Puncak Peringatan HUT ke-75 PGRI dan HGN 2020 Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Posted by Admin on Slider
Puncak Peringatan HUT ke-75 PGRI dan HGN 2020 Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dari Puncak Peringatan HUT ke-75 PGRI dan HGN 2020 Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

*"Dunia pendidikan tidak hanya hadapi persoalan Covid-19 dan PJJ yang tidak optimal tetapi juga persoalan kekurangan guru"*

Semarang, Infokom PGRI Jateng.

Pemerintah akhirnya menyadari bahwa ancaman dunia pendidikan saat ini bukan hanya Pandemi Covid-19 tetapi juga masalah kekurangan guru karena adanya 70.000 guru yang pensiun setiap tahun.

Demikian diungkapkan Ketua Pengurus Provinsi PGRIJawa Tengah, Dr. H. Muhdi, S.H, M.Hum dalam pidato sambutannya pada Puncak Peringatan HUT ke-75 PGRI dan HGN 2020 tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang berlangsung di Balairung UPGRIS, Sabtu (5/12).

Dr Muhdi menjelaskan, beberpa hari yang lalu Mendikbud Nadiem Anwar Makarim telah menyatakan akan mengangkat satu juta guru dan menyelesaikan persoalan guru honor selama periode beliau.

“Alhamdulillah perjuangan PGRI selama ini didengar pemerintah untuk segera memenuhi kekurangan guru. Untuk itu kita mesti kawal kebijakan tersebut agar benar-benar diwujudkan”, jelas Dr Muhdi.

Dr. Muhdi juga mengharapkan pemerintah segera menerbitkan SK bagi guru-guru yang telah dinyatakan lolos seleksi P3K yang hingga kini belum mereka terima. Dr Muhdi juga menambahkan, agar pemerintah kabupaten/kota bisa mengeluarkan surat keputusan untuk para GTT agar mereka yang telah memiliki sertifikat pendidik juga bisa segera menerima haknya berupa tunjangan profesi.

Seiring dengan apa yang diungkapkan Ketua PGRI Jateng, Gubernur Ganjar Pranowo yang juga memberikan sambutan secara luring pada acara tersebut mengungkapkan, bahwa pemerintah pusat telah menyatakan akan membuka ruang bagi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) untuk 1.000.000 guru honorer. Dan pada tahun 2021 akan terima sebanyak 250.000 guru dari seluruh tanah air. Dari jumlah tersebut, untuk kuota Jateng, gubernur sendiri mengaku belum tahu.

Diungkapkan oleh Gubernur Ganjar Pranowo, di Jateng butuh 35.815 guru dan baru terpenuhi 21.913 sehingga masih kurang 13.903 guru baru untuk tingkat SMA,SMK, dan SLB, belum lagi termasuk untuk tingkat SD dan SMP.

Oleh karena itu, gubernur menambahkan, pemerintah kabupaten/kota juga akan mengajukan sesuai jumlah kekurangan masing-masing untuk pemenuhan guru ditingkat SD dan SMP. Sebelum digelar karpet merah untuk guru honor menuju ruang P3K, Gubernur Ganjar menyatakan semua GTT SMA, SMK, dan SLB telah menerima gaji sesuai UMK plus 10?n gaji sesuai UMK plus 7,5% untuk semua PTT.

Pada puncak peringatan HUT ke-75 PGRI dan Hari Guru Nasional 2020 tersebut, PGRI Provinsi Jawa Tengah juga memberikan hadiah kepada 16 guru yang meraih medali emas pada lomba gurulympic PGRI 2020 dan juara 1, 2, dan 3 untuk lomba guru menulis dan GTK berdedikasi. Perolehan medali delegasi Jawa Tengah untuk lomba gurulympic, emas 20, perak 33, dan perunggu 64

Sesuai protokol kesehatan, acara tersebut dihadiri 100 peserta secara luring dan kurang lebih 1.000 peserta mengikuti secara daring dari pengurus dan anggota PGRI se Jawa Tengah.

Turut hadir dan menyerahkan hadiah tersebut, Assisten IV Pemprov Jateng Iwanudin Iskandar, Kakan Kemenag Jateng Mustain Ahmad, dan Plt Kadinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Dr. Hari Wulyanto.

Selanjutnya kepada Infokom PGRI Jateng, forum guru-guru honorer non katagori yang diwakili 5 orang yang hadir pada kesempatan itu mengaku sangat bangga dan berterima kasih atas perjuangan PGRI yang sungguh-sungguh memperjuangkan guru-guru honor untuk bisa menjadi ASN dengan status PNS maupun P3K.

“Harapan kami, janji pemerintah yang akan mengangkat 1 juta guru honor menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) segera diwujudkan”, ungkap R.Sutopo Yuwono (Purworejo) bersama Muntolib (Batang), dan tiga guru honor lainya.

Acara tersebut disiarkan live melalui UPGRIS TV dan yutube UPGRIS