PGRI Harus Siap Hadapi Berbagai Tantangan

Posted by Admin on Berita
PGRI Harus Siap Hadapi Berbagai Tantangan

Rembang, Derap Guru. Konferensi Kerja Kabupaten/kota (Konkerkab/kota) diselenggarakan satu tahun sekali dan Konkerkab/kota yang pertama untuk pengurus baru diselenggarakan paling lambat 6 bulan setelah Konferensi Kabupaten/Kota sesuai ART PGRI pasal 81 ayat (1) dan ayat (2). Sesuai ketentuan tersebut Pengurus PGRI Kabupaten Rembang Masa bakti XXI menyelenggarakan Konkerkab tahun pertama di Aula PGRI Kab. Rembang, Rabu (26/08).

Saat memberikan sambutan pada acara tersebut Ketua PGRI Kabupaten Rembang, Drs. Jumanto, M.Pd mengungkapkan adanya sejumlah tantangan yang harus dihadapi PGRI, antara lain; 1) adanya organisasi lain diluar PGRI; 2) banyaknya tuntutan anggota yang harus diwujudkan; 3) adanya masa kampanye yang harus disikapi secara benar; 4) Tunjangan guru swasta yang masih memprihatinkan; 5) Tuntutan yang makin kuat bagi terwujudnya guru-guru yang professional, sejahtera, bermartabat, dan terlindungi. Terkait dengan itu Jumanto mengajak segenap pengurus dan anggota untuk bersama-sama berbenah sesuai dengan struktur, kultur dan substansi perjuangan PGRI untuk kepentingan guru dan kemajuan pendidikan. “PGRI harus siap menghadapi berbagai tantangan itu”, tegas jumanto.

SWOT - TOWS

Ketua PGRI Jateng, Widadi, S.H yang juga hadir bersama Bendahara, H. Sakbani, S.Pd, M.H pada kesempatan tersebut menyatakan Konkerkab I PGRI Rembang masa bakti XXI adalah yang pertama dari 35 kab/kota yang ada di Jawa Tengah. Selanjutnya Widadi mengharapkan semua pengurus untuk berkontribusi membangun PGRI yang kuat, mandiri, demokratis, dan berkelanjutan (KIDS). “sesuai keadaan sekarang kita perlu mengubah analisa SWOT menjadi TOWS”, jelasnya.  Mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah itu mengingatkan adanya tingkatan kemampuan mendengar yang dimiliki seseorang, yakni; basa basi, selektif, penuh perhatian, dan empatik. “Untuk itu, agar dapat memberikan manfaat dan kontribusi bagi kepentingan anggota dan organisasi, pengurus PGRI harus senantiasa meningkatkan kemampuan dan kualitas diri”, Widadi menambahkan.

Independensi PGRI

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Drs. H. Noor Effendi, M.Pd juga mengingatkan bahwa dalam masa Pilkada PGRI sering didekati oleh semua pihak. Karena itu ia berharap pengurus PGRI bisa menjaga perasaan dan menjaga jarak dengan siapapun dan menjadikan PGRI sebagai organisasi yang independen. Kepada para guru diharapkan benar-benar menjadi teladan dan membentengi para siswa dari pengaruh budaya dan informasi dari luar. “kita tidak bisa membendung arus budaya luar, yang bisa kita lakukan hanyalah membentengi diri”, jelasnya.

Konferensi Kerja PGRI dengan tema, “Mewujudkan Revolusi Mental Melalui Penguatan Peran Strategis Guru dan PGRI” itu diikuti sekitar 100 orang peserta perwakilan dari Cabang masing-masing 5 orang dan segenap pengurus PGRI Kabupaten Rembang. (d4)