtual tersebut. 

Seperti kita ketahui dalam kasus susur sungai yang menewaskan 10 orang siswa SMPN 1 Turi Kabupaten Slema, DIY pada Jumat, (21/02) telah menjadikan tiga orang guru pembimbing pramuka sebagai terdakwa. 

Mereka adalah IYA (36), warga Caturharjo, Sleman yang juga guru olahraga, RY (58) warga Turi, guru kesenian, dan DDS (58) warga Ngaglik.
 
Kepada Ketua PGRI DIY Muhdi menyatakan ikut mendukung pembelaan untuk memperoleh keadilan bagi para guru.
 
Ketua Pengurus PGRI Provinsi DIY, Drs. Kadarmanto Aji menyampaikan bantuan PGRI Jateng kepada Ketua LKBH PGRI DIY.
 Pada kesempatan tersebut, Drs. Kadarmanto Aji, Ketua PGI Provinsi DIY menyatakan bahwa PGRI Kabupaten/Kota lain juga mengikuti proses ini. Ia mengungkapkan doa untuk Ketua PGRI Jateng, dan menyatakan hal ini sebagai contoh yang bisa ditiru oleh PGRI yang lain. 

Kadarmanto juga menyatakan bahwa ia tidak sendiri, karena PGRI Kabupaten Sleman, PB PGRI juga mensupport untuk menghadapi kasus ini. 
“Hari ini tentu kawan-kawan, orang tua korban dan para guru sangat bangga dengan adanya dukungan ini. Mohon doa dan dukungan untuk bisa mendampingi guru-guru yang menghadapi proses hukum saat ini. 

Mudah-mudahan tiga guru dan orang tua korban selalu diberi kesehatan, dan proses hukum segera selesai dengan sebaik-bainyanya”, ungkap Kadarmanto.
 
Ia berdoa, PGRI Jateng dan Kabupaten/kota se Jateng juga selealu sehat, ditengah covid-19 bisa melaksanakan tugas dengan baik. Ia sampaikan terima kasih atas budi baik PGRI Provinsi Jawa Tengah dan PGRI Kabupaten/kota se Jateng. 

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah, Aris Munandar yang memandu acara tersebut juga berharap acara virtual tersebut tidak mengurangi esensi untuk bersama-sama  meningkatkan soliditas dan solidaritas PGRI. 

Acara virtual yang diikuti  Pengurus Provinsi PGRI dan juga Pengurus PGRI Kab/Kota se Jawa Tengah, ditutup dengan Doa oleh Fachrurrozi, S.Pd. (pur/wis)