Pembekalan Pengurus Cabang PGRI Masa Bakti XXII se Kabupaten Cilacap

Posted by Admin on Berita
Pembekalan Pengurus Cabang PGRI Masa Bakti XXII se Kabupaten Cilacap

Cilacap, Infokom PGRI Jateng. PGRI sebagai organisasi profesi, maka semestinya segenap pengurus di setiap tingkatan harus mampu menampakkan wajah keprofesian guru.

"PGRI harus mampu menjadi solusi dalam bidang profesi pendidikan", tegas Dr H Muhdi SH MHum saat pidato pembekalan pengurus cabang PGRI masa bakti XXII se Kab.Cilacap yang berlangsung di Sindoro Hotel Cilacap, Selasa (22/12)

Dalam upaya mengedepankan wajah keprofesian inilah, lanjut Dr Muhdi, maka guru harus terlebih dahulu bisa kapabel dan sejahtera.

"Peningkatan kompetensi profesionalime dan kesejahteraan guru inilah hakekat dari PGRI sebagai organisasi Profesi, Perjuangan, dan dan Ketenaga kerjaan. PGRI Profesi artinya PGRI menjalankan fungsi memajukan profesi, meningkatkan kompetensi guru, wawasan pendidikan, perlindungan, kesejahteraan dan pengabdian masyarakat", tegas Dr Muhdi.

Dari Guru yang kapabel dan sejahtera inilah, lanjut Dr Muhdi, akan mampu menciptakan SDM yang kompeten dan berkarakter. Dan itu hanya bisa diwujudkan oleh pendidikan yang unggul yang dihasilkan oleh guru yang profesional dan unggul, tegas Dr Muhdi. Dr Muhdi menegaskan, dari pendidikan yang berkualitas atau unggul inilah justru akan menghasilkan generasi unggul, yakni generasi yang berprofil sebagai 'Pelajar Pancasila', yaitu profil pelajar yang ditandai dengan 6 karakter; berakhlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebhinekaan global, bernalar kritis, dan mandiri, jelas Dr Muhdi.

Selanjutnya Dr. Muhdi juga mengingatkan, sejak berdirinya PGRI di Surakarta, 25 November 1945 merupakan kesadaran para guru untuk bersatu. Sebelumnya ada ber macam-macam organisasi guru tetapi kemudian melebur menjadi satu bernama PGRI.

"Ada 4 mimpi atau tujuan yang hendak PGRI wujudkan sejak kelahiranya. 4 mimpi yang juga menjadi tujuan PGRI itu adalah; Mempertahankan NKRI, Memajukan Pendidikan, Memuliakan Guru, dan Membantu Kesulitan Guru", Jelas Dr Muhdi.

Dr Muhdi juga menerangkan, terkait dengan hari kelahiran PGRI, yakni tg 25 November, maka melalui PP 78/1994, sebagai penghargaan kepada PGRI, pemerintah menetapkan hari kelahiran PGRI sebagai Hari Guru Nasional.

"Maka silahkan saja, pada hari atau bulan tersebut, guru-guru bisa memakai batik seragam PGRI tersebut. Dan mestinya seragam guru PGRI ini pemakaiannya diserahkan untuk disesuaikan dengan hari kerja PNS di daerah tersebut', terang Dr. Muhdi sekaligus menjawab pertanyaan dari Mukhlisin dari Cabang PGRI Sidareja tentang pemakaian seragam PGRI dikalangan guru-guru SMA/K.

Terkait dengan pendidikan di masa Pandemi ini, Dr Muhdi mengakui bidang pendidikan sangat terdampak.

"Secara tiba-tiba pula, pembelajaran harus dilakukan secara on_line atau daring, dan dalam pembelajaran daring inilah guru honorer jadi penyelamat. Harus diakui guru-guru honorer yang relatif masih muda, lebih menguasai IT untuk sarana pembelajaran daring', jelas Dr Muhdi.

Terkait dengan pengangkatan sejuta guru, maka PGRI selalu menjadi garda terdepan untuk selalu memperjuangkan guru-guru honorer bisa lolos menjadi PNS/ASN.

"seperti sebelumnya, PGRI Jateng akan memberikan pelatihan/tryout seleksi model penerimaan PNS untuk guru', jelas Dr Muhdi sekaligus menjawab pertanyaan Sayono dari cabang khusus kemenag Kab. Cilacap.

Sebelumnya ketua PGRI Cilacap Wuyung Sulistiyo Pambudi SPd MPd mengungkapkan berbagai kegiatan dan prestasi yang sangat membanggakan dari guru-guru anggota PGRI Cilacap dalam rangka meramaikan HUT PGRI dan HGN th 2020, baik di tingkat PB, PGRI Provinsi, maupun PGRI Kab Cilacap.

Diungkapkan oleh Wuyung, dalam lomb gurulimpic, PGRI cilacap mampu menyabet dengan memperoleh 8 emas

" kira-kira 40 prosen yg bisa disumbangkan dari 20 emas yg diperoleh PGRI provinsi sbg peringkat dua, kejuaraan lomba yang diadakan oleh PB PGRI', jelas Wuyung membanggakan.

Prestasi lain adalah dalam lomba guru menulis dan guru berdedikasi, juga diserahkan piala dan penghargaan kepada guru-guru pemenang lomba pembuatan vidio kultum, juga vidio pembelajaran jenjang TK/RA, jenjang SD/MI, jenjang SMP/MTs , dan jenjang SMA/SMK.

"Dalam kegiatan sosial, PGRI Cilacap juga memberikan bantuan sembako terkait guru yang terdampak covid.19, kegiatan bedah rumah, dan pemberian bantuan kepada 21 guru yang rumahnya terkena musibah banjir", Jelas WS Pambudi.

Pembekalan dihadiri ketua dan sekretaris dari 26 cabang PGRI se Kab.Cilacap yang telah menyekesaikan konferensi dan terbentuk kepengurusan yang baru tersebut. Hadir dan memberi sambutan serta mengengapresiasi kegiatan pembekalan, Kadindik Cilacap Drs Budi Santosa MSi dan pembina PGRI Cilacap Tulus Wibowo MSi.