Upaya PGRI Jawa Tengah Membantu Guru

Posted by Admin on Berita
Upaya PGRI Jawa Tengah Membantu Guru

Identifikasi Konsep Esensial Kurikulum 2013 (Kelompok Guru SD):

Upaya PGRI Jawa Tengah Membantu Guru

Infokom, PGRI Jateng. Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah melalui Ketua Biro Pengembangan Profesi, Biro Pengembangan Karier, APKS PGRI, dan SLCC PGRI Jateng telah menyelenggarakan kegiatan Identifikasi Konsep Esensial Kurikulum 2013. Kegiatan ini dilakukan sejak tanggal 27 Juni 2020 yang saat itu diselenggarakan Worskshop Identifikasi Konsep Esensial Kurikulum 2013, diikuti para Pengurus MGMP untuk SMA dan SMK. Kegiatan yang sama juga dilakukan tanggal 29 Juni 2020, diikuti para pengurus MGMP untuk SMP dan perwakilan guru-guru TK/PAUD dan guru-guru SD.

 Demikian diungkapkan Ketua Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, S.H, M.Hum kepada Infokom PGRI Jateng. 

Dijelaskan, kegiatan itu terus berlanjut dengan diskusi-diskusi kelompok untuk mematangkan konsep materi-materi esensial kurikulum 2013 yang akan di deseminasikan kepada para guru yang lain.

Webinar Guru-guru SD

Penjelasan Dr. Muhdi terkait hal tersebut juga disampaikan saat membuka acara Webinar Identifikasi Konsep Esensial Kurikulum 2013 yang diikuti para guru SD melalui aplikasi Zoom SLCC PGRI Jawa Tengah, Selasa (7/07). 

Dr. Muhdi menjelaskan, bahwa kegiatan itu untuk menyempurnakan rumusan hasil kerja tim identifikasi konsep esensial kurikulum 2013 yang dibentuk oleh PGRI Provinsi Jawa Tengah untuk menghasilkan Konsep Esensial Kurikulum 2013 guna memandu para guru memasuki pembelajaran tahun 2020/2021.
 
Dr. Muhdi menyatakan guru SD cukup berat karena mereka membidangi banyak mata pelajaran dan harus mempersiapkan semuanya sendiri. Terlebih menghadapi pembelajaran daring yang sangat mendadak dan tidak pernah diduga sebelumnya. Untuk itu setelah bersama-sama dengan susah payah melalui pembelajaran daring dimasa pandemic covid-19 selama 3 bulan yang lalu, dan ternyata tidak sesuai dengan perkiraan sebelumnya bahwa pandemi covid-19 akan berakhir bulan Mei 2020, ternyata belum berakhir, dan memasuki tahun ajaran baru 13 Juli 2020 pun pembelajaran jarak jauh atau daring masih tetap harus dilakukan. 
“Kalau ada daerah yang dinyatakan sebagai zona hijau dan dapat melakukan pembelajaran dengan tatap muka, mereka juga harus melakukan mengikuti protocol kesehatan yang cukup ketat, jelas Dr. Muhdi. 

Guru Pembelajar Sejati.

Untuk itu, lanjut Muhdi, PGRI Provinsi Jawa Tengah memutuskan setelah mengusulkan kepada pemerintah agar segera dilakukan adaptasi kurikulum, karena tidak mungkin dalam masa pandemic ini kita bisa menyelesaikan tuntutan kurikulum secara penuh. Dan hasil penelitian di Jawa Tengah hanya mencapai 63% maksimal yang bisa dicapai dalam pembelajaran daring selama pandemic covid-19. Dan itu saja sudah pada akhir, karena penelitian dilakukan dua kali, dan yang pertama hasilnya lebih rendah. 
Dari penelitian dan pengamatan yang dilakukan PGRI mencatat bahwa para guru adalah pembelajar sejati. Dengan berbagai kesulitan setelah satu atau dua bulan berjalan melakukan pembelajaran daring meski sebelumnya tanpa mendapatkan bekal apapun, tetapi progresnya cukup baik. Ini karena guru terus belajar dan berlatih sehingga Pembelajaran yang dilakukan sudah mulai ada interaksinya, dan menunjukkan capaian lebih baik. 
“PGRI mengapresiasi kepada para guru yang telah melakukan hal seperti itu, tegas Dr. Muhdi. 

Dr. Muhdi selanjutnya mengungkapkan, bahwa PGRI Jawa Tengah tidak tinggal diam melihat kesulitan para guru. Dengan kemampuan yang ada, melalui SLCC PGRI Jawa Tengah terus melakukan pelatihan-pelatihan pembelajaran daring kepada para guru dan ini akan terus dilakukan. 

Upaya PGRI Bantu Guru

Menurut Dr. Muhdi pemerintah juga sadar bahwa tidak mungkin pembelajaran daring ini bisa mencapai keseluruhan dari target kurikulum, namun pendidikan harus terus berjalan, tidak boleh berhenti. Dan pemerintah sudah memaklumi itu sehingga sering menyebut tidak harus menuntaskan kurikulum yang penting terus terjadi pembelajaran bermakna itu. 

Terkait dengan itu semua akhirnya PGRI Jawa Tengah memutuskan untuk membantu guru-guru karena tidak semua guru hebat seperti bapak/ibu guru dalam kegiatan webinar PGRI Jawa Tengah ini.

 Menurut Dr. Muhdi, banyak teman-teman kita yang butuh sekali bantuan bagaimana memilih materi-materi yang ada dalam kurikulum itu yang harus disampaikan kepada para siswa, tidak boleh tidak. 
“Itulah yang akhirnya ketemu, kalau begitu kita perlu melakukan satu kajian atau identifikasi terhadap kurikulum 2013 yang kemudian kita sebut Identifikasi Konsep Esensial Kurikulum 2013, jelas Dr. Muhdi. 

Ia menegaskan kurang lebih 60% materi yang akan kita masukan, dan yang utama dilanjutkan sampai kepada bagaimana menyampaikanya, media apa yang baik atau cocok digunakan, sampai pada evaluasi yang akan kita bahas dalam webinar.

 Untuk itu harapan Ketua PGRI Jawa Tengah ini adalah nanti setelah jadi segera kita deseminasikan kepada teman-teman kita sehingga mereka punya panduan yang jelas dan idak terus meners mengalami kebingungan. 
Kalau mikir materi saja yang mau disampaikan sudah bingung apalagi mikir bagaimana cara menyampaikan, platform apa yang akan digunakan dalam model daring, ini akan semakin memberatkan mereka, jelas Dr. Muhdi lebih lanjut.
Kalau hal seperti itu terjadi, menurut Dr Muhdi, itu yang nanti akan menimbulkan banyak protes dari para orang tua karena kita hanya melakukan pembelajaran sekedarnya, seadanya dan sangat merepotkan orang tua termasuk juga anak.
 
Setelah dilakukan beberapa kali pertemuan yang bapak/ibu guru lakukan dan kini dipaparkan hasilnya untuk mendapatkan respon dari teman-teman, mungkin ada hal-hal yang perlu disempurnakan sehingga apa yang besuk kita deseminasikan atau kita bagikan  ke teman-teman itu sudah merupakan yang terbaik untuk membantu teman-teman guru di Jawa Tengah dan di seluruh Indonesia untuk menjadikan pendidikan lebih baik. 
 
Webinar Identifikasi Konsep Esensial Kurikulum 2013 diikuti para guru SD dari berbagai tempat di Jawa Tengah dipandu oleh moderator Chomsatun, M.Pd, dengan 3 nara sumber yang memaparkan Identifikasi Konsep Esensial Kurikulum 2013, dilanjutkan dengan tanya jawab dengan para peserta.   
Pulsa Murah Untuk Guru
Masalah-masalah lain, kata Muhdi, terus kita coba bantu termasuk masalah pulsa yang dinilai cukup berat untuk melakukan pembelajaran daring ini.

 Alhamdulillah PGRI Jawa Tengah juga sudah melakukan MoU dengan PT Telkom untuk selanjutnya para guru atau anggota PGRI bisa mendaftarkan paket data yang dibutuhkan terutama bagi yang menggunakan kartu dari Telkomsel (HALO, Simpati, kartuAS dan LOOP). 

Berdasarkan kerja sama ini, para guru dapat membeli paket data internet dengan harga lebih murah, dan hanya bisa jika nomornya didaftarkan melalui PGRI Jawa Tengah. (Pur/Wis)

Catatan :Syarat dan ketentuan lain untuk mendapatkan paket kuota dari Telkomsel ini bisa dibaca pada berita di halaman lain terkait kerja sama PGRI Jateng dan PT Telkom.