Launching Konsep Esensial Kurikulum 2013

Posted by Admin on Berita
Launching Konsep Esensial Kurikulum 2013

Semarang, Infokom PGRI Jateng.
Sejak Awal merebaknya wabah Pandemi Covid-19 melanda negara kita PGRI telah meminta Pemerintah untuk menerbitkan kurikulum guna mengadaptasi proses pembelajaran oleh karena pandemi covid-19 tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir.

Demikian diungkapkan Ketua Pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah, Dr. Muhdi, S.H., M.Hum saat webinar Launching Konsep Esensial Kurikulum 2013, Senin 13/7/2020 di PGRI Jateng_SLCC.

Launching ditandai penyerahan dokumen materi secara simbolis oleh Dr Muhdi SH MHum Ketua PGRI Jateng kepada Dr Nurzaida MPd sekretaris APKS PGRI Jateng yg juga tim pengembang kurikulum 2013 PGRI Jateng.

Dr Muhdi melanjutkan,
Kebijakan pemerintah saat itu adalah demi menjamin kesehatan dan keselamatan para pendidik, tenaga kependidikan, siswa, orang tua dan masyarakat maka proses pembelajaran dilakukan secara daring (online). Dan dikatakan bahwa guru tidak wajib menyelesaikan target kurikulum yang telah ditetapkan sebelumnya. 

Kesulitan Guru
Para Guru yang tidak pernah mendapat bekal pelatihan untuk melakukan pembelajaran daring (online) tergagap-gagap dan kebingungan melakukannya, terlebih untuk guru-guru PAUD/TK dan SD yang sangat kesulitan untuk melakukannya.
 
Dengan kondisi yang berbeda, kesulitan juga banyak dialami oleh guru-guru SMP/MTs, SMA/MA dan SMK.

Mereka terpaksa melakukan pembelajaran apa adanya dan kemampuan seadanya. 

Akibatnya, banyak keluhan orang tua karena banyakya tumpukan tugas yang harus dikerjakan anak serta berbagai permasalahan muncul dari kegiatan pembelajaran daring yang tidak terukur dan tidak terstruktur itu.

Meski demikian PGRI Jawa Tengah mengapresiasi para guru yang dapat mengatasi permasalahan sehingga pembelajaran tetap berjalan dan terus menunjukkan peningkatan. 

Dari hasil penelitian PGRI Jawa Tengah, ketercapaian pembelajaran online di masa pandemi covid-19 sekitar 60%. 
Hasil ini mengindikasikan para guru adalah pembelajar sejati, karena temuan sebelumnya ketercapaianya lebih rendah dari itu, jelas Dr Muhdi.

Workshop dan Webinar

Dengan memahami kesulitan para guru, PGRI Jawa Tengah kemudian menyelenggarakan Workshop Identifikasi Konsep Esensial Kurikulum 2013, di Gedung PGRI Jawa Tengah, tanggal 27 dan 29 Juni 2020 dengan melibatkan perwakilan guru-guru dari semua tingkatan (PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK).
 
Usai kegiatan tersebut mulai tanggal 30 Juni sd. 4 Juli 2020 mereka terus berdiskusi dengan kelompok masing-masing untuk melakukan Identifikasi Konsep Esensial Kurikulum 2013 serta mendiskusikan materi, metode, strategi dan media pembelajaran yang cocok di masa pandemi covid-19 dan era New Normal nanti dengan kondisi yang berbeda-beda di setiap daerah dan satuan pendidikan. 

Hasil dari kegiatan-kegiatan diskusi para guru itu kemudian dipresentasikan melalui Webinar (dengan jadwal yang berbeda untuk setiap tingkatan) untuk memperoleh masukan dari guru-guru lain se Jawa Tengah sebagai upaya penyempurnaan Identifikasi Konsep Esensial Kurikulum 2013.

Dan hari ini, Senin (13/07) bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru 2020/2021, Materi  Esensial Kurikulum 2013 hasil kegiatan para guru dibawah Koordinasi Biro Pengembangan Profesi, APKS PGRI, SLCC, dan Biro Pengembangan Karier PGRI Provinsi Jawa Tengah di Launching untuk bisa digunakan oleh para guru sebagai panduan dalam melaksanakan proses pembelajaran di masa pandemi covid-19 dan era New Normal, melalui daring, luring atau blended sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.
 
Materi ini dirancang untuk proses pembelajaran semester I tahun ajaran 2020/2021.

Kepada Team Pengembang Kurikulum PGRI Jawa Tengah dan para guru yang telah bekerja keras dari awal persiapan, Workshop, pelaksanaan diskusi-diskusi kelompok, Webinar dan Launching Materi Esensial Kurikulum 2013, Dr. Muhdi menyampaikan ucapan terima kasih. 
“Semoga yang dilakukan bapak/ibu bermanfaat untuk membantu teman-teman guru yang lain serta mendapat balasan terbaik dari Allah SWT.

 Kita juga terus berdoa, semoga pandemi covid-19 segera berakhir dan bapak/ibu guru dapat menjalankan proses pendidikan lebih baik lagi untuk kemajuan bangsa dan Negara Indonesia tercinta, jelas Dr Muhdi.