Launching Brand Libels JUARA dan Bank Mini

Posted by Admin on Artikel
Launching Brand Libels JUARA dan Bank Mini

?Semarang, Infokom PGRI Jateng. Pandemi Covid-19 telah berlangsung sejak pertengahan bulan Maret 2020 dan memaksa sekolah dan para guru melakukan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi peserta didik.

Para guru harus adaptif, kreatif dan inovatif menciptakan model pembelajaran yang menarik sehingga anak-anak tidak bosan dengan kegiatan pembelajaran yang mereka ikuti.

SMAN 15 Semarang dibawah pimpinan Kepala Sekolah Drs. Agung Purwoko, M.Pd, dimasa pandemi covid-19 ini bukan hanya berupaya melakukan optimalisasi proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetapi juga mem-Branding sekolah itu dengan kharakteristik dan keunggulan yang dimiliki oleh warga sekolah.

Demikian diungkapkan Kepala SMAN 15 Semarang, Drs.Agung Purwoko, M.Pd dalam acara Launching Brand Libels JUARA dan Bank mini di sekolah yang dipimpinya, Rabu (30/12).

Dijelaskan oleh Agung Purwoko bahwa pihaknya kini memiliki 4 program utama, yakni; Techno Interpreneurship, Aplikasi PJJ real time (Smart PJJ libels), Lapak libels, dan Bank Mini. Untuk kegiatan bank mini, Agung bekerja sama dengan PT. Bank Jateng. Dan pihaknya juga memiliki 10 teller yang telah dilatih dan siap melayani para guru dan siswa untuk kegiatan perbankan di sekolah tersebut.

Agung Purwoko yang juga pengurus Provinsi PGRI Jawa Tengah ini mengungkapkan bahwa dalam kegiatan yang ia lakukan pada prinsipnya ingin mengembangkan karakter-karakter kemandirian bagi para peserta didik, dimulai dengan berhemat (menabung). Untuk itu semua peserta didik nanti akan punya akun, para guru dan karyawan juga masing-masing punya akun untuk kepentingan kesejahteraan bersama.

Selanjutnya untuk lapak libels akan dilink dengan Bank Mini sehingga transaksi-transaksinya tidak dilakukan melalui tatap muka orang per orang tetapi melalui bank mini ini. Agar tidak mengganggu kegiatan belajar siswa, maka operasionalnya dilakukan saat istirahat.

Beberapa produk SMAN 15 yang dijual di lapak libels saat ini antara lain; Roti basah, bolu kering, bandeng presto,otak-otak, bawang goring, dan wedang plethok.

Untuk lapak libels Agung mengaku pihaknya sudah bekerja sama dengan beberapa instansi di pemerintah kota Semarang dan Pemprov Jateng untuk melatih anak-anak untuk berproduk kewirausahaan. Pemasaran dari lapak libels ini sementara masih untuk melayani bapak/ibu guru, karyawan dan siswa dan juga bapak/ibu warga sekolah di rumah. Ke depan direncanakan juga bisa melayani masyarakat secara umum dengan system yang sedikit berbeda karena harus ada admin dan operator.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dr. Hari Wulyanto, S.Pd, M.Si saat memberikan sambutan secara daring dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas kreativitas yang dilakukan SMAN 15 dengan Launching Brand Libels JUARA dan Bank mini.

Diharapkan kegiatan itu nantinya bisa memperkuat karakter siswa dan menciptakan ekosistem yang baik yang membutuhkan inovasi, kreativitas dan kerja keras dari seluruh warga sekolah.

Dwi Puji Lestari, perwakilan Bank Jateng yang hadir dalam kesempatan tersebut mengaku mendukung adanya Bank Mini dan lapak libels ini sebagai salah satu bentuk pendidikan karakter bagi anak. Ia menyatakan bahwa melalui lapak ini anak-anak bisa belajar berjualan produknya sendiri. “produk dari mereka untuk mereka, jelasnya.

Selanjutnya untuk bank mini, selaku Pemimpin Bank Jateng, KCP Majapahit mengaku sangat mensupport kegiatan ini sebagai ajang bagi anak-anak untuk memiliki ketrampilan melakukan kegiatan seperti pegawai bank dengan rasa tanggung jawab dan jujur mengelola uangnya sendiri, baik itu uang sakunya sendiri maupun uang dari hasil usaha lapak yang nantinya oleh sekolah akan dibuat market day.

“Ini luar biasa dan saya suka sekali sekolah ini bisa membangun dan melatih anak-anak untuk menjadi enterpreuner, jelasnya.

Anak-anak SMA ini menurut Dwi Puji adalah masa-masa anak untuk mencari jati dirinya.

Diharapkan melalui kegiatan usaha tersebut akan tumbuh pemikiran anak-anak untuk bisa memiliki usaha sesuai dengan potensinya. Karena menurutnya saat ini UMKM sedang digalakkan oleh pemerintah. Bagi mereka yang punya bisnis seperti di lapak libels itu, kalau kekurangan modal bisa mengajukan fasilitas kredit di Bank Jateng melalui program KUR dengan bunga 6 persen per tahun.

Kami akan bantu permodalan untuk UMKM ini karena ini adalah program pemerintah bahwa UMKM itu harus maju. Selama ini yang masih establish dan tidak rentan terkena imbas pandemic covid-19 ini kan UMKM, jelas Dwi Puji Lestari.

Dwi Puji Lestari berharap SMAN 15 ini bisa menjadi pioneer bagi sekolah-sekolah lain untuk bisa mengembangkan kegiatan serupa karena SMA lain yang berada dalam lingkup kerja sama denganya saat ini baru SMAN 15 yang melakukan kegiatan seperti ini.

Turut hadir dalam kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 sampai 10.30 tersebut, para guru, perwakilan siswa, Ketua Komite SMAN 15 dan beberapa undangan lainya. (Wis)