PGRI Kabupaten Karanganyar Gelar Konferensi MB XXII

Posted by Admin on Berita
PGRI Kabupaten Karanganyar Gelar Konferensi MB XXII

Infokom PGRI Jateng. Konferensi XXII PGRI Kabupaten Karanganyar yang sedianya dilaksanakan 8 April 2030, baru bisa digelar hari ini, Kamis, 3 September 2020. Ini karena adanya pandemi covid-19, Demikian diungkapkan Ketua panitia, Sri Wiyanto dalam laporannya di depan bupati dan peserta konferensi di Grha PGRI Kabupaten Karanganyar, kamis (3/09).

Sri Wiyanto yg juga Sekretaris PGRI Kabupaten Karanganyar tersebut selanjutnya melaporkan tentang dasar dan tujuan diselenggarakannya Konferensi XXII. Ia juga melaporkan tentang tema, agenda dan peserta konferensi. Agenda Konferensi adalah pengesahan LPJ PGRI MB XXI, penyusunan dan pengesahan program PGRI MB XXII, serta Pemilihan pengurus PGRI MB XXII.

Selanjutnya, Ketua Kabupaten PGRI Karanganyar, Aris Munandar menyatakan bahwa Konferensi Kabupaten adalah siklus 5 tahunan, dengan agenda seperti yang disampaikan ketua panitia. Aris menambahkan bahwa Konferensi XXII ini urgen diselenggarakan untuk samakan persepsi dan mencari solusi berbagai persoalan organisasi.

Aris Munandar mengaku bangga dan berterima kasih kepada bupati Juliatmono yang telah banyak membantu dan memberi Motivasi luar biasa dalam mewujudkan program PGRI, khususnya dalam pembangunan gedung pgri Karanganyar.

Aris mengungkapkan banyak tantangan untuk menggapai tujuan dan cita2 PGRI. Untuk itu kepada pengurus baru MB XXII diharapkan bisa melanjutkan perjuangan yang belum selesai, memperbaiki yang belum baik, meluruskan yang bengkok dan harus diluruskan. Aris yang kini rnenjadi Sekretaris Umum PGRI Provinsi Jawa Tengah berharap pengurus baru nanti selalu berkoordinasi dengan stakeholder. Hal ini penting untuk mewujudkan tujuan dan cita2 bersama.

Wakil ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, H Sakbani, mengungkapkan bahwa PGRI sesuai jati dirinya adalah organisasi profesi, organisasi perjuangan dan organisasi ketenaga kerjaan.

Perjuangan PGRI tidak akan pernah berhenti untuk kepentingan para guru. Salah satunya adalah lahirnya UU no 14 tahun 2005 ttg GURU DAN DOSEN dan Permendikbud Nomor 18 tahun 2007, dan PP 74 tahun 2008 sebagai landasan dilakukannya sertifikasi dan tunjangan profesi untuk tingkatkan kesejahteraan guru.

PGRI juga perjuangkan mutu profesi guru melalui berbagai kegiatan diklat, untuk itu PGRI Jateng juga telah memiliki PSLCC sebagai sarana kegiatan diklat para guru. Sakbani juga mengapresiasi kinerja PGRI Kabupaten Karanganyar yang dinilai cukup baik.

"PGRI Jateng meraih predikat sebagai PGRI terbaik se Indonesia tidak lepas dari peran PGRI Kabupaten Karanganyar", ungkap Sakbani

Bupati Karanganyar, Juliatmono yang hadir dan membuka Konferensi tersebut menyampaikan penghormatan dan penghargaan yang tinggi atas sinergitas PGRI dengan Pemerintah kabupaten Karanganyar.

Terkait pemilihan pengurus PGRI MB XXII Bupati mengucapkan Selamat bermusyawarah untuk memilih pemimpin baru PGRI Kabupaten Karanganyar. Bupati selanjutnya nanyatakan, dirinya banyak menerima WA dari anak-anak, mereka mengeluhkan banyaknya tugas dari guru,

"kalau tidak dikerjakan gurunya marah. Banyak orang tua yang susah dengan kondisi saat ini. Tolong kalau kasih tugas yang ringan-ringan saja dan jangan banyak-banyak Kita semuanya berharap, semoga pandemi covid 19 segera berakhir" pesan Bupati.

"Untuk gedung PGRI sdh saya anggarkan 500 juta dan bulan Desember nanti Mushala disini kita harapkan sdh dibangun", jelas bupati.